Viral, Inovasi Pengemudi Ojek "Online" Pasang Alat Percakapan di Helm

Kompas.com - 08/07/2019, 05:42 WIB
Seorang penumpang transportasi online membagikan pengalamannya menumpang ojek online dengan helm yang dipasang alat komunikasi sehingga memudahkan komunikasi dengan pengemudi. Facebook Amanda AndonoSeorang penumpang transportasi online membagikan pengalamannya menumpang ojek online dengan helm yang dipasang alat komunikasi sehingga memudahkan komunikasi dengan pengemudi.

“Enggak, kecuali pas penumpang pakai nanya ini dipasang apa, baru saya jelaskan singkat,” ujar dia.

Lalu, bagaimana testimoni penumpang, Amanda, yang kagum atas inovasi Darmawan hingga membagikan pengalamannya di media sosial?

Kepada Kompas.com, Amanda menganggap inovasi ini sangat membantu proses komunikasi antara pengendara dan penumpang selama di perjalanan. Misalnya, untuk menanyakan arah jalan.

“Oh iya, sungguh relatable, karena pastinya masalah komunikasi dengan pengendara ojol sudah umum terjadi. Bisa jadi hal kecil, atau menjadi besar karena salah persepsi dengar, mengingat hiruk-pikuk lalu lintas dan helm yang mengurangi daya dengar,” ujar Amanda saat dihubungi secara terpisah, Sabtu sore.

Menurut dia, penggunaan alat ini mengurangi kemungkinan-kemungkinan buruk saat berkendara di jalanan.

“Kan daripada teriak-teriak, tapi masih juga salah terima dengar, jadinya enggak nyambung. Itu kan jadinya bikin bete masing-masing,” kata dia.

Saat pertama menemukan driver yang menggunakan alat komunikasi ini di helmnya, Amanda mengaku sempat tidak menyangka.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sempat kagetnya karena ini yang nyodorin kan driver ojol, enggak akan ada kepikiran aja alat seperti itu terpasang di situ,” kisah Amanda. 

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Megapolitan
Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

Megapolitan
UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Megapolitan
UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

Megapolitan
4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
Tren Kasus Positif Covid-19 pada Anak-anak Meningkat, Balita Ikut Jadi Korban

Tren Kasus Positif Covid-19 pada Anak-anak Meningkat, Balita Ikut Jadi Korban

Megapolitan
UPDATE: Tambah 394 Kasus Covid-19 di Depok, 6 Pasien Meninggal

UPDATE: Tambah 394 Kasus Covid-19 di Depok, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Wilayah Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Wilayah Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Jebol Indomaret Bantargebang, Pelaku Rusak CCTV Sebelum Bobol ATM

Jebol Indomaret Bantargebang, Pelaku Rusak CCTV Sebelum Bobol ATM

Megapolitan
Daftar 23 Rumah Sakit di Depok yang Gelar Vaksinasi Covid-19 Pralansia

Daftar 23 Rumah Sakit di Depok yang Gelar Vaksinasi Covid-19 Pralansia

Megapolitan
Indomaret di Bantargebang Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Rupiah di ATM Raib

Indomaret di Bantargebang Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Rupiah di ATM Raib

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X