Polda Metro Tak Hadir, Sidang Praperadilan Kivlan Zen Diundur 22 Juli

Kompas.com - 08/07/2019, 14:41 WIB
Sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Kivlan Zen selaku pemohon, Senin (8/7/2019) KOMPAS.com / Walda MarisonSidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan Kivlan Zen selaku pemohon, Senin (8/7/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Sidang praperadilan dengan pemohon Kivlan Zen diundur menjadi Senin (22/8/2019).  Sidang yang harusnya digelar hari ini harus dibatalkan karena termohon yakni pihak Polda Metro Jaya tidak hadir dalam persidangan.

Hanya kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta, yang hadir dalam persidangan tersebut.

Kivlan yang awalnya diperkirakan hadir tidak terlihat di persidangan karena tidak diberi izin oleh Polda Metro Jaya.

"Karena pihak termohon tidak hadir, saya putuskan sidang akan digelar kembali pada Senin 22 Juli 2019,"  ujar hakim Achmad Guntur di muka sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Baca juga: Sempat Cabut Gugatan, Kivlan Zen Ingin Sidang Praperadilan Dilanjutkan

Awalnya Tonin sempat mengusulkan agar sidang digelar Jumat, pekan ini. Namun, Guntur menolak karena dirinya masih punya perkara lain yang harus disidangkan.

"Saya hari Jumat ada perkara lain yang harus disidangkan, perkara nomor 69. Jadi tidak bisa," ucap dia.

Untuk diketahui, Kivlan mengajukan praperadilan karena ditetapkan sebagai tersangka kasus makar dan kepemilikian senjata api ilegal untuk rencana pembunuhan tokoh nasional. Ia ditahan di Rumah Tahanan Guntur, Jakarta Selatan.

Kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menjerat Kivlan ini berkaitan dengan penetapan enam tersangka yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019 di Jakarta, 21-22 Mei 2019.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penunggak Pajak di Jakarta Bisa Dikurung di Lapas, Ini Ketentuannya

Penunggak Pajak di Jakarta Bisa Dikurung di Lapas, Ini Ketentuannya

Megapolitan
Tiga Hari Terakhir, Penerbangan Maskapai Garuda Indonesia ke Kalimantan Terganggu Karhutla

Tiga Hari Terakhir, Penerbangan Maskapai Garuda Indonesia ke Kalimantan Terganggu Karhutla

Megapolitan
Kala Anies Diwajibkan Melapor ke DPRD Sebelum Menunjuk Wali Kota hingga Direksi BUMD...

Kala Anies Diwajibkan Melapor ke DPRD Sebelum Menunjuk Wali Kota hingga Direksi BUMD...

Megapolitan
Kata Camat tentang Memutus Mata Rantai Pungli di Cengkareng...

Kata Camat tentang Memutus Mata Rantai Pungli di Cengkareng...

Megapolitan
Informasi Lengkap Seputar Pemblokiran Rekening Penunggak Pajak di Jakarta

Informasi Lengkap Seputar Pemblokiran Rekening Penunggak Pajak di Jakarta

Megapolitan
Optimisme Yusrianto, Tukang Galon yang Didukung Pelanggannya Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Optimisme Yusrianto, Tukang Galon yang Didukung Pelanggannya Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Sempat Viral, Pencuri Kotak Amal di Jagakarsa Telah Ditangkap Polisi

Sempat Viral, Pencuri Kotak Amal di Jagakarsa Telah Ditangkap Polisi

Megapolitan
Wadah Pegawai: Hanya Koruptor yang Tertawa KPK Jadi Seperti Ini

Wadah Pegawai: Hanya Koruptor yang Tertawa KPK Jadi Seperti Ini

Megapolitan
Kisah Dokter Mangku Sitepoe, Dokter yang Dibayar Rp 10.000

Kisah Dokter Mangku Sitepoe, Dokter yang Dibayar Rp 10.000

Megapolitan
Mewujudkan Jakarta Ramah Bersepeda...

Mewujudkan Jakarta Ramah Bersepeda...

Megapolitan
Karhutla di Kalimantan, Lion Air Group Batalkan 28 Jadwal Penerbangan Kemarin

Karhutla di Kalimantan, Lion Air Group Batalkan 28 Jadwal Penerbangan Kemarin

Megapolitan
POPULER JABODETABEK - Aksi Protes Pegawai KPK Ricuh | Pengendara yang Seret Bripka Eka Minta Maaf | Tukang Galon Mau Jadi Wali Kota

POPULER JABODETABEK - Aksi Protes Pegawai KPK Ricuh | Pengendara yang Seret Bripka Eka Minta Maaf | Tukang Galon Mau Jadi Wali Kota

Megapolitan
Ketika Masalah Administrasi Bikin Murid SD Belajar Lesehan Lebih dari Setahun

Ketika Masalah Administrasi Bikin Murid SD Belajar Lesehan Lebih dari Setahun

Megapolitan
Ketika Kasus Pelecehan Seksual Anak Mengemuka di Bekasi

Ketika Kasus Pelecehan Seksual Anak Mengemuka di Bekasi

Megapolitan
Sendu di Gedung KPK Tadi Malam...

Sendu di Gedung KPK Tadi Malam...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X