Pemilihan Cawagub DKI Terlalu Lama, PKS Dinilai Gagal Lakukan Lobi Politik

Kompas.com - 08/07/2019, 18:42 WIB
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan lamanya proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta disebabkan gagalnya Partai Keadilan Sejahter (PKS) dalam melobi fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta.

Pangi mengatakan, komunikasi politik antara PKS dengan fraksi-fraksi lain di DPRD DKI Jakarta yang tidak cair membuat proses pemilihan wagub DKI menjadi lama.

"Menurut saya ini (lamanya proses pemilihan wagub DKI) adalah kegagalan PKS dalam melobi, mungkin komunikasinya tidak cair, tidak bisa bersahabat dengan anggota DPRD yang lain," kata Pangi kepada Kompas.com, Senin (8/7/2019).

Pangi menilai pemilihan wagub DKI sudah berlangsung terlalu lama dan tidak masuk akal karena tidak kunjung selesai selama hampir satu tahun.

Baca juga: Agung Yulianto atau Ahmad Syaikhu, Siapa yang Tepat Jadi Wagub DKI?

Hal itu tentu sangat merugikan masyarakat DKI Jakarta yang hingga kini belum memiliki wagub DKI untuk membantu Gubernur dalam menyelesaikan permasalahan di DKI Jakarta.

"Kemudian yang dirugikan adalah ya Anies Baswedan sendiri. Kekosongan (wagub DKI) seperti ini membuat akselerasi kerja dia pasti terganggu gitu. Hal-hal yang mesti besar dia banyak kerjakan tetapi karena tidak ada wagub dia harus mengerjakan juga yang hal-hal tidak terlalu urusan menjadi penting urusan beliau," ujar Pangi.

Seharusnya, PKS bisa menjalin komunikasi yang baik dengan Anggota DPRD DKI Jakarta agar proses pemilihan wagub DKI tidak berbelit-belit. Sebab, jatah kursi wagub DKI sudah resmi menjadi milik PKS yang merupakan partai pengusung Anies-Sandi pada Pilgub DKI 2017 lalu.

Baca juga: 5 Aturan Pemilihan Wagub DKI, dari Syarat Pemilihan hingga Denda Rp 50 Miliar

Adapun posisi Wagub DKI Jakarta telah kosong sejak Sandiaga Uno mengundurkan diri pada 10 Agustus 2018 lalu.

Partai Politik pengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga, yakni Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan dua nama kandidat cawagub pengganti Sandiaga, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, ke DPRD DKI.

Kini Panitia khusus (pansus) pemilihan wakil gubernur DKI yang berisi anggota DPRD DKI Jakarta itu tengah merampungkan tata tertib (tatib) pemilihan wagub pengganti Sandiaga Uno.

Rencananya, pansus akan merampungkan draf tatib itu pada Senin (8/7/2019). Kemudian, rapat paripurna pengesahan tatib direncanakan digelar pada Rabu (10/7/2019).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

Polsek Cipondoh Tangkap 3 Pelaku Pencurian Motor Antar Provinsi

Megapolitan
Kalideres, Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi di Jakbar

Kalideres, Kecamatan dengan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi di Jakbar

Megapolitan
Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Berupaya Tambah Ruang ICU untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Dua Polisi Terluka Saat Lerai Tawuran di Manggarai

Dua Polisi Terluka Saat Lerai Tawuran di Manggarai

Megapolitan
Satu Wanita yang Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Diamankan Polisi

Satu Wanita yang Diduga Penyuplai Batu Saat Tawuran di Manggarai Diamankan Polisi

Megapolitan
90 Kasus Baru di Bogor Tertinggi Selama Pandemi, Wali Kota Bogor: Kondisi Sangat Darurat!

90 Kasus Baru di Bogor Tertinggi Selama Pandemi, Wali Kota Bogor: Kondisi Sangat Darurat!

Megapolitan
Beroperasi 3 Hari, Lahan Baru di TPU Jombang Langsung Terisi 11 Jenazah Covid-19

Beroperasi 3 Hari, Lahan Baru di TPU Jombang Langsung Terisi 11 Jenazah Covid-19

Megapolitan
Dua Jambret di JPO Kalideres Mengaku Mencuri untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Dua Jambret di JPO Kalideres Mengaku Mencuri untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Megapolitan
8 Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke Pihak Keluarga Hari Ini

8 Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke Pihak Keluarga Hari Ini

Megapolitan
Marak Hasil Tes Palsu, Mulai Februari Syarat Surat Covid-19 bagi Penumpang Pesawat Diperketat

Marak Hasil Tes Palsu, Mulai Februari Syarat Surat Covid-19 bagi Penumpang Pesawat Diperketat

Megapolitan
5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Hari Ini

5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Hari Ini

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lowongan Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Gaji Tertinggi Rp 23 Juta

Pemprov DKI Buka Lowongan Tenaga Ahli Jakarta Smart City, Gaji Tertinggi Rp 23 Juta

Megapolitan
Rumah untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Harus Penuhi 16 Kriteria Ini

Rumah untuk Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Harus Penuhi 16 Kriteria Ini

Megapolitan
Hari Ke-10, Total 310 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Dievakuasi

Hari Ke-10, Total 310 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Dievakuasi

Megapolitan
Dilantik Jadi Sekda DKI, Marullah: Penanganan Covid-19 Menjadi Prioritas

Dilantik Jadi Sekda DKI, Marullah: Penanganan Covid-19 Menjadi Prioritas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X