Kivlan Zen Dukung Pelaporan Hakim Praperadilan ke KY

Kompas.com - 09/07/2019, 13:56 WIB
Kuasa Hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarumbun memberikan keterangan sebelum sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019). Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka kasus makar dan kepemilikian senjata api ilegal terkait rencana pembunuhan tokoh nasional.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kuasa Hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarumbun memberikan keterangan sebelum sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019). Kivlan Zen ditetapkan sebagai tersangka kasus makar dan kepemilikian senjata api ilegal terkait rencana pembunuhan tokoh nasional.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen mendukung upaya kuasa hukumnya melaporkan hakim tunggal yang memimpin sidang praperadilannya ke Komisi Yudisial (KY).

Hal tersebut dikatakan kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun, di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

"Sudah dikabarkan ke Pak Kivlan, dia bilang ya sudah kita perang saja," ujar Tonin.

Hakim yang dimaksud adalah Achmad Guntur, yang bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hakim Ahcmad Guntur akan dilaporkan karena menjadwalkan penundaan sidang praperadilan dengan pemohon Kivlan Zen ke 22 Juli 2019.


Baca juga: Rabu, Kuasa Hukum Kivlan Zen akan Laporkan Hakim PN Jaksel ke KY

Achmad Guntur selaku hakim tunggal menunda sidang praperadilan itu menjadi 22 Juli 2019 karena pihak termohon, yakni Polda Metro Jaya, tidak hadir dalam persidangan yang sedianya digelar Senin kemarin.

Tonin sempat memohon agar sidang digelar Rabu, Kamis, atau Jumat, Minggu ini. Namun, hakim menolak karena dia harus menyidangkan perkara lain pada hari-hari itu.

 

Penundaan itu dinilai kuasa hukum Kivlan terlalu lama karena akan merugikan pihak Kivlan Zen.

"Dilaporkan karena persisnya dia (Guntur) tidak profesional. Dia harusnya tidak boleh menunda selama dua minggu karena dalam satu lokasi, kalau penundaan itu sepakat kita berdua. Kalau kita nggak sepakat ya sudah tapi kan minimalnya ada maksimalnya," ucap dia.

Pihaknya mengaku akan membawa bukti rekaman percakapan Achmad Guntur selama persidangan untuk memperkuat laporan ke KY. Dia berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secara profesional oleh KY.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Tak Ajukan Eksepsi, Kuasa Hukum Andri Bibir Ingin Proses Hukum Cepat Selesai

Tak Ajukan Eksepsi, Kuasa Hukum Andri Bibir Ingin Proses Hukum Cepat Selesai

Megapolitan
Derita Keluarga Korban Obat Kedaluwarsa: Istri Sakit, Suami Dipecat, hingga Belum Bayar Kontrakan

Derita Keluarga Korban Obat Kedaluwarsa: Istri Sakit, Suami Dipecat, hingga Belum Bayar Kontrakan

Megapolitan
Menengok Lahan Gusuran di Jakasetia Bekasi yang 3 Tahun Dibiarkan

Menengok Lahan Gusuran di Jakasetia Bekasi yang 3 Tahun Dibiarkan

Megapolitan
Ibu Hamil Korban Obat Kedaluwarsa Puskesmas Kamal Muara Diperiksa Polisi Besok

Ibu Hamil Korban Obat Kedaluwarsa Puskesmas Kamal Muara Diperiksa Polisi Besok

Megapolitan
Didakwa Suplai Batu ke Demonstran, Ini Kata Andri Bibir

Didakwa Suplai Batu ke Demonstran, Ini Kata Andri Bibir

Megapolitan
Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Ini Izin Demo-Tawuran ke Istrinya

Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Ini Izin Demo-Tawuran ke Istrinya

Megapolitan
Sempat Dikira Meninggal, Bocah Pemulung Ini Tak Mau Kabur dari Rumah Lagi

Sempat Dikira Meninggal, Bocah Pemulung Ini Tak Mau Kabur dari Rumah Lagi

Megapolitan
Andri Bibir Didakwa Siapkan Batu Saat Kerusuhan 21-22 Mei

Andri Bibir Didakwa Siapkan Batu Saat Kerusuhan 21-22 Mei

Megapolitan
Kelompok Pemalsu dan Rekondisi Materai Raup Untung Ratusan Juta Rupiah

Kelompok Pemalsu dan Rekondisi Materai Raup Untung Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
Ada Oli Tumpah di Jalan Pulo Lentut Cakung, Pengendara Harap Hati-hati

Ada Oli Tumpah di Jalan Pulo Lentut Cakung, Pengendara Harap Hati-hati

Megapolitan
Cara Bedakan Meterai Rekondisi dan Palsu dengan yang Asli

Cara Bedakan Meterai Rekondisi dan Palsu dengan yang Asli

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Tanam Tabebuya, Tiap Wilayah Warna Bunganya Berbeda

Pemprov DKI Akan Tanam Tabebuya, Tiap Wilayah Warna Bunganya Berbeda

Megapolitan
Gugatan Praperadilan Tilang ETLE Gugur, Sitem ETLE Dinilai Valid

Gugatan Praperadilan Tilang ETLE Gugur, Sitem ETLE Dinilai Valid

Megapolitan
Polisi Tangkap Kelompok Pemalsu dan Rekondisi Materai

Polisi Tangkap Kelompok Pemalsu dan Rekondisi Materai

Megapolitan
Jaksa Tidak Hadirkan Seluruh Terdakwa, Sidang 29 Karyawan Sarinah Ditunda

Jaksa Tidak Hadirkan Seluruh Terdakwa, Sidang 29 Karyawan Sarinah Ditunda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X