Rice Cooker dan Setrika Disita, Calon Haji Harus Patungan Beli di Saudi

Kompas.com - 09/07/2019, 17:30 WIB
Barang-barang calon haji tengah diperiksa sebelum berangkat ke bandara dari Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Selasa (9/7/2019). Vitorio MantaleanBarang-barang calon haji tengah diperiksa sebelum berangkat ke bandara dari Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Selasa (9/7/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Sejumlah benda elektronik disita petugas di Asrama Haji Embarkasi Bekasi sejak kedatangan calon haji kloter 1 asal Jawa Barat, Sabtu (6/7/2019).

Hingga Selasa (9/7/2019), ketika jumlah calon haji yang tiba di Asrama Haji Embarkasi Bekasi sudah mencapai 12 kloter, benda elektronik yang paling banyak disita dari koper calon haji adalah rice cooker, setrika, dan pemanas air.

"Benda-benda yang ditemukan yakni setrika 10 buah, kemudian pemanas air 29 buah, dan rice cooker kecil 13 buah. Sampo di atas 100 ml juga enggak boleh, banyak itu (ditemukan)," ujar Kepala Bidang Perbekalan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jakarta-Bekasi, Anwar Sanusi, saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Selasa siang.

Baca juga: Bersyukur Ya Allah, Nenek Masih Dikasih Umur Buat Naik Haji

Sanusi menjelaskan, penyitaan ini dilakukan karena ketiga benda tersebut tak boleh dibawa selama penerbangan dari Tanah Air ke Tanah Suci. Sehingga, setibanya di Saudi nanti, jemaah haji perlu membeli benda-benda elektronik tersebut dari kantong pribadi.

"Di penginapan enggak ada. Ya harus beli. Biasanya per regu, urunan," kata Sanusi.

Hingga kloter ke-12 yang sudah tiba di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Bidang Perbekalan PPIH Jakarta-Bekasi telah menemukan 149 koper yang di dalamnya terdapat barang-barang terlarang, termasuk benda-benda elektronik tadi.

"Koper yang bermasalah sebanyak 149 koper, dari 4.894 koper. Jadi hanya 3,28 persen," kata Sanusi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Megapolitan
Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

Megapolitan
Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Megapolitan
Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Megapolitan
Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Megapolitan
Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Megapolitan
UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X