Musim Kemarau, Sejumlah Wilayah di Jakarta Bisa Sebulan Tak Hujan

Kompas.com - 10/07/2019, 07:35 WIB
Ilustrasi Kekeringan. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi Kekeringan.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta M Ridwan mengatakan, sejumlah wilayah di Jakarta masuk golongan hari tanpa hujan kategori panjang pada musim kemarau ini.

Artinya, di sejumlah wilayah DKI bisa tidak terjadi hujan sampai satu bulan lamanya.

"Hari tanpa hujan kategori panjang, 21-30 hari. Nah ini di Halim, Kembangan Utara, Pakubuwono, Pulogadung, Setiabudi Timur, Tanjung Priuk," ujar Ridwan saat dihubungi, Selasa (9/7/2019).

Baca juga: BMKG: DKI Berpotensi Kemarau Ekstrem


Wilayah lain yang masuk kategori itu, yakni Kemayoran, Sunter Hulu, Sunter Kodamar, Tanjungan, Teluk Gong, Tomang Barat, dan Waduk Melati.

Selain itu, ada juga wilayah Jakarta yang masuk golongan hari tanpa hujan kategori menengah.

"Kategori menengah yang hari tanpa hujan sekitar 11-20 hari. Itu berada di Angke Hulu, Cengkareng, Ciganjur, Halim, Karet, Kedoya Selatan, Krukut Hulu, Lebak Bulus, Manggarai, Pasar Minggu, Pesanggrahan, pompa Cideng, dan Ragunan," kata Ridwan.

Baca juga: BPBD: DKI Siaga Kekeringan, Pakai Air Seperlunya

Ridwan menyampaikan, penggolongan wilayah tersebut didasarkan pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hari tanpa hujan muncul akibat cuaca ekstrem.

Meskipun demikian, Ridwan menyebut belum ada wilayah Jakarta yang kekeringan.

"Kami sudah monitor ke seluruh wilayah, alhamdulillah sampai saat ini belum ada (kekeringan)," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Megapolitan
Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Megapolitan
Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Megapolitan
Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Megapolitan
Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Megapolitan
Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X