Bocah 14 Tahun yang Hanyut di Kali Bekasi Sempat Dilarang Menyeberangi Sungai

Kompas.com - 10/07/2019, 20:59 WIB
Proses pencarian bocah 14 tahun tenggelam di Kali Bekasi, Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/7/2019). Dok. Polsek BabelanProses pencarian bocah 14 tahun tenggelam di Kali Bekasi, Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/7/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Bocah berusia 14 tahun berinisial JI yang terbawa arus Kali Bekasi di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (9/7/2019) sempat dilarang kawan-kawannya untuk menyeberangi sungai.

Saat itu, korban ingin berenang menyeberangi Kali Bekasi untuk memanjat gugusan batu.

"Sekitar pukul 11.30 WIB, selesai mencari burung, korban bersama kawan-kawannya berenang di pinggir kali. Pukul 13.30 WIB, korban ingin naik bebatuan di seberang dan sempat dilarang oleh kawannya, namun korban tetap berenang ke seberang kali, lalu korban terbawa arus," tutur Kepala Seksi Humas Polsek Babelan Bripka Anwar Fadilah saat dikonfirmasi, Rabu.

Baca juga: Tenggelam di Kali Bekasi sejak Kemarin, Bocah 14 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Kawan korban coba menyelamatkan namun tidak berhasil. Ia akhirnya berseru minta tolong. Datanglah seorang lelaki hendak menolong korban. Namun, korban telanjur tenggelam dan tak dapat ditemukan.

Pencarian kemudian dilanjutkan oleh tim Desa Tangguh Bencana (Destana), SAR, dan pemadam kebakaran Kabupaten Bekasi hingga pukul 22.00 WIB, tetapi belum berhasil.

Dalam pencarian hari kedua, Rabu (10/7/2019), korban ditemukan tak bernyawa.

"Sekitar pukul 14.00 WIB korban ditemukan di Kali Bekasi wilayah Kampung Pangkalan, Babelan, selanjutnya korban di bawa ke rumah duka," tutup Anwar.

Baca juga: Bocah Tenggelam di Sungai Brantas, Jenazah Ditemukan Sejauh 2 Km



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geng Romusha dan Pesing Siarkan Tawuran di Instagram untuk Cari Penantang Selanjutnya

Geng Romusha dan Pesing Siarkan Tawuran di Instagram untuk Cari Penantang Selanjutnya

Megapolitan
Tawuran Berdarah Geng Romusha Vs Pesing, Polisi Tangkap 6 Tersangka

Tawuran Berdarah Geng Romusha Vs Pesing, Polisi Tangkap 6 Tersangka

Megapolitan
KCI: Komitmen pada Aturan Jam Kerja Solusi Urai Antrean Penumpang KRL

KCI: Komitmen pada Aturan Jam Kerja Solusi Urai Antrean Penumpang KRL

Megapolitan
Stasiun Padat, KCI Tambah Perjalanan KRL dan Hukum Penumpang yang Akali Prosedur

Stasiun Padat, KCI Tambah Perjalanan KRL dan Hukum Penumpang yang Akali Prosedur

Megapolitan
Kecewa Jalur Zonasi PPDB DKI, Orangtua Kirim Karangan Bunga 'RIP Pendidikan' ke Balai Kota

Kecewa Jalur Zonasi PPDB DKI, Orangtua Kirim Karangan Bunga "RIP Pendidikan" ke Balai Kota

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Akan Sering Patroli ke Kontrakan untuk Awasi Pendatang

Satpol PP Tangsel Akan Sering Patroli ke Kontrakan untuk Awasi Pendatang

Megapolitan
Kisruh PPDB, Kenapa Unjuk Rasa di Jakarta Begitu Masif?

Kisruh PPDB, Kenapa Unjuk Rasa di Jakarta Begitu Masif?

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, Tim Gerindra dan PDI-P Yakin Pasangan Pradi-Afifah Tak Akan Berubah

Pilkada Depok 2020, Tim Gerindra dan PDI-P Yakin Pasangan Pradi-Afifah Tak Akan Berubah

Megapolitan
Ledakan di Menteng, Sejauh Mana Peristiwa Ledakan Disebut Terorisme?

Ledakan di Menteng, Sejauh Mana Peristiwa Ledakan Disebut Terorisme?

Megapolitan
Pilkada Depok 2020, PDI-P dan Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah

Pilkada Depok 2020, PDI-P dan Gerindra Mantap Usung Pradi-Afifah

Megapolitan
Bima: Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor karena Banyak Sektor Usaha Beroperasi Kembali di Jakarta

Bima: Penumpukan Penumpang KRL di Stasiun Bogor karena Banyak Sektor Usaha Beroperasi Kembali di Jakarta

Megapolitan
30 ASN Ikut Awasi Protokol Kesehatan di 17 Pasar di Jakarta Selatan

30 ASN Ikut Awasi Protokol Kesehatan di 17 Pasar di Jakarta Selatan

Megapolitan
32 Penghuni Kontrakan di Serpong Diminta Lakukan Rapid Test

32 Penghuni Kontrakan di Serpong Diminta Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Sopir Taksi Online Tewas di Bekasi, Mobil dan Ponsel Korban Hilang

Sopir Taksi Online Tewas di Bekasi, Mobil dan Ponsel Korban Hilang

Megapolitan
Kala Siswi Berprestasi Peraih 700 Piala Gagal PPDB Jakarta karena Usia dan Berharap Bangku Kosong...

Kala Siswi Berprestasi Peraih 700 Piala Gagal PPDB Jakarta karena Usia dan Berharap Bangku Kosong...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X