Perampok Toko Emas di Balaraja Pakai Mobil Rental Saat Beraksi

Kompas.com - 11/07/2019, 13:09 WIB
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif (tengah) saat mengungkap kasus perampokan toko emas di Balaraja, Tangerang, Kamis (11/07/2019). KOMPAS.com/ VERRYANA NOVITA NINGRUMKapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif (tengah) saat mengungkap kasus perampokan toko emas di Balaraja, Tangerang, Kamis (11/07/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Para perampok Toko Emas Permata di Kabupaten Balaraja, Tangerang, pada 15 Juni lalu menggunakan mobil sewaan untuk melakukan aksinya.

Aksi mereka terekam kamera CCTV. Hal itu kemudian memudahkan aparat Polresta Tangerang mengidentifikasi para pelaku termasuk kewarganegaraan mereka. 

Saat menyewa kendaraan, para tersangka pelaku menggunakan paspor dan tercantum bahwa keduanya merupakan warga Malaysia.

"Paspor tersebut difoto oleh pemilik rental mobil, itu sangat membantu kami," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif di Polresta Tangerang, Kamis (11/07/2019).

Baca juga: Polisi: 2 Tersangka Perampok Toko Emas di Balaraja Warga Malaysia

Namun, kedua pelaku sempat mengganti plat nomor mobil tersebut menjadi T 1721 dari sebelumnya B 2069 UFC.

"Awalnya, kami kesulitan karena plat nomor pelaku palsu. Namun, setelah dilihat ciri-ciri mobil kami menemui mobil Avanza itu adalah milik sebuah rental mobil di Penjaringan, Jakarta Utara," kata Sabilul.

Mobil tersebut kemudian diketahui telah disewa tersangka pelaku pada tanggal 13-15 Juni 2019. Penyewa kendaraan atas nama kedua tersangka, yaitu Muhammad Nazri Fadzil (26) dan Muhammad Nur Iskandar (24).

Keduanya terekam kamera CCTV Toko Emas Permata saat merampok tujuh nampan emas yang menurut korban menimbulkan kerugian Rp 1,6 miliar.

Setelah melakukan aksinya, keduanya kabur dengan menggunakan mobil avanza tersebut.

Kini, kedua tersangka itu telah ditangkap dan masih berada di Malaysia karena ditahan oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Kedua orang juga ternyata telah melakukan aksi perampokan di SPBU Kuala Lumpur dan Selangor setelah kembali dari Indonesia.

Selain itu, kata Sabilul, setelah keduanya melarikan diri ke negara asalnya, ada langkah-langkah diplomatik yang harus dihormati.

Baca juga: Sepekan Berlalu, Polisi Belum Tangkap Perampok Bersenjata di Toko Emas Balaraja

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nunung kepada Majelis Hakim: Saya Sangat Salah dan Menyesali Perbuatan

Nunung kepada Majelis Hakim: Saya Sangat Salah dan Menyesali Perbuatan

Megapolitan
Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Megapolitan
Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Megapolitan
Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Megapolitan
Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Megapolitan
Kata Walkot Jaktim, Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Kewenangan Pemerintah Pusat

Kata Walkot Jaktim, Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Kewenangan Pemerintah Pusat

Megapolitan
Badan Pembentukan Perda: 52 Raperda yang Diusulkan Terlalu Banyak

Badan Pembentukan Perda: 52 Raperda yang Diusulkan Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi Gampang Ngurus Berkas

Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi Gampang Ngurus Berkas

Megapolitan
Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Akan Dipasang Bronjong

Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Akan Dipasang Bronjong

Megapolitan
Istri Pesepak Bola Ilija Spasojevic Dimakamkan di TPU Jeruk Purut

Istri Pesepak Bola Ilija Spasojevic Dimakamkan di TPU Jeruk Purut

Megapolitan
Tabrakan di TMP Taruna Tangerang akibat Mobil Boks Terobos Lampu Merah

Tabrakan di TMP Taruna Tangerang akibat Mobil Boks Terobos Lampu Merah

Megapolitan
JPO di Dekat Kantor Sudinhub Jakarta Utara Banyak Dilintasi Motor

JPO di Dekat Kantor Sudinhub Jakarta Utara Banyak Dilintasi Motor

Megapolitan
Sekda DKI: Kami Gamang, Galau Kuadrat, KUA-PPAS 2020 Belum Disepakati Sampai Sekarang

Sekda DKI: Kami Gamang, Galau Kuadrat, KUA-PPAS 2020 Belum Disepakati Sampai Sekarang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X