Pemprov DKI Beri Bantuan Makanan untuk Pencari Suaka Selama Sepekan

Kompas.com - 11/07/2019, 17:49 WIB
Pencari suaka dari Afganistan, Sudan dan Somalia beraktivitas di Trotoar Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019). Para pencari suaka tersebut menetap di trotoar untuk menuntut kepastian perlindungan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pencari suaka dari Afganistan, Sudan dan Somalia beraktivitas di Trotoar Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7/2019). Para pencari suaka tersebut menetap di trotoar untuk menuntut kepastian perlindungan dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana harian Gubernur DKI Jakarta Saefullah mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan bantuan makanan untuk para pencari suaka yang dipindahkan ke Lapangan Eks Kodim di Kalideres, Jakarta Barat.

Bantuan makanan yang dimaksud akan diberikan selama sepekan.

"Kami melalui Dinas Sosial (memberikan bantuan), kurang lebih selama satu minggu menjadi tanggungan kami. Nanti selebihnya kami berharap UNHCR bisa meneruskan itu sampai persoalan mereka ini tuntas," ujar Saefullah di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).


Saefullah menyampaikan, dana untuk bantuan makanan itu berasal dari APBD DKI 2019 yang dialokasikan di Dinas Sosial.

Baca juga: Menanti Bantuan Pemprov DKI untuk Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih

"Di Dinas Sosial itu sudah ada pagu, kalau buat kedaruratan itu memang sudah ada. Jadi, enggak repot-repot lagi. Ada kebakaran, ada musibah lain, ada kebanjiran, ada yang darurat seperti ini, itu bisa pakai," katanya.

Bantuan yang diberikan Pemprov DKI, lanjut Saefullah, didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. Dalam aturan tersebut, pemerintah daerah diperbolehkan memberi bantuan.

"Memang ada Perpres 126 di situ, ada di beberapa pasal, pemerintah daerah bisa saja membantu UNHCR atas nama kemanusiaan," ucap Saefullah.

Pada hari ini, Pemprov DKI memindahkan para pencari suaka yang sudah berhari-hari menetap di trotoar Jalan Kebon Sirih ke Lapangan Eks Kodim di Kalideres.

Baca juga: Pemprov DKI Pindahkan Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih ke Lapangan Eks Kodim Kalideres

Lokasinya dekat Rumah Detensi Imigrasi Kalideres yang selama ini menjadi tempat penampungan para pencari suaka.

Para pencari suaka itu akan tinggal di tenda-tenda yang disiapkan Pemprov DKI.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Rencana Pembangunan Flyover Simpang Gaplek, Pengendara Minta Cepat Selesai

Rencana Pembangunan Flyover Simpang Gaplek, Pengendara Minta Cepat Selesai

Megapolitan
William Aditya, Anggota DPRD DKI Berusia 23 Tahun dan Idealisme Anti Korupsi

William Aditya, Anggota DPRD DKI Berusia 23 Tahun dan Idealisme Anti Korupsi

Megapolitan
Perjuangan Caleg PSI William Aditya, Masuk DPRD DKI dengan Label Triple Minority

Perjuangan Caleg PSI William Aditya, Masuk DPRD DKI dengan Label Triple Minority

Megapolitan
Sidang Lanjutan 12 Terdakwa Kerusuhan 22 Mei, Jaksa Akan Hadirkan Saksi

Sidang Lanjutan 12 Terdakwa Kerusuhan 22 Mei, Jaksa Akan Hadirkan Saksi

Megapolitan
Sikap Pemprov DKI terhadap Polemik Pemutusan Listrik di Apartemen Mediterania

Sikap Pemprov DKI terhadap Polemik Pemutusan Listrik di Apartemen Mediterania

Megapolitan
Alarm Itu Sudah Dibunyikan Green Religion Sejak 12 Tahun Lalu

Alarm Itu Sudah Dibunyikan Green Religion Sejak 12 Tahun Lalu

Megapolitan
Terima Pin Emas, Fraksi Gerindra: Itu Kan Bentuk Apresiasi, Apa yang Berlebihan?

Terima Pin Emas, Fraksi Gerindra: Itu Kan Bentuk Apresiasi, Apa yang Berlebihan?

Megapolitan
Putusan MA yang Batalkan Kebijakan Tutup Jalan untuk PKL dan Sikap Pemprov DKI

Putusan MA yang Batalkan Kebijakan Tutup Jalan untuk PKL dan Sikap Pemprov DKI

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Begal Depok di Gunung Sindur

Polisi Tangkap Komplotan Begal Depok di Gunung Sindur

Megapolitan
Penembakan Anjing Beedo, Berawal dari Rasa Kesal hingga Penetapan Tersangka

Penembakan Anjing Beedo, Berawal dari Rasa Kesal hingga Penetapan Tersangka

Megapolitan
Penemuan Granat di Jagakarsa, Diduga Peninggalan Zaman Perang

Penemuan Granat di Jagakarsa, Diduga Peninggalan Zaman Perang

Megapolitan
5 Fakta tentang Dakwaan Andri Bibir, Disebut Suplai Batu ke Pendemo hingga Ikut Melempar

5 Fakta tentang Dakwaan Andri Bibir, Disebut Suplai Batu ke Pendemo hingga Ikut Melempar

Megapolitan
Viral Pelajar Minum Miras di Kelas, Disdik Tanyakan ke Kepala Sekolah di Jakut

Viral Pelajar Minum Miras di Kelas, Disdik Tanyakan ke Kepala Sekolah di Jakut

Megapolitan
Tolak Pin Emas, Staf Ahok yang Jadi Anggota DPRD DKI Akan Jual untuk Disumbangkan

Tolak Pin Emas, Staf Ahok yang Jadi Anggota DPRD DKI Akan Jual untuk Disumbangkan

Megapolitan
Anggota Terpilih DPRD DKI dari PSI Tolak Pin Emas, Usul Pakai Bahan Kuningan

Anggota Terpilih DPRD DKI dari PSI Tolak Pin Emas, Usul Pakai Bahan Kuningan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X