Cegah Dampak Polusi Udara, Dinkes DKI Sarankan Warga Pakai Masker N95

Kompas.com - 12/07/2019, 08:09 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, di kantor Dinas Kesehatan, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat,  Kamis (11/7/2019) KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAKepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, di kantor Dinas Kesehatan, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019)
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menilai masker kain biasa yang dijual di pasaran kurang efektif menangkal dampak polusi udara yang ada di Jakarta. Sebab, masker yang biasa dijual di pasaran hanya dapat menyaring polusi udara sebesar 10 mikron.

"Kurang efektif kalau masker bedah karena hanya dapat menembus 10 mikron (ukuran partikel polusi udara),” Widyastuti, saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk memakai masker N-95. Masker N-95 ini diyakini bisa menyaring partikel-partikel di bawah 10 mikron hingga 2,5 mikron.

Widyastuti juga mengingatkan agar pemakaian masker N-95 dilakukan dengan konsisten agar mendapat hasil maksimal.

Baca juga: Ini Enam Penyakit yang Ditimbulkan akibat Polusi Udara

"Jadi kalau menjaga terdampak polusi udara kita harus memakai masker yang konsisten. Tidak buka tutup artinya,” kata Widyastuti.

Ia mengatakan, masyarakat sering risih ketika saat memakai masker tipe N-95. Sebab masker ini memiliki lekukan di hidungnya. Bentuk seperti ini membuat masyarakat menjadi tidak nyaman.

"Jadi karena bentuk maskernya tidak pas diwajah, makanya kadang orang memakai maskernya salah. Jadi mereka gak nyaman gitu,” kata Widyastuti.

Ia pun mencontohkan masker N-95 juga digunakan oleh dokter dan perawat melakukan tindakan ke pasien yang memiliki penyakit menular.

"Jadi makanya , emang kita menggunakan masker yang ada cengkuknya," tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayar Uang Sekolah, Alasan Perampok Bercelurit di Bekasi Satroni Tempat Cuci Steam

Bayar Uang Sekolah, Alasan Perampok Bercelurit di Bekasi Satroni Tempat Cuci Steam

Megapolitan
Gelapkan 62 Mobil, Djeni Juga Tipu Perusahaan Leasing

Gelapkan 62 Mobil, Djeni Juga Tipu Perusahaan Leasing

Megapolitan
Pasca-penusukan Wiranto, Nila F Moeloek Kaget Diikuti Ratusan Polisi

Pasca-penusukan Wiranto, Nila F Moeloek Kaget Diikuti Ratusan Polisi

Megapolitan
Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

Tiga Perampok Bercelurit di Bekasi Ditangkap, Dua Pelaku Masih di Bawah Umur

Megapolitan
DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

DPRD DKI Sudah Harus Pikirkan Posisi Jakarta manakala Ibu Kota Pindah

Megapolitan
Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

Melayani Pasien Kurang Mampu, Ini Syarat untuk Menginap di Rumah Singgah Peduli

Megapolitan
Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

Gelapkan 62 Mobil Seorang Diri, Djeni Raup Rp 2,5 Miliar

Megapolitan
Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

Nila F Moeloek: Sebelum ke Pandeglang, Wiranto ke Wamena Masih Aman

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

Kronologi Penangkapan Djeni Penggelap 62 Mobil Rental, Licin hingga Harus Dijebak

Megapolitan
Kembali Jabat Wakil Ketua DPRD DKI, Taufik Janji Selesaikan Lebih Banyak Perda

Kembali Jabat Wakil Ketua DPRD DKI, Taufik Janji Selesaikan Lebih Banyak Perda

Megapolitan
Polisi Sudah Kembalikan Beberapa Mobil yang Digelapkan Djeni

Polisi Sudah Kembalikan Beberapa Mobil yang Digelapkan Djeni

Megapolitan
Napi Remaja Kasus Pembunuhan Dapat Izin Keluar Lapas untuk Daftar Kuliah

Napi Remaja Kasus Pembunuhan Dapat Izin Keluar Lapas untuk Daftar Kuliah

Megapolitan
Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Bahas Pariwisata Indonesia

Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Bahas Pariwisata Indonesia

Megapolitan
Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Tanya Kapan Susunan Kabinet Diumumkan

Dijenguk Arief Yahya, Wiranto Tanya Kapan Susunan Kabinet Diumumkan

Megapolitan
Dulu Sering Mogok dan Terbakar, Kini Bus Zhong Tong Harus Penuhi Standar Transjakarta untuk Beroperasi

Dulu Sering Mogok dan Terbakar, Kini Bus Zhong Tong Harus Penuhi Standar Transjakarta untuk Beroperasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X