Kata Pedagang Kerak Telor yang Diajak ke Maroko, Ahok Bawa Hoki

Kompas.com - 12/07/2019, 12:11 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dihampiri pedagang kerak telor ketika berkunjung ke Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (9/7/2019). Peristiwa itu kemudian ditayangkan dalam vlog Ahok di Youtube. Dok. IstimewaMantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dihampiri pedagang kerak telor ketika berkunjung ke Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (9/7/2019). Peristiwa itu kemudian ditayangkan dalam vlog Ahok di Youtube.
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Faisol, pedagang kerak telor yang sempat diperbincangkan di dunia maya setelah masuk vlog mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) mengaku sangat mengidolakan Ahok.

Adapun, Faisol bertemu Ahok yang sedang berkunjung ke Lapangan Banteng, beberapa waktu lalu.

Faisol punya alasan sendiri kenapa mengidolakan Ahok.

Sebab menurut Faisol, Ahok membawa berkah bagi kerak telor yang dijualnya.

Berkah apa?

Ia bercerita, dagangannya tak banyak dikenal orang pada awal-awal dia merintis usaha. Penjualannya juga biasa-biasa saja.

Namun, sejak dirinya berjualan di Balai Kota, kerak telornya mulai dikenal banyak orang. Ahok lah yang dulu membuka Balai Kota sebagai tempat wisata tiap akhir pekan.

Faisol berjualan di sana dan melayani para pengunjung yang berwisata di Balai Kota.

Baca juga: Cerita Pedagang Kerak Telor yang Bertemu Ahok, Mengenang Masa Kejayaannya di Balai Kota...

Ia bahkan diajak ke Maroko oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk berjualan di sana selama beberapa hari.

Sejak saat itu, kerak telornya mulai dikenal orang banyak. Pesanan demi pesanan pun selalu menghampiri kerak telornya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X