Fasilitas Park and Ride Stasiun MRT Lebak Bulus Dinilai Kumuh dan Dikelola Seadanya

Kompas.com - 12/07/2019, 13:41 WIB
Lahan park and ride di Lebak Bulus dipenuhi genangan berlumpur usai diguyur hujan pada Senin (1/4/2019) malam. KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANLahan park and ride di Lebak Bulus dipenuhi genangan berlumpur usai diguyur hujan pada Senin (1/4/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti buruknya kondisi fasilitas park and ride di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi menyebutkan sejumlah hal yang perlu ditangani pada fasilitas park and ride itu. Tulus menyebutkan, pengelolaan park and ride terkesan seadanya dan kondisinya tampak kumuh.

" Park and ride Lebak Bulus masih dikelola seadanya, tak ada unsur kenyamanan dan rasa aman bagi konsumen. Di area park and ride berdiri bedeng-bedeng yang mengesankan kumuh, untuk jualan dan toilet berbayar yang dikelola seadanya," kata Tulus dalam siaran persnya, Jumat (12/7/2019).

Baca juga: Fasilitas Park and Ride di Lebak Bulus Dinilai Masih Perlu Perbaikan

Jarak park and ride ke stasiun Lebak Bulus juga jauh. Hal itu, kata dia, bisa menurunkan minat orang untuk menggunakan moda transportasi tersebut.

"Untuk ukuran orang Jakarta yang masih tergolong malas jalan kaki, jarak yang jauh akan mengakibatkan malas pula menggunakan MRT," kata dia.

Selain itu, lokasi park and ride yang jauh tidak didukung dengan fasilitas jembatan penyebrangan orang (JPO). Warga harus menyeberangi jalan utama yang menikung, dari arah Pondok Indah dan Jalan TB Simatupang.

"Jarak park and ride yang jauh itu juga tidak dilengkapi dengan kanopi untuk melindungi calon konsumen dari panas terik matahari, polusi udara, dan risiko hujan deras," kata dia.

Dia meminta pihak Pemprov DKI Jakarta dan pihak lain yang terkait untuk membenahi pengelolaan park and ride di Stasiun MRT Lebak Bulus. Menurut dia, hal tersebut demi kenyamanan dan keamanan para konsumen yang menggunakan MRT.

"Janganlah MRT yang merupakan infrastruktur modern dan canggih itu dikelola dengan mentalitas tradisional dan konvensional," ujar dia.

Baca juga: Menengok Park and Ride Stasiun MRT Fatmawati yang Masih Gratis



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Megapolitan
Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Megapolitan
Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Megapolitan
Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Megapolitan
Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Megapolitan
Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Megapolitan
Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Megapolitan
Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Megapolitan
Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Megapolitan
Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang 'Kurang Akur'

Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang "Kurang Akur"

Megapolitan
Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X