Terkepung Proyek Tol, SMPN 21 Kota Tangerang Terancam Tak Ikut Adiwiyata Tingkat Nasional

Kompas.com - 12/07/2019, 16:34 WIB
Kondisi SMP Negeri 21 Kota Tangerang yang terkepung tumpukan tanah dan material pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta, Jumat (12/7/2019). KOMPAS.com/ VERRYANA NOVITA NINGRUMKondisi SMP Negeri 21 Kota Tangerang yang terkepung tumpukan tanah dan material pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta, Jumat (12/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah SMP Negeri 21 Kota Tangerang terancam tidak bisa mengikuti Adiwiyata tingkat nasional.

Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Lingkungan Hidup dalam upaya rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah SMP Negeri 21 Kota Tangerang Sarnoto menjelaskan, pihaknya terancam tak bisa ikut Adiwiyata tingkat nasional lantaran kondisi bangunan sekolah yang terlalu berdebu akibat dampak pembangunan jalan Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau kondisi seperti ini, pasti batal ikut Adiwiyata tingkat nasional, mana bisa sekolah berdebu begini ikut Adiwiyata," kata Sarnoto saat ditemui pada Jumat (12/07/2019).

Baca juga: Pembangunan Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta Kepung SMPN 21 Kota Tangerang

Untuk membangun sekolah Adiwiyata, sekolah itu harus memiliki syarat bersih dan hijau, ramah bagi siswa dan guru.

Namun, sejak pembangunan jalan tol tersebut, sekolah itu menjadi penuh dengan debu. Ruang-ruang kelas tampak gersang, pohon-pohon tidak lagi hijau.

Pantauan Kompas.com, dari depan sekolah terlihat tumpukan-tumpukan tanah material pembangunan tol. Beton-beton sudah terlihat tersusun tepat di depan sekolah.

Ketika angin berembus, debu-debu bukan hanya menyelinap, tapi mengepung sekolah itu. Menjadi gelap dan kotor.

Sarnoto mengaku tidak masalah dengan pembangunan apapun, apalagi sifatnya untuk kepentingan nasional. Namun, dia berharap segera ada solusi agar tidak merugikan siswa yang bersekolah.

"Sebenarnya saya enggak masalah, yang penting masalah debu-debu ini cepat ada solusi, juga kalau bisa pembangunannya dipercepat," kata Sarnoto.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies: 3,7 Juta Warga DKI Mesti Dibantu karena Terdampak Covid-19

Anies: 3,7 Juta Warga DKI Mesti Dibantu karena Terdampak Covid-19

Megapolitan
Pasien Positif Covid-19 yang Sembuh di RSUP Persahabatan Kini 22 Orang

Pasien Positif Covid-19 yang Sembuh di RSUP Persahabatan Kini 22 Orang

Megapolitan
Pemkot Tangsel akan Bahas Rencana Bantuan Warga Miskin di Tengah Wabah Corona

Pemkot Tangsel akan Bahas Rencana Bantuan Warga Miskin di Tengah Wabah Corona

Megapolitan
Cerita Warteg di Menteng Bagikan Makan Gratis untuk Ojol di Tengah Pandemi Covid-19

Cerita Warteg di Menteng Bagikan Makan Gratis untuk Ojol di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Hari Ini, Anies Usulkan Status PSBB untuk Jakarta kepada Menkes

Hari Ini, Anies Usulkan Status PSBB untuk Jakarta kepada Menkes

Megapolitan
Untuk Pertama Kali, Satu Pasien Positif Covid-19 di Bekasi Dinyatakan Sembuh

Untuk Pertama Kali, Satu Pasien Positif Covid-19 di Bekasi Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
Meski Sering Diimbau Jangan Mudik, Ratusan Orang Masih Nekat Pulang Kampung Melalui Terminal Pulogebang

Meski Sering Diimbau Jangan Mudik, Ratusan Orang Masih Nekat Pulang Kampung Melalui Terminal Pulogebang

Megapolitan
Kapolsek Kembangan Gelar Resepsi di Tengah Corona, Warga: Harusnya Dimarahi Seperti di Video Viral Itu

Kapolsek Kembangan Gelar Resepsi di Tengah Corona, Warga: Harusnya Dimarahi Seperti di Video Viral Itu

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19, Penumpang Domestik Soekarno-Hatta Diperiksa

Cegah Penyebaran Covid-19, Penumpang Domestik Soekarno-Hatta Diperiksa

Megapolitan
3 Pekerja di Bandara Soekarno-Hatta Sempat Positif Covid-19, Kini Sudah Sembuh

3 Pekerja di Bandara Soekarno-Hatta Sempat Positif Covid-19, Kini Sudah Sembuh

Megapolitan
Kapolsek Kembangan Tetap Gelar Resepsi, Warga: Padahal Polisi Bubarin Pesta Pernikahan Warga

Kapolsek Kembangan Tetap Gelar Resepsi, Warga: Padahal Polisi Bubarin Pesta Pernikahan Warga

Megapolitan
Dua Lansia Terjebak di Jakarta karena Corona, Ingin Pulang agar Bisa Puasa di Kampung

Dua Lansia Terjebak di Jakarta karena Corona, Ingin Pulang agar Bisa Puasa di Kampung

Megapolitan
Barang Milik Pedagang yang Dibunuh di Cimanggis Tak Ada yang Raib

Barang Milik Pedagang yang Dibunuh di Cimanggis Tak Ada yang Raib

Megapolitan
Terapkan Isolasi Kemanusiaan di Bekasi, Wakil Wali Kota: Untuk Shock Therapy Warga yang Keluar Rumah

Terapkan Isolasi Kemanusiaan di Bekasi, Wakil Wali Kota: Untuk Shock Therapy Warga yang Keluar Rumah

Megapolitan
DKI Cari Relawan Psikolog untuk Konseling Tenaga Medis Covid-19

DKI Cari Relawan Psikolog untuk Konseling Tenaga Medis Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X