Angkasa Pura II Segera Kirim Bagasi Penumpang yang Tertahan Akibat Listrik Padam di Terminal 3

Kompas.com - 15/07/2019, 12:44 WIB
Suasana pintu masuk Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, jelang long weekend, Kamis (31/8/2017) siang. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana pintu masuk Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, jelang long weekend, Kamis (31/8/2017) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Humas Angkasa Pura II Febri Toga memastikan bagasi dan barang sebagian penumpang yang tertinggal di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat listrik padam akan dikirim.

Mereka akan berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang digunakan oleh para penumpang.

"Selanjutnya kita akan koordinasikan dengan teman-teman airline untuk dikirim langsung di next flight sampai tujuan," ucap Febri saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/7/2019).


Pemberitahuan ini akan disampaikan oleh pihak maskapai kepada para penumpang.

Terkait penerbangan ke Krui, Lampung yang hanya ada satu penerbang satu hari pihak Angkasa Pura II akan mencoba untuk mengirim bagasi secepatnya.

Baca juga: Penumpang Keluhkan Listrik Terminal 3 Soekarno-Hatta yang Padam 1,5 Jam

"Itu kewenangan airline, kami berusaha hari ini. Tapi kita koordinasi," kata dia.

Febri pun memohon maaf atas ketidaknyamanan para penumpang akibat padamnya listrik

"Intinya sudah normal dan kami mohon maaf kepada pengguna jasa atas ketidaknyamanan," tuturnya.

Sebelumnya, terminal 3 Soetta mengalami padam listrik selama satu setengah jam, pada Senin (15/7/2019) pagi.

Baca juga: Listrik Padam di Terminal 3 Bandara Soetta, Ini Penjelasan Angkasa Pura II

Hal ini dikeluhkan oleh penumpang seperti yang dituliskan Bugi Sumirat dalam akun twitternya @kangbugi.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minggu, Kawasan Monas Akan Ditutup karena Ada Pelantikan Presiden

Minggu, Kawasan Monas Akan Ditutup karena Ada Pelantikan Presiden

Megapolitan
Seorang Guru Ngaji di Jatinegara Diduga Cabuli 7 Bocah Perempuan

Seorang Guru Ngaji di Jatinegara Diduga Cabuli 7 Bocah Perempuan

Megapolitan
Ada Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Hanya Sampai Stasiun Kebayoran

Ada Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Hanya Sampai Stasiun Kebayoran

Megapolitan
Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Megapolitan
Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Megapolitan
Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X