Minta Kepastian Soal Banding, Pengacara Akan Temui Ratna Sarumpaet

Kompas.com - 15/07/2019, 17:50 WIB
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet (tengah) tiba untuk menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Ratna sebelumnya dituntut jaksa penuntut umum dengan pidana enam tahun penjara. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANTerdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet (tengah) tiba untuk menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Ratna sebelumnya dituntut jaksa penuntut umum dengan pidana enam tahun penjara.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Besok, Ratna Sarumpaet akan diminta memastikan apakah dirinya akan mengajukan banding atau tidak atas putusan majelis hakim yang memvonisnya dua tahun penjara.

Hal tersebut dikatakan kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi saat dihubungi di Jakarta.

"Besok rencana saya mau besuk ke Polda Metro Jaya untuk memastikan sikap Ibu Ratna Sarumpaet tentang upaya hukum banding ini," ujar dia, Senin (15/7/2019).

"Besok mudah-mudahan sudah ada kepastian tentang sikap Ibu RS tentang upaya hukum banding ini," kata dia.

Sebelum, Ratna Sarumpaet divonis kurungan dua tahun penjara oleh majelis hakim atas kasus penyebaran berita bohong.

Baca juga: Kebohongan Ratna Sarumpaet, Operasi Plastik Berujung Penjara

Ratna dijerat dengan Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana karena diduga dengan sengaja menimbulkan keonaran. 

Atas vonis tersebut, hakim memberikan waktu selama 7 hari sejak vonis dibacakan (11/7/2019) bagi kuasa hukum untuk mengajukan banding.

Usai sidang, Ratna kembali melempar unek-uneknya kepada awak media. Dia bersikeras kebohonganya tidak berpotensi menimbulkan keonaran.

Baca juga: Kata Jaksa Agung soal Vonis 2 Tahun Penjara Ratna Sarumpaet

Hal tersebut berseberangan dengan pendapat majelis hakim yang menilai kebohongan Ratna dapat menimbulkan benih-benih keonaran.

"Kalau ada alasan lain mungkin saya lebih bisa menerima. Tetapi karena di dalam logika dasar saya keonaran itu bukan seperti yang saya lakukan," kata Ratna

"Ya saya rasa memang seperti yang saya katakan di awal persidangan ini, bahwa ini politik. Jadi saya sabar saja," lanjutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengaku Lalai, Pengendara Moge yang Terobos Ring 1 Menyesal dan Minta Maaf

Mengaku Lalai, Pengendara Moge yang Terobos Ring 1 Menyesal dan Minta Maaf

Megapolitan
Jalur Sepeda di Sudirman Diterobos Mobil, Sudinhub Bilang Hanya Bisa Patroli Pagi dan Sore

Jalur Sepeda di Sudirman Diterobos Mobil, Sudinhub Bilang Hanya Bisa Patroli Pagi dan Sore

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Penipu Modus Menang Undian Lewat SMS, Sebulan Raup Rp 200 Juta

Polisi Tangkap 2 Penipu Modus Menang Undian Lewat SMS, Sebulan Raup Rp 200 Juta

Megapolitan
Paspampres Persilakan Polisi Tangani Kasus Pengendara Motor yang Terobos Penjagaan

Paspampres Persilakan Polisi Tangani Kasus Pengendara Motor yang Terobos Penjagaan

Megapolitan
MTI Sambut Baik Jalur Sepeda Permanen di Jalan Sudirman-Thamrin

MTI Sambut Baik Jalur Sepeda Permanen di Jalan Sudirman-Thamrin

Megapolitan
2 Remaja di Tangsel Dibacok Sekelompok Orang Tak Dikenal

2 Remaja di Tangsel Dibacok Sekelompok Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Pelaku Penyebar Video Mirip Pesinetron adalah Pengelola Situs Porno

Pelaku Penyebar Video Mirip Pesinetron adalah Pengelola Situs Porno

Megapolitan
Disuntik Vaksin Covid-19, Pedagang Pasar di Kota Tangerang: Terima Kasih, Pak Jokowi

Disuntik Vaksin Covid-19, Pedagang Pasar di Kota Tangerang: Terima Kasih, Pak Jokowi

Megapolitan
Residivis Kembali Curi Motor untuk Beli Sabu

Residivis Kembali Curi Motor untuk Beli Sabu

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL

Polisi Tangkap Dua Penyebar Video Berkonten Pornografi Mirip Pesinetron GL

Megapolitan
3 Residivis Ditangkap di Lampung, 10 Kali Mencuri Motor di Jakarta dan Depok

3 Residivis Ditangkap di Lampung, 10 Kali Mencuri Motor di Jakarta dan Depok

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Tata Trotoar Sepanjang 4,6 Km di Kebayoran Baru Mulai Mei 2021

Pemprov DKI Akan Tata Trotoar Sepanjang 4,6 Km di Kebayoran Baru Mulai Mei 2021

Megapolitan
Ini 8 Lokasi Tambahan untuk Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Barat

Ini 8 Lokasi Tambahan untuk Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Barat

Megapolitan
Mantan Paspampres: Polisi Perlu Tindak Keras Pengendara Motor yang Terobos Ring 1

Mantan Paspampres: Polisi Perlu Tindak Keras Pengendara Motor yang Terobos Ring 1

Megapolitan
Update 1 Maret: RS Covid-19 Wisma Atlet Terisi 79,5 Persen

Update 1 Maret: RS Covid-19 Wisma Atlet Terisi 79,5 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X