Kompas.com - 15/07/2019, 22:59 WIB

BEKASI, KOMPAS.com -  Para pedagang hewan kurban di Bekasi, Jawa Barat diminta jeli memeriksa kesehatan hewan-hewan kurban terutama saat hendak membelinya dari daerah lain. Ada sejumlah hal berkaitan dengan kesehatan hewan kurban yang patut diperhatikan.

"Nanti hewan kurban kan datang dari daerah lain, Bekasi kan bukan daerah penghasil utama peternakan. Jadi, kemungkinan dibawa dari daerah lain. Nah, pertama yang kita tanya surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dulu," ujar dokter hewan pada Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Dahlia Dhestinia kepada Kompas.com, Senin (15/7/2019) malam.

"Harusnya tiap pengiriman sudah ada SKKH. Harus ditanyakan sebelum beli," tegasnya.

Menurut Dahlia, memastikan hewan kurban yang dibeli telah disertai SKKH itu adalah hal penting. Sebab, hewan-hewan kurban berpotensi sakit dalam pengiriman.

Baca juga: Pemkot Bekasi Bakal Periksa Kesehatan Hewan Kurban Pekan Depan

Jika hewan kurban yang ditebus dari daerah sudah tak lolos uji kesehatan, kondisinya bisa makin parah ketika tiba di Bekasi.

"Untuk memastikan, sejauh dibawa dari sana dia dalam kondisi sehat. Kalau dia sakit, ya karena perjalanan. Pasti. Itu kan perjalanan, sampai di sini kan bisa cuaca berubah, ada risiko perubahan lain," kata dia.

Dahlia menyebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi sendiri menjamin bakal tetap memeriksa kesehatan hewan-hewan kurban kendati tanpa SKKH. Namun, diagnosis kondisi kesehatan hewan kurban bisa lebih akurat jika hewan telah disertai SKKH. Pasalnya, apabila sakit, kemungkinan besar penyebabnya terjadi selama pengiriman.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Pengguna Go-Jek Bisa Ikut Program Kurban Via Aplikasi

Di samping mengecek SKKH, pedagang diminta jangan sampai abai terhadap penyakit hewan kurban yang dapat dikenali secara kasat mata. Setibanya di Bekasi, hewan-hewan kurban juga harus dirawat dengan baik.

Apalagi, Pemerintah Kota Bekasi berencana melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara berkala sejak pekan depan. Hewan kurban yang tak lolos pemeriksaan kesehatan tak direkomendasikan untuk disembelih pada hari raya Idul Adha mendatang.

"Yang pasti, cari yang terlihat sehat, tidak menunjukkan gejala sakit apa pun, pincang, pilek, atau cacat fisik," kata Dahlia.

"Kesehatannya nanti tergantung manajemen pedagang, baik atau enggak memelihara dan merawat hewan-hewan," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agar Perjalanan Tak Terhambat, Begini Aturan Terbaru Naik Transjakarta...

Agar Perjalanan Tak Terhambat, Begini Aturan Terbaru Naik Transjakarta...

Megapolitan
Kala Hillary Brigitta dan Mamat Alkatiri Buka Peluang Damai di Kasus Pencemaran Nama Baik...

Kala Hillary Brigitta dan Mamat Alkatiri Buka Peluang Damai di Kasus Pencemaran Nama Baik...

Megapolitan
Saat Tajudin Lolos dari Segala Sanksi Usai Suruh Sopir Truk Push Up dan Berguling...

Saat Tajudin Lolos dari Segala Sanksi Usai Suruh Sopir Truk Push Up dan Berguling...

Megapolitan
Sering Jadi Penyebab Kebakaran di Jakarta, Apa Pemicu Korsleting Listrik?

Sering Jadi Penyebab Kebakaran di Jakarta, Apa Pemicu Korsleting Listrik?

Megapolitan
4 Pohon di Jakpus Tumbang Imbas Hujan Deras, Pemkot Akan Pangkas Pohon Rawan Tumbang

4 Pohon di Jakpus Tumbang Imbas Hujan Deras, Pemkot Akan Pangkas Pohon Rawan Tumbang

Megapolitan
Ekspresi Lesu Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara dan Harapan Hukuman Maksimal...

Ekspresi Lesu Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara dan Harapan Hukuman Maksimal...

Megapolitan
Pengamen hingga Manusia Gerobak di Jakpus Dirazia Satpol PP, Akan Dipulangkan ke Kampung Halaman

Pengamen hingga Manusia Gerobak di Jakpus Dirazia Satpol PP, Akan Dipulangkan ke Kampung Halaman

Megapolitan
Peluang Kasus Baim Wong Berakhir Damai Vs Dorongan Pelapor untuk Lanjutkan Kasus

Peluang Kasus Baim Wong Berakhir Damai Vs Dorongan Pelapor untuk Lanjutkan Kasus

Megapolitan
Kekhawatiran Warga Asli Pulau Seribu di Balik Megahnya Pelabuhan Muara Angke

Kekhawatiran Warga Asli Pulau Seribu di Balik Megahnya Pelabuhan Muara Angke

Megapolitan
Kini Tiket ke Kepulauan Seribu Bisa Dibeli Lewat Aplikasi, Begini Caranya…

Kini Tiket ke Kepulauan Seribu Bisa Dibeli Lewat Aplikasi, Begini Caranya…

Megapolitan
Indra Kenz Siapkan Pembelaan Usai Dituntut 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 M

Indra Kenz Siapkan Pembelaan Usai Dituntut 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 M

Megapolitan
Saat Orang Miskin Begal Orang Miskin, Motor Pedagang Mi Ayam Dirampas Para Penganggur

Saat Orang Miskin Begal Orang Miskin, Motor Pedagang Mi Ayam Dirampas Para Penganggur

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Polisi Buka Peluang Damai untuk Baim Wong | Saat Hillary Lasut Ramai-ramai Dikritik

[POPULER JABODETABEK] Saat Polisi Buka Peluang Damai untuk Baim Wong | Saat Hillary Lasut Ramai-ramai Dikritik

Megapolitan
ABK Minta Anies Tinjau Pelabuhan Muara Angke Diam-diam: Jangan Dengar Kata Bawahannya...

ABK Minta Anies Tinjau Pelabuhan Muara Angke Diam-diam: Jangan Dengar Kata Bawahannya...

Megapolitan
Jangan Takut! Begini Cara Menghadapi Situasi KDRT, Lapor ke Polisi hingga via Online

Jangan Takut! Begini Cara Menghadapi Situasi KDRT, Lapor ke Polisi hingga via Online

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.