Sebelum Beli Hewan Kurban dari Daerah, Pedagang Diminta Perhatikan Hal Ini

Kompas.com - 15/07/2019, 22:59 WIB
Proses pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Dharma Jaya yang terletak di kawasan Cilincing, Jakarta Timur, Rabu (22/8/2018). Kompas.com/Sherly PuspitaProses pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Dharma Jaya yang terletak di kawasan Cilincing, Jakarta Timur, Rabu (22/8/2018).

BEKASI, KOMPAS.com -  Para pedagang hewan kurban di Bekasi, Jawa Barat diminta jeli memeriksa kesehatan hewan-hewan kurban terutama saat hendak membelinya dari daerah lain. Ada sejumlah hal berkaitan dengan kesehatan hewan kurban yang patut diperhatikan.

"Nanti hewan kurban kan datang dari daerah lain, Bekasi kan bukan daerah penghasil utama peternakan. Jadi, kemungkinan dibawa dari daerah lain. Nah, pertama yang kita tanya surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dulu," ujar dokter hewan pada Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Dahlia Dhestinia kepada Kompas.com, Senin (15/7/2019) malam.

"Harusnya tiap pengiriman sudah ada SKKH. Harus ditanyakan sebelum beli," tegasnya.

Menurut Dahlia, memastikan hewan kurban yang dibeli telah disertai SKKH itu adalah hal penting. Sebab, hewan-hewan kurban berpotensi sakit dalam pengiriman.


Baca juga: Pemkot Bekasi Bakal Periksa Kesehatan Hewan Kurban Pekan Depan

Jika hewan kurban yang ditebus dari daerah sudah tak lolos uji kesehatan, kondisinya bisa makin parah ketika tiba di Bekasi.

"Untuk memastikan, sejauh dibawa dari sana dia dalam kondisi sehat. Kalau dia sakit, ya karena perjalanan. Pasti. Itu kan perjalanan, sampai di sini kan bisa cuaca berubah, ada risiko perubahan lain," kata dia.

Dahlia menyebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi sendiri menjamin bakal tetap memeriksa kesehatan hewan-hewan kurban kendati tanpa SKKH. Namun, diagnosis kondisi kesehatan hewan kurban bisa lebih akurat jika hewan telah disertai SKKH. Pasalnya, apabila sakit, kemungkinan besar penyebabnya terjadi selama pengiriman.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Pengguna Go-Jek Bisa Ikut Program Kurban Via Aplikasi

Di samping mengecek SKKH, pedagang diminta jangan sampai abai terhadap penyakit hewan kurban yang dapat dikenali secara kasat mata. Setibanya di Bekasi, hewan-hewan kurban juga harus dirawat dengan baik.

Apalagi, Pemerintah Kota Bekasi berencana melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara berkala sejak pekan depan. Hewan kurban yang tak lolos pemeriksaan kesehatan tak direkomendasikan untuk disembelih pada hari raya Idul Adha mendatang.

"Yang pasti, cari yang terlihat sehat, tidak menunjukkan gejala sakit apa pun, pincang, pilek, atau cacat fisik," kata Dahlia.

"Kesehatannya nanti tergantung manajemen pedagang, baik atau enggak memelihara dan merawat hewan-hewan," tutupnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Tangerang Ingatkan Warganya untuk Isi Sensus Penduduk Online 2020

Wali Kota Tangerang Ingatkan Warganya untuk Isi Sensus Penduduk Online 2020

Megapolitan
Begini Kesepakatan 'Bagi Jatah' Koalisi Gerindra-PDI-P Jelang Pilkada Depok 2020

Begini Kesepakatan "Bagi Jatah" Koalisi Gerindra-PDI-P Jelang Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Black Owl Positif Narkoba Bertambah

Jumlah Pengunjung Black Owl Positif Narkoba Bertambah

Megapolitan
Beredar Info Pembuatan SIM Kolektif Tanpa Tes, Polisi Sebut Itu Hoaks

Beredar Info Pembuatan SIM Kolektif Tanpa Tes, Polisi Sebut Itu Hoaks

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemeras Sopir Truk di Cengkareng

Polisi Tangkap Pemeras Sopir Truk di Cengkareng

Megapolitan
Yenny Sucipto Ikut Penjaringan Calon Wali Kota, Anggap Depok Stagnan 15 Tahun Terakhir

Yenny Sucipto Ikut Penjaringan Calon Wali Kota, Anggap Depok Stagnan 15 Tahun Terakhir

Megapolitan
Kisruh Rekomendasi Formula E hingga Tudingan Ketua DPRD, Anies Serahkan pada Sekda

Kisruh Rekomendasi Formula E hingga Tudingan Ketua DPRD, Anies Serahkan pada Sekda

Megapolitan
Polisi Geledah Rumah 2 Pria yang Bawa Alat Isap Sabu-sabu ke Polres Jaksel

Polisi Geledah Rumah 2 Pria yang Bawa Alat Isap Sabu-sabu ke Polres Jaksel

Megapolitan
Daftar Penjaringan di DPP PDIP, Mantan Sekjen FITRA Siap Maju Pilkada Depok

Daftar Penjaringan di DPP PDIP, Mantan Sekjen FITRA Siap Maju Pilkada Depok

Megapolitan
Warga Batan Indah Tak Khawatir dengan Radiasi Nuklir di Area Perumahan Mereka

Warga Batan Indah Tak Khawatir dengan Radiasi Nuklir di Area Perumahan Mereka

Megapolitan
2 Pengunjung Polres Metro Jaksel Ditangkap karena Bawa Alat Timbang dan Isap Sabu-sabu

2 Pengunjung Polres Metro Jaksel Ditangkap karena Bawa Alat Timbang dan Isap Sabu-sabu

Megapolitan
Pembangunan Stasiun MRT Monas Disebut Tak Akan Ganggu Formula E

Pembangunan Stasiun MRT Monas Disebut Tak Akan Ganggu Formula E

Megapolitan
Kapolda Metro Jaya Temui Anies, Bahas Pencegahan Tawuran hingga Peredaran Narkoba

Kapolda Metro Jaya Temui Anies, Bahas Pencegahan Tawuran hingga Peredaran Narkoba

Megapolitan
Imigrasi Catat Ada 7.588 WNA yang Tinggal di Bekasi, Didomimasi Warga Jepang

Imigrasi Catat Ada 7.588 WNA yang Tinggal di Bekasi, Didomimasi Warga Jepang

Megapolitan
Viral Maling Motor di Tanjung Priok, Polisi Selidiki Pelakunya

Viral Maling Motor di Tanjung Priok, Polisi Selidiki Pelakunya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X