Ondel-ondel Jalanan, Boneka Betawi yang Kehilangan Sakralitasnya

Kompas.com - 16/07/2019, 06:30 WIB
Ondel-ondel dipajang di pinggir Jalan Raya Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017). Warga di permukiman padat penduduk ini banyak yang menggantungkan mata pencaharian dengan membuat ondel-ondel maupun mengamen dengan ondel-ondel.

Kompas/Dian Dewi Purnamasari (DEA)
10-01-2017 KOMPAS/DIAN DEWI PURNAMASARIOndel-ondel dipajang di pinggir Jalan Raya Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017). Warga di permukiman padat penduduk ini banyak yang menggantungkan mata pencaharian dengan membuat ondel-ondel maupun mengamen dengan ondel-ondel. Kompas/Dian Dewi Purnamasari (DEA) 10-01-2017


KOMPAS.com - Hembusan angin malam Jakarta tak terasa bagi Anggi yang tengah berjalan berkeliling kawasan Kramat dan Senen. Gadis 15 tahun itu menggendong ondel-ondel yang beratnya mencapai 10 kilogram.

“Ya berat, berat banget, tapi lama-lama biasa,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (14/7/2019).

Anggi mulai mengamen ondel-ondel sejak tiga tahun lalu, setelah ia lulus SD. Perawakannya yang kecil tak menyurutkan langkahnya membopong rangka ondel-ondel yang berat. Perlu uang untuk jajan, katanya.

“Perlulah buat makan sehari-hari,” ujar dia.

Baca juga: Ondel-ondel dan Pertarungan Belief Masyarakat Betawi

Padahal, penghasilan dari mengamen ondel-ondel tak banyak. Saban sore, Anggi dan tetangga perempuannya mengamen dari rumah mereka di kawasan Senen.

Mereka menyewa ondel-ondel milik seorang "juragan" di kawasan Gaplok, Senen. "Sang Juragan" memiliki 11 ondel-ondel yang disewakannya kepada anak-anak yang butuh uang di sekitar Senen.

Tarif sewa yang jadi setoran tiap malamnya sebesar Rp 30.000. Dipotong sewa, Anggi dan temannya biasa membawa sekitar Rp 20.000 untuk dibawa pulang.

“Kalau keluar mahgrib sampai jam 22.00 biasanya dapatlah Rp 50.000,” kata Anggi.

Untuk nominal yang tak banyak, Anggi harus berkeliling membopong boneka Betawi itu dan bergoyang-goyang. Ia istirahat setiap jam karena kelelahan memanggul ondel-ondel.

Anggi melakukan semua ini semata untuk kebutuhan ekonominya. Ia tak tahu asal-usul atau makna di balik ondel-ondel.

“Eggak tahu, pokoknya tiba-tiba (ondel-ondel) diarak aja. Saya tahu sebenarnya enggak boleh (dipakai mengamen), tapi gimana, buat makan,” ujar Anggi.

Pelecehan budaya

Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Beky Mardani menyayangkan ondel-ondel kini lebih sering ditemui di jalanan dan dijadikan alat mengamen seadanya.

Bahkan kegiatan mengamen ini cenderung mengeksploitasi anak karena sebagian besar yang melakukannya masih di bawah umur.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Hujan Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Hujan Siang hingga Sore

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengendara Motor Tewas usai Terobos Lampu Merah dan Tabrak Mobil | Pedagang di Tangsel Diancam Dirusak Lapaknya oleh Ormas

[POPULER JABODETABEK] Pengendara Motor Tewas usai Terobos Lampu Merah dan Tabrak Mobil | Pedagang di Tangsel Diancam Dirusak Lapaknya oleh Ormas

Megapolitan
Street Race Polda Metro Jaya Tak Akan Terapkan Sistem Kejuaraan, Ini Alasannya...

Street Race Polda Metro Jaya Tak Akan Terapkan Sistem Kejuaraan, Ini Alasannya...

Megapolitan
Minta Polda Metro Perbesar Pit Stop Ajang Street Race, Pebalap: Sekarang Dempet-dempetan

Minta Polda Metro Perbesar Pit Stop Ajang Street Race, Pebalap: Sekarang Dempet-dempetan

Megapolitan
Street Race di Ancol Rampung, Polda Metro Jaya Soroti Masalah Ketertiban Penonton

Street Race di Ancol Rampung, Polda Metro Jaya Soroti Masalah Ketertiban Penonton

Megapolitan
Wagub DKI: BOR RS untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Semakin Bertambah

Wagub DKI: BOR RS untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Semakin Bertambah

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 566, Kasus Aktif Kini 3.816

UPDATE 16 Januari: Pasien Covid-19 di Jakarta Bertambah 566, Kasus Aktif Kini 3.816

Megapolitan
Polda Metro Jaya Harap Sirkuit Formula E Bisa Dipakai untuk Street Race

Polda Metro Jaya Harap Sirkuit Formula E Bisa Dipakai untuk Street Race

Megapolitan
Sindir Halus Ketua DPRD di Acara Street Race, Bamsoet: Mudah-mudahan Pak Pras Tak keberatan Formula E di Ancol...

Sindir Halus Ketua DPRD di Acara Street Race, Bamsoet: Mudah-mudahan Pak Pras Tak keberatan Formula E di Ancol...

Megapolitan
PTM Lanjut meski Kasus Covid-19 Ada di 15 Sekolah, Wagub: Jumlah Sekolah di Jakarta 10.429

PTM Lanjut meski Kasus Covid-19 Ada di 15 Sekolah, Wagub: Jumlah Sekolah di Jakarta 10.429

Megapolitan
Dini Hari, Petugas Damkar Depok Berburu Ular Sanca yang Lepas di Permukiman Warga

Dini Hari, Petugas Damkar Depok Berburu Ular Sanca yang Lepas di Permukiman Warga

Megapolitan
Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Ditanya Soal Tunjangan Operasional, Wagub DKI Jawab dengan Pamer WTP 4 Kali

Megapolitan
Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Krisis Air di Jakarta Utara, Wagub DKI: Ini Ibukota, Tidak Boleh Ada Warga yang Kesulitan Air

Megapolitan
Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Terobos Lampu Merah Lalu Tabrak Mobil di Pondok Indah, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Megapolitan
Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Cegah Praktik Judi saat Street Race Ancol, Polda Metro Jaya Siapkan Doorprize

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.