Kompas.com - 16/07/2019, 17:04 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi menuding Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi tak menguasai permasalahan pendidikan di lapangan selepas penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019.

Salah satunya menyangkut temuan BMPS soal adanya kelas di salah satu SMP Negeri yang melampaui kuota.

"Saya bilangin, ada murid SMP PGRI Pondok Gede keluar 16 anak, masuk SMP Negeri 6. Terus, SMP Negeri 6 jadi ada 42 siswa per rombel (rombongan belajar). Dinasnya enggak ngerti kalau ada siswanya 42 per rombel," kata Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly dalam orasinya selepas pertemuan dengan jajaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi di Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (16/7/2019).

"SMP Negeri 6 itu 42 siswa per rombel. Peraturan Gubernur dan Peraturan Menteri Pendidikan itu per rombel 32 siswa. Diisi 42, kagak tahu itu kepala dinas," imbuhnya.

Baca juga: Demo Wali Kota Bekasi, Sekolah Swasta Minta Stop Penambahan Sekolah Baru

BMPS menyebut, pertemuan pihaknya dengan jajaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi berakhir buntu. Pasalnya, pihak dinas tidak bisa mengambil keputusan.

Sedianya mereka ingin bertemu Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Namun, wali kota sedang tak di kantornya.

"Tujuan utama adalah ketemu wali kota, kepala dinas dan staf ahli tidak bisa beri jawaban. Tidak ada negosiasi, tidak ada titik temu. Seperti berbalas pantun kami berdebat kusir. Pejabat yang di dalam nggak bisa berikan jawaban terhadap apa yang kami tuntut," ungkap Ayung.

Baca juga: Kisah dari SMP Swasta di Bekasi yang Hanya Kedatangan 2 Siswa Baru...

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah menepis klaim BMPS. Dia menyebut, pihaknya senantiasa mengacu peraturan wali kota (perwal) dalam penentuan jumlah kursi dalam satu rombel.

Dalam Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 54 Tahun 2019, disebutkan bahwa jumlah siswa per rombel di Bekasi berjumlah 36-40 siswa.

"Tidak ada. Di dalam perwal itu satu rombel 36-40 siswa. Pokoknya di perwal kita 36-40," kata Inayatullah.

"Insya Allah tidak ada (overkapasitas). Kita berharap 36-40," tambahnya.

Baca juga: Sekolah Swasta di Bekasi Merasa Dianaktirikan dan Akan Gelar Aksi di Depan Wali Kota

Dalam aksinya, ada lima butir tuntutan yang hendak disampaikan para pengunjuk rasa melalui aksinya siang ini.

Pertama, menolak pendirian unit sekolah baru di Bekasi yang tanpa melalui kajian dan persiapan sarana dan prasarana yang memadai.

Kedua, menolak intervensi wali kota terkait kebijakan terhadap SMA dan SMK negeri yang sudah dialih ke provinsi.

Ketiga, menuntut wali kota Bekasi agar bertindak adil dalam melindungi hak sekolah swasta dalam PPDB.

Keempat, menolak dikotomi sekolah negeri dan swasta di Bekasi.

Terakhir, menuntut paradigma baru dengan pendidikan yang sama baik negeri maupun swasta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buruh Demo di Patung Kuda, KASBI: Bentuk Konkret Kritik Kami untuk Penguasa

Buruh Demo di Patung Kuda, KASBI: Bentuk Konkret Kritik Kami untuk Penguasa

Megapolitan
Belum Ada Massa Demo, Arus Lalu Lintas di Depan Gedung DPR/MPR RI Masih Lancar Sore Ini

Belum Ada Massa Demo, Arus Lalu Lintas di Depan Gedung DPR/MPR RI Masih Lancar Sore Ini

Megapolitan
Demo di Patung Kuda, Buruh Bawa Boneka Tikus dan Buku Omnibus Law Raksasa

Demo di Patung Kuda, Buruh Bawa Boneka Tikus dan Buku Omnibus Law Raksasa

Megapolitan
Situasi Terkini di Gedung DPR RI: Massa Demo Belum Datang, Polisi Pasang Kawat Berduri

Situasi Terkini di Gedung DPR RI: Massa Demo Belum Datang, Polisi Pasang Kawat Berduri

Megapolitan
Cerita Pelanggan Jajan di Warung Kerek Jaksel: Duit Taruh Ember lalu Dikerek, Makanan Diantar...

Cerita Pelanggan Jajan di Warung Kerek Jaksel: Duit Taruh Ember lalu Dikerek, Makanan Diantar...

Megapolitan
Buru Pelempar Batu ke 2 Mobil di Kebayoran Lama, Polisi Periksa 10 Kamera CCTV

Buru Pelempar Batu ke 2 Mobil di Kebayoran Lama, Polisi Periksa 10 Kamera CCTV

Megapolitan
4.904 Titik Jalan Berlubang di Jaksel Diperbaiki, Kerusakan Paling Banyak di Kebayoran Lama

4.904 Titik Jalan Berlubang di Jaksel Diperbaiki, Kerusakan Paling Banyak di Kebayoran Lama

Megapolitan
Internet Bandara Soekarno-Hatta Putus 2,5 Jam, Antrean Mengular di Area Imigrasi

Internet Bandara Soekarno-Hatta Putus 2,5 Jam, Antrean Mengular di Area Imigrasi

Megapolitan
Ada Demo Buruh dan Mahasiswa, Polisi Antisipasi Penyusup dan Provokator

Ada Demo Buruh dan Mahasiswa, Polisi Antisipasi Penyusup dan Provokator

Megapolitan
Detik-detik Anggota Polri Datangi Oknum Polisi yang Lepaskan Tembakan di Ragunan

Detik-detik Anggota Polri Datangi Oknum Polisi yang Lepaskan Tembakan di Ragunan

Megapolitan
Buruh dan Mahasiswa Demo di Patung Kuda, Ini Daftar 17 Tuntutannya

Buruh dan Mahasiswa Demo di Patung Kuda, Ini Daftar 17 Tuntutannya

Megapolitan
Ada Demo Mahasiswa dan Buruh di Kawasan Patung Kuda dan Gedung DPR, 5.750 Personel Disiagakan

Ada Demo Mahasiswa dan Buruh di Kawasan Patung Kuda dan Gedung DPR, 5.750 Personel Disiagakan

Megapolitan
Buruh dan Mahasiswa Demo di DPR dan Patung Kuda, Waspadai Penutupan Jalan

Buruh dan Mahasiswa Demo di DPR dan Patung Kuda, Waspadai Penutupan Jalan

Megapolitan
Siang Ini, Buruh dan Mahasiswa Demo '24 Tahun Reformasi Mati' di Kawasan Patung Kuda

Siang Ini, Buruh dan Mahasiswa Demo "24 Tahun Reformasi Mati" di Kawasan Patung Kuda

Megapolitan
Polisi Tangkap Calo dan Petugas Medis yang Palsukan Surat Keterangan Bebas Covid-19

Polisi Tangkap Calo dan Petugas Medis yang Palsukan Surat Keterangan Bebas Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.