Polemik Parkir Kendaraan di Depok, dari Berbayar hingga Denda Rp 20 Juta

Kompas.com - 17/07/2019, 09:08 WIB
Macet di ruas jalan menuju akses kawasan Universitas Indonesia,  Depok, Senin (15/7/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAMacet di ruas jalan menuju akses kawasan Universitas Indonesia, Depok, Senin (15/7/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

Baca juga: Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Namun, sejumlah warga juga terdapat yang tidak setuju dengan wacana tersebut. Pemkot Depok dituntut harus menyediakan kantong parkir yang memadai terlebih dahulu di sejumlah pusat perbelanjaan dan jalan-jalan besar sebelum menerapkan wacana itu.

"Sebenernya bagus sih peraturannya, jadi enggak banyak orang yang parkir mobil sembarangan, tapi pemerintah kasih solusinya juga misalnya buat lahan parkir," kata Hendri, warga Depok lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, jika revisi Perda nomor 2 tahun 2012 itu disahkan, maka akan ada denda maksimal Rp 20 juta bagi warga yang parkir sembarangan kendaraannya.

Baca juga: Pemkot Depok Wacanakan Denda Rp 20 Juta bagi Warga yang Parkir di Jalan

Namun, Dadan menambahkan, saat ini revisi perda tersebut masih dalam tahapan kajian dan pembahasan lebih lanjut.

"Iya dalam revisi Perda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 2 Tahun 2012 (ada denda Rp 20 juta), tapi ini masih jauh tahapannya. Masih harus dibahas di Dewan, jika disetujui ada masa transisi untuk edukasi dan sosialisasi," kata Dadang, Senin (15/7/2019).

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X