Kompas.com - 17/07/2019, 09:22 WIB
Petugas Planetarium sedang mempersiapkan teleskop untuk gerhana matahari pada Rabu (9/3/2016). KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COMPetugas Planetarium sedang mempersiapkan teleskop untuk gerhana matahari pada Rabu (9/3/2016).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdiri sejak 1996, sebagian alat di Planetarium Jakarta tidak pernah diganti. Padahal, peralatan tersebut semestinya dipakai hanya selama 15 tahun.

Kondisi itu berdampak pada berkurangnya pertunjukan yang bisa digelar.

"Last time-nya itu kan 15 tahun. Namanya makin lama makin tua emang harus ada perawatan khusus. Makanya pertunjukan berkurang hanya dua kali (sehari)" ujar Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium dan Observatorium Jakarta, Eko Wahyu Wibowo ketika dihubungi, Selasa (16/7/2019).

Baca juga: Menikmati Gerhana Bulan dari Sudut Taman Ismail Marzuki

Eko menjelaskan, perusahaan Carl Zeiss Jerman yang biasa menjual dan merawat suku cadang Planetarium dan Observatorium Jakarta, menolak untuk memberikan pelayanan lagi sejak 2015.

"Ada masalah (Carl Zeiss) dengan PT lain yang efeknya ke kita. Tapi syukur kita bisa mengatasi. Dulu ada pengadaan alat dan pemodernisasi alat, entah mengapa lah ujung-ujungnnya begitu" kata Eko.

Baca juga: Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Masa Djarot dengan Rencana Anies, Apa Bedanya

Hingga 2014, Planetarium dan Observatorium Jakarta masih bisa menggelar pertunjukan tujuh kali dalam sehari.

Namun, angka tersebut terus merosot dan sekarang hanya bisa dua kali per hari.

"Namanya alat sudah tua. Terutama komponen lampu, dimmer, DSM (Digital Servo Module), masih banyak lagi" ungkapnya.

Saat ini, ada delapan teknisi Planetarium dan Observatorium Jakarta yang terus mengusahakan merawat sendiri dan mengganti komponen yang rusak dengan mencari suku cadang yang kompatibel.

Sementara BUMD PT Jakpro sedang mendalami proses pembahasan revitalisasi yang akan dilaksanakan 2020.

"(Revitalisasi) sedang direncakanan dengan PT Jakpro. Kan mereka sedang menyusun kebutuhan-kebutuhan itu jadi nanti 2021 selesai. Kita tahun depan dimulai, mungkin Juni," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.