Pengakuan Fikri Pribadi, Dipukul hingga Disetrum Polisi untuk Akui Pembunuhan di Cipulir

Kompas.com - 18/07/2019, 05:05 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu pengamen yang menuntut ganti rugi ke Polda Metro Jaya dan Kejaksaan DKI, Fikri Pribadi, mengaku dirinya mengalami penyiksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Penyiksaan itu dia terima beserta empat pengamen lain karena dipaksa mengaku sebagai pelaku pembunuhan di kolong jembatan, samping Kali Cipulir, Jakarta Selatan, 2013.

Awalnya Fikri (17), Fatahillah (12), Ucok (13), dan Pau (16) menemukan sesosok mayat di bawah kolong jembatan pada malam hari. Dia mengaku tidak mengenali sosok mayat tersebut.

Dia langsung melapor pihak sekuriti setempat terkait temuan itu. Pihak sekuriti lantas melapor ke pihak polisi.

Baca juga: Jadi Korban Salah Tangkap, Empat Pengamen Minta Ganti Rugi Rp 746 Juta

Saat polisi datang ke lokasi, Fikri dan ketiga temannya sempat diminta menjadi saksi untuk proses penyidikan.

"Polisinya bilangnya, 'Tolong ya Abang jadi saksi ya'. 'Iya enggak papa saya mau', saya jawab begitu. Tahunya pas sudah di Polda malah kami yang diteken," kata dia saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Ketika sudah berada di Polda Metro Jaya, dia tidak hanya diperiksa, tetapi juga disiksa oleh para oknum polisi.

"Saya langsung dilakbanin, disiksa pokoknya di Polda. Disetrum, dilakbanin, dipukulin, sampai disuruh mengaku," ucap dia.

Baca juga: Banyak Keganjilan di BAP dan Dakwaan Pembunuhan Cipulir

Penyiksaan tersebebut diterima mereka secara bergantian. Mereka harus menerima penyiksaan tersebut selama seminggu.

Karena tidak kuat akan siksaan tersebut, mereka akhirnya memilih mengaku. Mereka pun tidak tahu apa dasar polisi menuduh mereka sebagai tersangka.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Diminta Tak Langsung Lepas Pelaku Pelecehan Anak di Bintaro Xchange

Polisi Diminta Tak Langsung Lepas Pelaku Pelecehan Anak di Bintaro Xchange

Megapolitan
Jakarta PPKM Level 2, Satpol PP Jakbar Tunggu Arahan untuk Berlakukan Tertib Masker

Jakarta PPKM Level 2, Satpol PP Jakbar Tunggu Arahan untuk Berlakukan Tertib Masker

Megapolitan
Dishub DKI Sebut Volume Kendaraan yang Melintas di Bundaran HI Terus Meningkat

Dishub DKI Sebut Volume Kendaraan yang Melintas di Bundaran HI Terus Meningkat

Megapolitan
Diduga Akibat Korsleting, Restoran Masakan Padang di Tangerang Terbakar

Diduga Akibat Korsleting, Restoran Masakan Padang di Tangerang Terbakar

Megapolitan
Penumpang Bus AKAP dari Terminal Kalideres Diprediksi Capai 600 Orang dalam Sehari Jelang Idul Adha

Penumpang Bus AKAP dari Terminal Kalideres Diprediksi Capai 600 Orang dalam Sehari Jelang Idul Adha

Megapolitan
Jenazah Perempuan di Kali Krukut, Polisi Bakal Bongkar Makam untuk Keperluan Otopsi

Jenazah Perempuan di Kali Krukut, Polisi Bakal Bongkar Makam untuk Keperluan Otopsi

Megapolitan
Program Donasi Darah Digelar di Jakarta Fair Kemayoran 2022 untuk Tambah Stok PMI

Program Donasi Darah Digelar di Jakarta Fair Kemayoran 2022 untuk Tambah Stok PMI

Megapolitan
Rekayasa Lalin di Bundaran HI, Pengendara Keluhkan Jarak Putar Arah

Rekayasa Lalin di Bundaran HI, Pengendara Keluhkan Jarak Putar Arah

Megapolitan
Tembok Toko di Cakung Roboh dan Tutup Akses Jalan, Kontraktor Akan Tanggung Jawab

Tembok Toko di Cakung Roboh dan Tutup Akses Jalan, Kontraktor Akan Tanggung Jawab

Megapolitan
Nelayan Hilang di Perairan Muara Gembong, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Esok Hari

Nelayan Hilang di Perairan Muara Gembong, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Esok Hari

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Gang Sempit di Tambora

Mayat Pria Ditemukan Bersimbah Darah di Gang Sempit di Tambora

Megapolitan
Hingga Juni 2022, Ada 50 Warga di Pondok Labu Terjangkit DBD

Hingga Juni 2022, Ada 50 Warga di Pondok Labu Terjangkit DBD

Megapolitan
Cemburu Pacarnya Di-chat Orang Lain, Pelaku Bunuh dan Buang Jasad Pacar di Kali Krukut

Cemburu Pacarnya Di-chat Orang Lain, Pelaku Bunuh dan Buang Jasad Pacar di Kali Krukut

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Tambah 68, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Kini 752

UPDATE 4 Juli: Tambah 68, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Kini 752

Megapolitan
Mes Karyawan Restoran di Kembangan Sudah 7 Kali Kemalingan

Mes Karyawan Restoran di Kembangan Sudah 7 Kali Kemalingan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.