Pemprov DKI Perpanjang Masa Penampungan Pencari Suaka, UNHCR Langsung Curhat

Kompas.com - 18/07/2019, 08:02 WIB
Para pencari suaka yang sudah berhari-hari menetap di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, bersiap-siap untuk dipindahkan ke Lapangan Eks Kodim di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (11/7/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIPara pencari suaka yang sudah berhari-hari menetap di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, bersiap-siap untuk dipindahkan ke Lapangan Eks Kodim di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (11/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang bantuan untuk para pencari suaka yang kini tinggal di tempat penampungan di eks Kantor Kodim, Kalideres, Jakarta Barat.

Mulanya, bantuan itu direncanakan hanya diberikan selama satu pekan sejak para pencari suaka dipindahkan ke tempat penampungan pada Kamis (11/7/2019) pekan lalu.

Namun, kini perpanjangan itu belum diketahui akan sampai kapan batas waktunya.

"Besok masih tetap kita berikan suplai logistiknya. Sekarang kita tidak bisa berikan batas waktu mau tujuh hari, mau berapa hari, belum," ujar Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah saat dihubungi, Rabu (17/7/2019).

Bantuan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta berupa tempat penampungan, makanan, fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus), dan bantuan logistik lainnya.

Jumlah mencapai 1.400 orang

Jumlah pencari suaka yang tinggal di tempat penampungan tersebut kini mencapai 1.400 orang.

Namun, jumlah tersebut kemungkinan berkurang lagi karena sejumlah pengungsi meninggalkan tempat penampungan itu.

"Posisi terakhir di dalam data 1.400 (orang), tapi kalau kita melihat dari kasat mata, sepertinya sih enggak sampai, berkurang," kata dia.

Baca juga: Dari Somalia sampai China, Pencari Suaka di Penampungan Kalideres Capai 1.400 Orang

Irmansyah menyampaikan, para pencari suaka itu berasal dari 12 negara. Ada yang berasal dari Somalia, Afghanistan, sampai China.

"Afghanistan, Pakistan, Sudan, Iran, Irak, Yaman, Somalia, Ethiopia, Eritrea, Siria, Palestina, China," ucapnya.

Namun, Irmansyah menyebut asal negara pencari suaka itu harus diverifikasi kembali.

"Kita harus crosscheck lagi, kan di sana ada 12 (negara), termasuk China. China kita lihat yang mana, enggak ketemu, cuma satu orang," ucapnya.

UNHCR kekurangan dana

Di sisi lain, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) yang beberapa waktu lalu didatangi oleh para pencari suaka hingga menduduki trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat memang tak bisa berbuat banyak.

Perwakilan UNHCR di Indonesia, Thomas Vargas mengungkapkan pihaknya memiliki keterbatasan dana untuk membantu para pencari suaka di Indonesia.

Apalagi UNHCR harus memprioritaskan untuk membantu pencari suaka yang paling rentan dan paling membutuhkan.

Baca juga: UNHCR Kekurangan Dana untuk Bantu Pencari Suaka di Indonesia

"UNHCR melakukan segala yang kami bisa untuk membantu para pencari suaka, kami punya dana yang terbatas. Dengan dana kita yang terbatas, kita (sudah membantu) pencari suaka sebesar 300 atau 400 pencari suaka. Tapi kita sadar bahwa kebutuhan mereka melebih dana atau yang kami miliki," ucapnya daat ditemui di Gedung UNHCR, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

Untuk itu UNHCR bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah dan pihak lain seperti Dompet Dhuafa, Tzu Chi Foundation, Palang Merah Indonesia (PMI) dan International Organization for Migration (IOM).

Ia merasa bersyukur lantaran pemerintah Indonesia mau menyediakan tempat dan solusi sementara waktu bagi para pencari suaka.

"Ada berbagai solusi tergantung dari kesempatan yang pemerintah di seluruh dunia sediakan dan kita bersyukur kepada pemerintah Indonesia yang membolehkan para pencari suaka untuk tinggal di sini dengan aman sampai kita bisa mendapatkan solusi untuk mereka," kata dia.

Dari total bantuan dan dana yang dibutuhkan oleh UNHCR, baru sekitar 29 persen dana yang masuk.

Hal ini membuat UNHCR masih membutuhkan banyak dana untuk bisa membantu para pencari suaka.

"Sekarang baru sekitar 29 persen dari budget yang kita (targetkan). Itu kurang dari setengahnya, dan seperti yang sudah saya bilang, mengingat adanya krisis pencari suaka global di seluruh dunia, sangat jelas bahwa kebutuhan mereka melebihi sumber daya yang ada," ujarnya.

Tak selamanya bisa dibantu

Thomas menuturkan para pencari suaka tak selamanya bisa mengharapkan bantuan.

Para pencari suaka harus dilatih agar mempunyai kemampuan dan bakat untuk mengurus dirinya sendiri.

"Pengungsi sama kayak orang lain. Mereka butuh punya kemampuan atau skill untuk mengurus dirinya sendiri. Mereka punya bakat, talenta, pengetahuan yang bisa dibagi dengan warga sekitar, pemerintah, dan organisasi lain," ujar Thomas.

Pihaknya saat ini bekerjasama dengan United International Agency International Labour yang terhubung dengan pengusaha muda. Pengusaha muda ini umumnya akan membangun start up.

Baca juga: Tak Selamanya Bisa Dibantu, UNHCR Sebut Pencari Suaka Harus Dilatih Urus Diri Sendiri

Pencari suaka akan dilatih untuk bisa bekerja di bawah perusahaan-perusahaan yang akan dirintis tersebut.

"Dengan pengungsi terlibat dalam projek itu, pengungsi bisa mengembangkan diri dan sukses, serta menghasilkan uang. Kami bekerjasama dengan pemerintah dan organisasi untuk bisa mengizinkan pengungsi berbagi apa yang mereka punya bahkan bisa mengembangkan ekonomi di sekitar penampungan," kata dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Megapolitan
Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Megapolitan
Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Megapolitan
Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Megapolitan
PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Megapolitan
PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Megapolitan
Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Megapolitan
Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Megapolitan
Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Megapolitan
Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Megapolitan
Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X