Pengamat: Tanpa Wagub, Anies Pincang Jalankan Pemerintahan DKI

Kompas.com - 18/07/2019, 08:52 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat kukuhkan 166 petugas pendamping jemaah haji, balai kota, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019) Dokumentasi Pemprov DKI JakartaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat kukuhkan 166 petugas pendamping jemaah haji, balai kota, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019)
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, pemerintahan di Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan pincang tanpa kehadiran sosok wakil gubernur.

Agus menyebut, peran wagub DKI cukup penting mengingat Jakarta merupakan daerah khusus dengan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih berat.

"Wakil gubernur perannya itu menjadi cukup vital. Kalau sekarang enggak ada, ya, pasti akan pincang. Secerdas, sekeren apa pun gubernurnya, enggak bisa (sendiri)," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Rapat Batal Terus, Pemilihan Wagub DKI Kemungkinan Besar Diundur


Menurut Agus, sudah ada sejumlah kebijakan dan program Pemprov DKI yang tidak berjalan karena Anies memimpin Jakarta seorang diri. Salah satunya program Jak Lingko.

Agus menilai, kebijakan Pemprov DKI mengintegrasikan moda transportasi umum dalam payung Jak Lingko belum berhasil.

"Enggak tuntas, mana coba. Buat saya sih kalau memakai angkutan umum kan belum bisa terintegrasi, apa bedanya sama yang dulu, cuma namanya aja Jak Lingko," kata dia.

Baca juga: DPRD DKI Dikritik karena Reaktif terhadap Politisi PSI tapi Tak Selesaikan Pemilihan Wagub

Agus menyebut, Anies harus mendorong DPRD DKI Jakarta untuk segera memilih wagub pendampingnya. Dengan demikian, berbagai kebijakan di Jakarta bisa berjalan dengan baik.

"Ini kan urusannya politik. Jadi, bicaralah. Politik itu hanya berdasar pada pembicaraan, lobinya bagaimana, tentu ada take and give-nya, ya lakukan," ucap Agus.

Anies sudah sebelas bulan memimpin Jakarta tanpa wakil gubernur. Posisi wagub ditinggalkan Sandiaga Uno sejak 10 Agustus 2018.

Hingga kini, proses pemilihan wagub pengganti Sandiaga di DPRD DKI masih jalan di tempat.

Rapat pimpinan gabungan (rapimgab) DPRD DKI untuk membahas tata tertib pemilihan wagub sudah tiga kali diundur karena sedikitnya jumlah anggota Dewan yang hadir.

Sementara Anies mengaku hanya bisa menunggu proses pemilihan Wagub yang tengah diproses di DPRD DKI.

"Kalau soal wagub bisa saya lantik begini, sudah saya lantik kemarin. Ini wagub prosesnya masih di DPRD jadi kita tunggu. Menurut rencana, mereka akan melakukan sidang bulan Juli ini. Jadi kita tunggu saja hasilnya," ucap Anies, beberapa waktu lalu.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X