Pengacara Ungkap Hal Janggal dalam Laporan Sekarga terhadap Youtuber Rius Vernandes

Kompas.com - 18/07/2019, 18:46 WIB
Youtuber Rius Vernandes dan Pengacara Abraham Sriwidjaja di Hotel Da Vinci, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019) KOMPAS.com/RYANA ARYADITA UMASUGIYoutuber Rius Vernandes dan Pengacara Abraham Sriwidjaja di Hotel Da Vinci, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara Youtuber Rius Vernandes, Abraham Sriwidjaja menyebut ada yang janggal dengan pelaporan yang dilakukan oleh Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) terhadap kasus menu tulis tangan Rius.

Seharusnya jika merasa dirugikan, Garuda Indonesia akan melaporkan sendiri ke polisi. Bukan malah diwakilkan oleh Sekarga.

"Mereka mengatakan korporasi mereka dirugikan. Pertanyaan saya, 310 dan 311 adalah delik aduan. Itu adalah yang mengalami kerugian yang harus melapor bukan pihak ketiga. Minimal direkturnya yang harus melaporkan," kata Abraham di Hotel Da Vinci, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).


Selanjutnya, Ia juga merasa heran karena pasal yang dipakai untuk melaporkan Rius adalah pasal pencemaran nama baik.

Baca juga: Youtuber Rius Vernandes Sudah Bertemu Garuda Indonesia, Kasus Akan Diselesaikan Kekeluargaan

Padahal apa yang dilakukan Rius adalah fakta yaitu melakukan review tentang menu makanan dalam bentuk kertas dan ditulis dengan tangan.

"Kecuali menu yang diberikan printing, lalu sama klien kami disembunyikan lalu dia mengeluarkan menu kertas, difoto dibilang ini menu Garuda. Ini (baru) pencemaran nama baik. Apa yang disajikan adalah fakta dan ada buktinya," jelasnya.

Rius sendiri diadukan dengan Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 dan atau Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP.

Berdasarkan keterangan terbaru, pihak Garuda Indonesia disebut akan menghubungi Sekarga untuk bisa bertemu dan menyelesaikan masalah ini dengan Rius.

Abraham menunggu langkah selanjutnya yang akan dilakukan Garuda Indonesia setelah berkomunikasi dengan serikat karyawannya.

Baca juga: Serikat Karyawan Garuda: Unggahan Rius Vernandes Merugikan Perusahaan

"Katanya mereka akan menghubungi (Sekarga) nanti kita lihat," tambah Abraham.

Masalah ini berawal dari unggahan rius di Instagram Story-nya @rius.vernandes pada Sabtu (13/7/2019) malam.

Kala itu, Rius mengunggah foto kartu menu kelas bisnis maskapai penerbangan.

Garuda Indonesia rute Sidney-Denpasar yang hanya berupa tulisan tangan di atas selembar kertas.

Dalam foto itu, ia menambahkan keterangan "Menu yang dibagiin tadi di Business Class @garuda.indonesia tadi dari Sydney-Denpasar. Menunya masih dalam percetakan Pak."

Beberapa jam kemudian @rius.vernandes kembali mengunggah sebuah foto yang menggambarkan ruang customer service milik Garuda Indonesia.

Baca juga: Rius Vernandes Talent Singapore Airlines? Ini Kata Pengacaranya...

Dalam unggahannya akun ini menambahkan keterangan:

"Intinya Garuda Indonesia minta maaf soal ini. Aduh asli gue juga enggak marah atau gimana. Gue cuma sedang menjalankan job gue sebagai reviewer pesawat. Share apapun yang terjadi di pesawat. Gitu doang," tuturnya.

Beberapa hari kemudian Rius beserta satu Youtuber lainnya Elwiyana Monica dilaporkan ke polisi.

Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) Tomy Tampatty mengatakan, unggahan video di instastory @rius.vernandes telah mencemarkan nama baik Garuda Indonesia.

"Postingan itu merugikan perusahaan, makanya beberapa anggota Sekarga melaporkan ke Polres Bandara. Atas perbuatan mereka, berdampak terhadap reputasi perusahaan tempat kami bekerja," kata Tomy seperti dikutip Kompas.id.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X