Selain Bambu Getih Getah, Ini Daftar Pemanis Jakarta yang Berbiaya Besar tapi Tak Tahan Lama

Kompas.com - 19/07/2019, 06:25 WIB
instalasi seni Bambu Getih Getah di Bundaran HI, Kamis (16/8/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARinstalasi seni Bambu Getih Getah di Bundaran HI, Kamis (16/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan berbagai upaya untuk mempercantik ibu kota. Beberapa kali instansi yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan itu mengeluarkan anggaran untuk pernak pernik estetik maupun mempermak tampilan jalan protokol.

Kebanyakan, benda-benda tersebut dipasang Pemprov DKI Jakarta menjelang pesta olahraga Asian Games 2018.

Baca juga: Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar karena Rapuh

Masih segar di ingatan saat Pemprov DKI Jakarta menyulap separator jalan yang semula berwarna abu-abu semen atau kuning polos menjadi berwarna warni.

Anies, saat itu menyebutkan bahwa perubahan dilakukan dalam rangka "beautifikasi" menyambut Asian Games 2018.

Tujuannya memang baik, untuk memperindah penampilan Jakarta yang sudah semrawut karena padatnya kendaraan. Sayangnya, keberadaan benda-benda tersebut tak berlangsung lama. Padahal anggaran yang dikeluarkan pun terbilang tidak sedikit.

Kompas.com merangkum beberapa benda yang digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk menambah nilai estetik ibu kota, tapi tak berumur panjang, sebagai berikut:

Separator jalan yang dicat warna-warni di kawasan Pejaten Barat, Jalan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan. Foto diambil Minggu (29/7/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Separator jalan yang dicat warna-warni di kawasan Pejaten Barat, Jalan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan. Foto diambil Minggu (29/7/2018).

1. Separator warna warni

Menyambut gelaran Asian Games 2018, pemerintah kota Jakarta menyemarakkan kota dengan menghias setiap sudut dengan warna-warni khas gelaran pesta olahraga tersebut.

Salah satunya dilakukan dengan menghias separator jalur atau pemisah jalur jalan dengan cat warna-warni. Separator jalan tersebut terpantau mulai diwarnai pada Juli 2018.

Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sandiaga Uno, mengatakan separator warna-warni itu hasil inisiatif warga dalam menyambut Asian Games 2018.

Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa tak ada aturan soal warna separator. Namun, muncul anggapan bahwa separator warna warni akan membahayakan pengguna jalan dan mengaburkan fungsi sebenarnya.

Akhirnya, selang beberapa hari, separator tersebut dicat jadi warna hitam putih.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X