Polisi Tangkap 3 Tersangka Penipu Bermodus Anak Kecelakaan

Kompas.com - 19/07/2019, 18:46 WIB
Polisi menangkap tiga tersangka penipuan dengan modus memberikan informasi bahwa anaknya mengalami kecelakaan. Masing-masing tersangka berinisial M (berdiri memakai baju tahanan), AZ, dan A. RINDI NURIS VELAROSDELAPolisi menangkap tiga tersangka penipuan dengan modus memberikan informasi bahwa anaknya mengalami kecelakaan. Masing-masing tersangka berinisial M (berdiri memakai baju tahanan), AZ, dan A.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap tiga tersangka penipu dengan modus memberikan informasi palsu kepada korban bahwa anak calon korbanya mengalami kecelakaan. Mereka adalah M, AZ, dan A. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, ketiga tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Tersangka M berperan memantau atau menyamar sebagai guru dan dokter. Tersangka AZ berperan sebagai orang yang mengingatkan orang tua korban untuk mentransfer sejumlah uang. 

Sementara, tersangka A berperan sebagai pencari identitas korban dan orang tua korban. 

"Setelah tersangka A mendapatkan identitas murid dan orang tua murid dengan berpura-pura sebagai staf dinas pendidikan. Setelah mendapatkan identitas tersebut, tersangka M akan menelepon orang tua anak tersebut bahwa anaknya mengalami kecelakaan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Kasus Penipuan Tanah Kavling Fiktif: Korban 73 Orang, Tersangka Raup Rp 2 Miliar

Argo mengatakan, saat tersangka M menelepon keluarga korban, ia menyamar sebagai guru dan dokter. Ia akan berpura-pura sebagai guru korban yang memberikan informasi bahwa korban mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. 

Tersangka akan memberikan kontak yang disebut sebagai pihak rumah sakit untuk dihubungi pihak keluarga. Selanjutnya, tersangka akan meminta sejumlah uang kepada pihak keluarga. 

"Lalu, tersangka AZ akan menelepon keluarga korban untuk memastikan apakah keluarga korban sudah mentransfer sejumlah uang atau belum," ujar Argo. 

Ketiga tersangka mengaku beraksi sejak 2009. Namun, Polda Metro Jaya baru menerima laporan dari dua korban dengan total kerugian sekitar Rp 69 juta.

"Kami tangkap mereka di apartemen di Jakarta Utara. Mereka beraksi sejak 2009 sampai sekarang, biasanya sekali dalam seminggu," ungkap Argo.

Mereka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 4 dan Pasal 5 Juncto Pasal 2 ayat (1) huruf r dan atau z UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian, dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X