Kisah Pasutri Buruh Tani Serabutan Naik Haji, 19 Tahun Sisihkan Rp 10.000 Per Hari, hingga Jadi Gunjingan Warga

Kompas.com - 20/07/2019, 08:45 WIB
Saefudin (54) dan Hani (70), buruh tani asal Kabupaten Tasikmalaya yang menabung bertahun-tahun dengan penghasilan seadanya untuk berangkat haji. KOMPAS.com/Vitorio MantaleanSaefudin (54) dan Hani (70), buruh tani asal Kabupaten Tasikmalaya yang menabung bertahun-tahun dengan penghasilan seadanya untuk berangkat haji.

BEKASI, KOMPAS.com - Saefudin (54) dan Hani (70) mungkin tak percaya, mereka bakal menjejakkan kaki di Tanah Suci besok. Pagi ini, pasangan suami-istri asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat itu dijadwalkan berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta dari Asrama Haji Embarkasi Bekasi.

Keduanya bukan jemaah haji biasa. Belasan tahun mereka habiskan dengan hidup serba pas-pasan demi menabung ongkos naik haji. Sejak tahun 2000, Saefudin dan Hani menyisihkan uang hasil bekerja sebagai buruh tani serabutan untuk pergi ke Mekkah.

"Tergantung dapatnya. Kerja bebersih kebun juga sewaktu-waktu. Bisa menyisihkan Rp 10.000-20.000 per hari," ujar Saefudin, menggunakan bahasa Sunda saat ditemui Kompas.com di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Jumat (19/7/2019).

Dua belas tahun berselang, Saefudin dan Hani akhirnya mendaftarkan diri untuk mendapatkan nomor porsi keberangkatan haji. Rasa syukur meluap-luap di dada mereka.

Baca juga: Videonya Viral di Arab Saudi, Kakek 94 Tahun Diundang Raja Salman Naik Haji

Tentu, capaian tersebut tak dicapai semudah membalik telapak tangan. Malah, keduanya sempat jadi bahan pergunjingan tetangga setelah mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada 2012. Sejumlah tetangga tak percaya, buruh tani serabutan sanggup menghimpun biaya naik haji.

"Ya, bisa dibilang kami blangsak di kampung mah. Dicaci-maki tak kuat diceritain," ujar Saefudin sambil menunduk dan menutup wajahnya.

"Jadi enggak percaya tetangga kalau kami naik haji, pekerjaan cuma gitu kok naik haji," kenangnya.

Beberapa tetangganya bahkan sempat bergunjing, bahwa Saefudin dan Hani memperoleh biaya naik haji dari sumber-sumber yang tidak jelas. Tetangga baru balik simpati ketika mereka diumumkan bakal masuk rombongan jemaah haji yang berangkat pada tahun ini.

"Pas sudah mau berangkat, enggak lagi. Sudah percaya," kata Saefudin.

Baca juga: 25 Tahun Menabung, Pemulung Lamongan Akhirnya Berangkat Haji

"Tetangga ngasih jagung, ngasih kelapa untuk kami makan. Kami cuma berharap, 'Ya Allah, mudah-mudah pengorbanan ini bisa membawa saya ke Tanah Suci'. Kami makan apa saja yang ada di depan mata," jelas Hani.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Survei: 77 Persen Warga Jakarta Percaya Diri Tak Akan Tertular Covid-19

Survei: 77 Persen Warga Jakarta Percaya Diri Tak Akan Tertular Covid-19

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Jakarta 5 Juli: Bertambah 256, Pasien Positif Kini Lebih dari 12.000

UPDATE Covid-19 di Jakarta 5 Juli: Bertambah 256, Pasien Positif Kini Lebih dari 12.000

Megapolitan
Pakar Sebut Warga DKI Jakarta Belum Siap Masuki Era New Normal, Ini Alasannya

Pakar Sebut Warga DKI Jakarta Belum Siap Masuki Era New Normal, Ini Alasannya

Megapolitan
Awasi Pasar, ASN DKI Harus Pastikan Masyarakat Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

Awasi Pasar, ASN DKI Harus Pastikan Masyarakat Patuhi Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
Fraksi PSI Kritik Pengerahan Ribuan ASN ke Pasar, Anggap Itu Kebijakan Berisiko Tinggi

Fraksi PSI Kritik Pengerahan Ribuan ASN ke Pasar, Anggap Itu Kebijakan Berisiko Tinggi

Megapolitan
Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Ujian Diukur Suhu dan Pakai Face Shield

Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Ujian Diukur Suhu dan Pakai Face Shield

Megapolitan
5.000 ASN akan Disebar untuk Memantau 151 Pasar di Jakarta

5.000 ASN akan Disebar untuk Memantau 151 Pasar di Jakarta

Megapolitan
Kawasan GBK Ramai Minggu Pagi, Pengunjung Antre untuk Olahraga

Kawasan GBK Ramai Minggu Pagi, Pengunjung Antre untuk Olahraga

Megapolitan
Tak Ada Syarat Rapit Test untuk Peserta UTBK SBMPTN 2020 di UI

Tak Ada Syarat Rapit Test untuk Peserta UTBK SBMPTN 2020 di UI

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Minta Mal Patuhi Penerapan 50 Persen Kapasitas

Wali Kota Tangerang Minta Mal Patuhi Penerapan 50 Persen Kapasitas

Megapolitan
Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Datang Dua Jam Sebelum Ujian

Ikut UTBK SBMPTN 2020 di UI, Peserta Datang Dua Jam Sebelum Ujian

Megapolitan
ASN DKI Jakarta Berusia di Bawah 50 Tahun Ditugaskan Pantau Pasar

ASN DKI Jakarta Berusia di Bawah 50 Tahun Ditugaskan Pantau Pasar

Megapolitan
Pulihkan Lalu Lintas Penerbangan, Angkasa Pura II Optimalkan Slot Time hingga 30 Persen

Pulihkan Lalu Lintas Penerbangan, Angkasa Pura II Optimalkan Slot Time hingga 30 Persen

Megapolitan
Suami Bacok Istri di Bekasi, Diduga Karena Cemburu

Suami Bacok Istri di Bekasi, Diduga Karena Cemburu

Megapolitan
Polisi Tak Keluarkan STTP Kegiatan Apel Siaga Ganyang Komunis

Polisi Tak Keluarkan STTP Kegiatan Apel Siaga Ganyang Komunis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X