Ini Alasan Anies Gelar Lebaran Betawi di Monas

Kompas.com - 21/07/2019, 14:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (19/7/2019).KOMPAS.com/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (19/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Lebaran Betawi di Monas, Jakarta Pusat.

Minggu (21/7/2019) ini adalah hari ketiga acara Lebaran Betawi berlangsung di Monas sejak dimulainya acara itu pada Jumat (19/7/2019) lalu.

Dalam sambutannya, Gubernur Anies Baswedan mengungkapkan, alasan pertama kalinya Lebaran Betawi ini diselenggarakan di Lapangan Monas.


Adapun, biasanya Lebaran Betawi digelar di Setu Babakan, Jakarta Selatan. 

Anies mengatakan pemilihan Monas karena lapangan ini memiliki sejarah tersendiri.

Baca juga: Anies, Lulung, hingga HNW Ikut Lebaran Betawi di Monas

Anies bercerita, lapangan yang dulunya bernama lapangan IKADA ini adalah tempat masyarakat Betawi berkumpul. 

Ia mengatakan, Monas merupakan tempat pertama masyarakat Indonesia menyatakan kemerdekaan pada tanggal 28 Oktober 1928 lalu.

Meski saat itu kemerdekaan sudah diproklamasikan, kata Anies, masyarakat masih menganggap keputusan itu hanya keputusan kaum elit semata.

"Karena dianggap keputusan sepihak, akhirnya masyarakat Betawi berbondong-bondong datang di lapangan ini ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kemerdekaan bukan kemauan kelompok kecil, kemerdekaan adalah kemauan seluruh rakyat dan siapa itu? Masyarakat Betawi yang melakukan di sini," kata Anies bercerita.

Baca juga: Lebaran Betawi Sajikan Kerak Telor Raksasa Gratis untuk Pengunjung

Menurutnya, kehadiran masyarakat Betawi saat itu untuk mengirimkan pesan kepada semua masyarakat bahwa kemerdekaam Indonesia bukan cita-cita kelompok kecil tapi seluruh rakyat.

Melalui Lapangan Monas ini, masyarakat Indonesia saat itu mulai merdeka dan bersatu .

Oleh karena itu, Anies mengusung tema Persatuan. Melihat sejarah tersebut,  masyarakat betawi dinilai menjadi simpul penyatu persatuan.

"Kota ini telah menjadi kota di mana persatuan Indonesia dirajut, di kota ini masyarkatnya menyambut kedatangan suku bangsa nusantara dengan keramahan kehangatan sehingga terasa hidup satu indonesia, di mna peran masyarat Betawi menjadi fasilitator tumbuhnya persatuan Indonesia," tuturnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X