BNN: Walau Nunung Akan Direhabilitasi, Tindak Pidananya Tidak Hilang

Kompas.com - 23/07/2019, 15:34 WIB
Deputi Bidang Pemberantasa Badan Narkotika Nasional Irjen Arman Depari di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/7/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comDeputi Bidang Pemberantasa Badan Narkotika Nasional Irjen Arman Depari di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari mengatakan, warga yang menjadi pencandu narkoba memiliki hak untuk direhabilitasi. Hal itu juga berlaku untuk pelawak Nunung yang kini menjadi tersangka penyalahgunaan narkoba.

Jika menjalani rehabilitasi, status Nunung sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba tidak hilang dan proses hukum tetap berlanjut.

"Setiap warga negara Indonesia, sesuai dengan aturan, kalau dia menggunakan, pencandu, atau pemakai narkoba, wajib direhabilitasi. Jadi setiap orang punya hak untuk rehabilitasi. Namun, hak rehabilitasi ini tidak kemudian menghilangkan tindak pidana yang terjadi," kata Arman di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2019).

Baca juga: Narkoba Bukan untuk Tingkatkan Stamina, BNN Anggap Nunung Hanya Cari Alasan

Arman menjelaskan, jika permohonan rehabilitasi Nunung dikabulkan, penyelidikan tetap berlanjut.

Hingga saat ini BNN belum menerima permintaan asesmen dari penyidik Polda Metro Jaya sebagai syarat Nunung bisa menjalani rehabilitasi.

"Kalau yang bersangkutan tidak terlibat jaringan, bukan sebagai pengedar, bandar, dia diberikan perawatan berupa rehabilitasi dan terapi. Berapa lama, itu tergantung hasil asesmen, keputusan dokter, konselor yang menangani," ujar Arman.

Nunung dan suaminya ditangkap polisi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat lalu. Keduanya ditangkap setelah melakukan transaksi sabu dengan tersangka HM alias TB.

Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Mereka juga terbukti positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan.

Baca juga: BNN Belum Terima Pengajuan Asesmen Nunung sebagai Syarat Rehabilitasi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X