Kisah Hidup Kopral di Balik Aksi Silatnya yang Jenaka di Perlintasan Rel Proyek Bekasi...

Kompas.com - 24/07/2019, 05:46 WIB
Diryan (55) alias Kopral, penjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur yang kondang dengan gerakan silatnya tengah melancarkan aksinya, Selasa (23/7/2019). KOMPAS.com/VITORIO MANTALEANDiryan (55) alias Kopral, penjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur yang kondang dengan gerakan silatnya tengah melancarkan aksinya, Selasa (23/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama panggilannya “Kopral”. Pria asal Indramayu, Jawa Barat ini mengaku sudah 20 tahun menjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur.

Ia dikenal luas oleh warga Bekasi sebagai penjaga perlintasan kereta api yang kocak lantaran kerap memamerkan aksi silat di tengah semrawutnya lalu lintas.

Warga Bekasi yang biasa melintasi perlintasan sebidang rel kereta api Proyek pasti tak asing dengan dirinya.

Berikut Kompas.com merangkum lima fakta unik tentang Kopral:

1. Asal-muasal nama Kopral

Nama Kopral sesungguhnya hanya julukuan. Nama asli pria Indramayu ini adalah Diryan. Namun, nama Kopral disematkan padanya lantaran gaya cukurannya yang menyerupai tentara.

“Dulunya potongannya saya cepak terus. Jadi seterek (gagah)," kata Kopral saat ditemui Kompas.com di tempatnya bertugas saban hari, Selasa (23/7/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, cukuran cepak Kopral tertutupi oleh topi koboi hitam yang setia bercokol di kepalanya. Topi tersebut jadi saksi bisu Kopral mengabdi menjaga perlintasan sebidang tersebut.

2. Dua puluh tahun mengabdi

Kopral mengaku tak ingat pasti berapa usianya saat ini. Namun, ia mengira-ngira usianya sekitar 55 tahun dan telah melakoni pekerjaan sehari-harinya itu sejak 20 tahun lalu.

Tepatnya setelah merantau dari Indramayu dan sempat bekerja sebagai pengayuh becak di Bekasi. Sejak itu pula, aneka jurus silat tanpa nama selalu ia peragakan.

“Sudah 20 tahun, itu tahun berapa? Palang masih begini," ujar Kopral mengangkat satu tangannya ke udara seolah sambil memegang tongkat semboyan.

"Belum ada portal. Masih tanah, belum aspal. Sudah lama banget,” kata dia.

Baca juga: Kopral, Penjaga Perlintasan Rel Proyek Bekasi yang Jago Silat

3. Paling senior

Lama pengabdian Kopral di perlintasan sebidang Proyek membuatnya jadi yang paling kawakan di antara 7 “koleganya” di sini.

"Paling lama saya. Absen saya dua kali. Jam 04.00 turun, jam 08.00 pulang. Wara-wiri saja, rumah kan deket sini. Siang ke sini lagi jam 13.00 sampai (waktu) asar, sebentar lagi," kata Kopral jelang azan asar berkumandang, Selasa.

Sosoknya yang senior dan merebut perhatian banyak orang membuatnya dikenal luas, mulai dari sopir angkot hingga polisi. Bahkan dia yakin, meskipun motor bututnya tak memiliki surat kelengkapan, ia tak bakal ditangkap polisi.

"Motor enggak ada suratnya. Polisi enggak berani sama saya, dia sudah tahu sama saya, kalau di daerah Bekasi. Percuma (polisi) bawa (motor) ke polres juga, paling (polisi) ketawa doang," kata Kopral.

Diryan (55) alias Kopral, penjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur yang kondang dengan gerakan silatnya.Vitorio Mantalean Diryan (55) alias Kopral, penjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur yang kondang dengan gerakan silatnya.

4. Jurus fiktif

Kopral mengaku tak pernah belajar silat. Adegan-adegan silat yang ia tampilkan semata untuk menghibur banyak orang yang ia harap berujung pada meningkatnya pendapatan sehari-hari.

"Mana belajar silat, orang enggak silat enggak apa, silat sendiri-sendiri saja," kata Kopral sambil mengisap rokok filternya di sebuah warung.

Lantas apa tujuannya?

"Ya biar yang ngasih banyak!" kata Kopral setengah tertawa.

5. Enggan mengomeli pengendara

Kopral punya kiat lain untuk menambah isi kantongnya dari pengendara yang melintas. Selain gaya silatnya yang jenaka, Kopral mengaku selalu bersabar di tengah kesemrawutan lalu lintas di tengah rel kereta.

Cara ini menjadi kunci baginya menargetkan pemberian dari pengendara mobil pribadi.

"Kalau mobil pribadi, yang penting dia dihalusin, jangan sampai disongongin. Mobil angkot atau mobil boks sana kalau mau marah-marah. Kalau dia enggak ngasih, kan dia jadi segan," ujar Kopral.

Kopral berkisah, pernah suatu waktu ia menegur anak muda yang juga menjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek karena memaki pengendara slebor.

"Bocah gua omelin, (pengendara) digoblok-goblokin ya marah. Wajar umpamanya bapak kandung yang ngomong goblok. Coba, kalau saya goblok-goblokin, Aa mau ngasih duit enggak? Kan enggak bakalan ngasih," ujar Kopral.

"Saya selama 20 tahun di sini belum pernah goblok-goblokin pengendara. Antepin (diamkan) saja. Parkirin-parkirin saja, silat ya silat saja,” tambah dia.

Baca juga: Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

6. Dicerai istri, hidup sebatang kara

Di balik kesehariannya yang jenaka, ternyata Kopral memiliki masa lalu yang pilu. Kopral kini tinggal seorang diri.

Ia mengaku diceraikan istrinya sekitar satu dekade lalu karena jarang pulang.

Kopral akhirnya tinggal di rumah semipermanen di bantaran rel. Tiga putranya yang sudah dewasa kadang-kadang menyambanginya.

"Rumah saya sudah saya jual. Kalo di sini mah bikin, tanah mah tanah milik kereta api (PT KAI), kan saya banyak kenal sama orang dalam. Pagarnya pakai triplek, rumah gonyok-gonyok lah," ujar Kopral.

7. Sehari raup Rp 150.000

Berkat kiat dan aksi teatrikal silat yang rutin ia peragakan tiap hari, Kopral mengaku dapat meraup Rp 150.000 dalam sehari.

Baca juga: Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Rinciannya, Rp 100.000 saat bekerja siang jari, dan Rp 50.000 pada pagi hari. Setiap hari, Kopral bekerja selama enam-tujuh jam, yakni pukul 04.00-08.00 dan 13.00-16.00.

"Enam jam ini dapat segitu. Ada yang sekali ngasih Rp 20.000, yang ngasih Rp 50.000 juga ada waktu Lebaran. Motor juga banyak yang ngasih," kata Kopral.

8. Sekolahkan tiga orang anak hingga bekerja

Namun jangan anggap remeh penghasilan Kopral.

Dari hasil menambang rupiah berbekal gaya silatnya, Kopral berhasil menyekolahkan tiga orang putranya hingga tamat STM (sekolah teknik menengah).

“Alhamdulillah sekolahin anak tiga. Lulus semua STM di Bantargebang," kata Kopral. "Pada kerja semua tiga orang di perusahaan. Ada yang gajinya sampai Rp 3 juta. Yang paling tua sudah 30, nomor dua 25 tapi belum punya bini semua," tutupnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga  dan Penyertaan Tuhan

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga dan Penyertaan Tuhan

Megapolitan
Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Megapolitan
UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 di Depok Capai 1 Juta Penduduk, Masih Kurang 600.000 dari Target

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Viani Limardi Bantah Gelembungkan Dana Reses yang Dituduhkan PSI

Anggota DPRD DKI Viani Limardi Bantah Gelembungkan Dana Reses yang Dituduhkan PSI

Megapolitan
Januari-September, DLH Temukan 7 TPS Ilegal di Kota Tangerang

Januari-September, DLH Temukan 7 TPS Ilegal di Kota Tangerang

Megapolitan
Seorang Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Duren Sawit

Seorang Tukang Bangunan Tewas Tersengat Listrik di Duren Sawit

Megapolitan
Korban Pelecehan KPI Minta Perlindungan LPSK agar Tak Dilaporkan Balik

Korban Pelecehan KPI Minta Perlindungan LPSK agar Tak Dilaporkan Balik

Megapolitan
Demo di Depan Gedung KPK Berakhir, Polisi dan Mahasiswa Punguti Sampah

Demo di Depan Gedung KPK Berakhir, Polisi dan Mahasiswa Punguti Sampah

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Viani Limardi Mengaku Belum Terima Surat Pemecatannya sebagai Kader PSI

Anggota DPRD DKI Viani Limardi Mengaku Belum Terima Surat Pemecatannya sebagai Kader PSI

Megapolitan
Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti di Kembangan, Pihak Penyedia Jasa Keamanan Turut Diperiksa

Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti di Kembangan, Pihak Penyedia Jasa Keamanan Turut Diperiksa

Megapolitan
Dipanggil terkait Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti, Ketua RW di Kembangan Tak Hadir

Dipanggil terkait Kasus Dugaan Pungli 16 Sekuriti, Ketua RW di Kembangan Tak Hadir

Megapolitan
Awasi Aktivitas di 6 TPS Liar yang Disegel, DLH Kota Tangerang Gandeng Satpol PP

Awasi Aktivitas di 6 TPS Liar yang Disegel, DLH Kota Tangerang Gandeng Satpol PP

Megapolitan
Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver di Tangsel, Polisi Diminta Ikut Aktif Cegah Eksploitasi Anak

Kasus Bayi Dijadikan Manusia Silver di Tangsel, Polisi Diminta Ikut Aktif Cegah Eksploitasi Anak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.