Semrawutnya Lalu Lintas di Sekitar Stasiun Palmerah yang Bikin Stres...

Kompas.com - 24/07/2019, 11:12 WIB
Kepadatan kendaraan di pintu timur Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018), disebabkan oleh ojek online, bus Kopaja, ojek pangkalan, dan kendaraan pribadi. RIMA WAHYUNINGRUMKepadatan kendaraan di pintu timur Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018), disebabkan oleh ojek online, bus Kopaja, ojek pangkalan, dan kendaraan pribadi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kemacetan selalu terjadi di depan halte Stasiun Palmerah atau tepatnya di sepanjang Jalan Palmerah Timur pada saat jam pergi atau pulang kerja.

Kemacetan terutama terlihat dari arah Pejompongan menuju Stasiun Palmerah dan Gedung DPR. Selepas itu, tepatnya di lampu merah arah Pasar Palmerah, kemacetan terurai dan kendaraan leluasa melintas.

Kompas.com mencoba menyusuri jalan tersebut pada Selasa (22/7/2019) pukul 16.30. Penumpukan kendaraan roda dua dan empat sudah terlihat dari arah Pejompongan. 

Kemacetan semakin menjadi ketika ada kendaraan masuk dari Jalan Gatot Subroto ke Jalan Palmerah Timur.

Baca juga: Kurangi Macet, PT Transjakarta Batasi Bus Ngetem di Stasiun Palmerah

Terjadi penyempitan jalan di Palmerah Timur, tepatnya di samping kantor Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Padahal, kendaraan datang dari dua arah. Akibatnya, kendaraan tersebut menumpuk di satu jalan dan bertemu di Jalan Palmerah Timur.

Pusat kemacetan terlihat di depan halte Stasium Palmerah, tepatnya di samping gedung DPR ataupun arah sebaliknya. Sebab, di sana kendaraan roda dua, khususnya ojek online, berhenti untuk mengambil atau menurunkan penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sore itu ada satu petugas polisi lalu lintas yang menyuruh agar para ojol segera jalan dan tidak menumpuk di halte saja.

Baca juga: Jumlah Bus Ngetem di Stasiun Palmerah Dibatasi, Begini Kondisinya

Beberapa patuh akan imbauan polisi itu, tetapi beberapa ojol nakal tetap saja berdiam di tempat dengan alasan sedang menunggu penumpang.

Salah satu pengendara ojol, Iwan, mengatakan sudah biasa dengan situasi ini. Tapi, ini tetap harus dia lakukan karena banyak penumpang pada jam-jam pulang kantor.

"Ya, begini Mbak, macet. Tapi kalau jam segini kan banyak yang order dari sini, ada yang ke sini juga," katanya pada Selasa.

Sekitar 200 meter dari halte, terlihat halte transit Transjakarta. Alhasil, kemacetan semakin bertambah karena Transjakarta menaikturunkan penumpang di jalan tersebut.

Tak sedikit Transjakarta yang berhenti di jalan tersebut dan memakan hampir sebagian ruas jalan. 

Sementara itu, di sepanjang jalan juga tidak terlihat adanya rambu larangan parkir atau larangan berhenti.

Hanya terlihat satu rambu di dekat halte transit Transjakarta dekat lampu merah Jalan Gelora.

Salah satu penumpang KRL, Cindy, mengatakan sudah biasa dengan situasi ini.

"Kadang stres kalau sudah masuk ke jalan ini (Jalan Palmerah Timur), tapi saya kan rumah di Sudimara, naik dari (Stasiun) Palmerah terdekat," katanya.

Begitu pula dengan Tama yang sehari-hari juga harus naik dan turun di Stasiun Palmerah. Dia mengatakan sudah biasa dengan kemacetan yang ada.

"Pagi, sore sama saja, berangkat kena macet, apalagi pulang. Tapi, saya kan juga naik ojol ke stasiun, yang bikin macet juga ojol ini," katanya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Megapolitan
Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Ketika Sindikit Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Ketika Sindikit Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Megapolitan
Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Megapolitan
Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game' Ditangkap Polisi

Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game" Ditangkap Polisi

Megapolitan
Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Megapolitan
6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Megapolitan
Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game', Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game", Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Megapolitan
Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Megapolitan
77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

Megapolitan
Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Megapolitan
Vaksinasi Massal Covid-19 di JCC 24-26 Juli, Simak Cara Daftarnya

Vaksinasi Massal Covid-19 di JCC 24-26 Juli, Simak Cara Daftarnya

Megapolitan
Ada Seruan Aksi 'Jokowi End Game', Tak Ada Penyekatan Tambahan di Jakarta

Ada Seruan Aksi "Jokowi End Game", Tak Ada Penyekatan Tambahan di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X