Bertemu Anies, Surya Paloh Dinilai Ingin Ikut Momentum Islah dengan Oposisi

Kompas.com - 25/07/2019, 09:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019) RYANA ARYADITA UMASUGIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Kantor DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai manuver politik yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencerminkan bahwa politik memiliki sekat yang tipis antara oposisi dan koalisi.

Menurutnya, Surya Paloh sedang memanfaatkan momen ramainya rekonsiliasi antara koalisi dan oposisi seperti yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, termasuk yang dilakukan Prabowo dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

"Kalau kemarin itu sebenarnya adalah satu upaya untuk mencairkan suasana juga bahwa komunikasi antara simbol-simbol oposisi dan penguasa itu bisa terjadi di berbagai level. Artinya Pak Paloh juga ingin menggunakan momentum islah atau rekonsiliasi. Melakukan pertemuan dengan Anies," ucap Adi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (25/7/2019).

Baca juga: Manuver Nasdem kepada Anies, Sinyal Perpecahan Koalisi Jokowi...

Momen ini digunakan Surya untuk menarik oposisi seperti Anies, apalagi Anies merupakan salah satu tokoh dan simbol oposisi paling banyak dibicarakan saat ini.

"Selama ini kita harus pahami, Anies ini disimbolisasi sebagai salah satu tokoh atau ikon kelompok oposisi yang dalam banyak hal memang selalu dibentur-benturkan dengan pemerintah dan pendukungnya," ujar Adi.

"Jadi pertemuan kemarin itu adalah satu penjelasan di mana batas penguasa dengan oposisi itu memang cukup tipis. Hari ini bisa berteman besok jadi musuh, besok musuh hari ini jadi teman," kata dia.

Menurutnya, Paloh termasuk pintar memanfaatkan suasana rekonsiliasi yang sedang ramai dengan menarik Anies.

Dari segi ketenaran diakui bahwa saat ini Anies menjadi tokoh yang paling banyak dibicarakan, diperdebatkan, hingga dipertanyakan kinerjanya.

Baca juga: Tak Perlu Terpengaruh Manuver Nasdem, Anies Diminta Fokus Bekerja

"Dia hampir tiap hari jadi trending topic, baik yang mendukung maupun yang nge-bully. Dalam politik menjadi top of mind sering dibicarakan itu adalah modal politik yang bisa dikapitalisasi. Dan itu yang menarik dari manuver Pak Paloh dia berpikir jangka panjang. Anies ini kan memang digadang-gadang untuk jadi capres di masa depan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut partainya membuka kemungkinan untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju sebagai calon presiden pada 2024.

Hal ini disampaikan Paloh seusai pertemuan tertutup dengan Anies di DPP Partai Nasdem, Rabu (24/7/2019).

Mulanya, Paloh mengaku memberikan saran-saran kepada Anies agar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjalankan tugasnya dengan baik. Dia menganggap sosok Anies tak hanya dibutuhkan warga Jakarta, tetapi juga bangsa Indonesia.

Wartawan pun menanyakan, apakah hal ini menandakan Paloh mendukung Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Baca juga: Sekjen Nasdem Bantah Surya Paloh Dukung Anies Baswedan Nyapres 2024

"Sudah pastilah dukungan. Secara politik, lahiriah, batiniah dukungan," ucap Surya sembari tertawa di kantor DPP Partai Nasdem di Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019).

Wartawan kembali bertanya maksud pernyataan Paloh itu apakah berarti juga Nasdem mendukung Anies untuk 2024. Pada 2024, Indonesia akan kembali menggelar pemilihan presiden.

"2024 kan tergantung Anies. Niatnya sudah pasti ada di situ, semua niat baik harus terjaga asal baik," kata dia.

Wartawan memastikan lagi, "Artinya Nasdem siap mendukung Anies untuk 2024?"

"Insya Allah apabila semuanya seperti apa yang kami harapkan dukungan itu kan tidak bisa hanya datang dari satu kelompok termasuk satu institusi parpol Nasdem. Kita mengharapkan para pihak, untuk anak-anak bangsa ini, memenuhi kapasitas dan kapabilitas pemimpin negeri ini," katanya.

Untuk saat ini, Surya mendorong agar Anies mengeluarkan potensinya dalam memimpin Jakarta.

Ia berharap Anies bisa mengembangkan kinerjanya bagi kemaslahatan warga dan bangsa.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Warga Jual Paket Bantuan Sembako di Facebook, Ini Penjelasan Penjualnya

Viral Warga Jual Paket Bantuan Sembako di Facebook, Ini Penjelasan Penjualnya

Megapolitan
Pengalaman Dirut Baru Transjakarta Sardjono Jhony: Pilot, CEO Merpati, hingga Bos di Angkasa Pura I

Pengalaman Dirut Baru Transjakarta Sardjono Jhony: Pilot, CEO Merpati, hingga Bos di Angkasa Pura I

Megapolitan
Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

Polri Buka Kembali Layanan Pembuatan dan Perpanjangan SIM, STNK, dan BPKB

Megapolitan
Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

Belasan Ribu Orang Langgar PSBB di Jakarta, Total Denda Hampir Rp 600 Juta

Megapolitan
Galaunya Ibu Hamil Gara-gara Corona...

Galaunya Ibu Hamil Gara-gara Corona...

Megapolitan
Anies Sebut Krisis Ekonomi Mulai Terasa di Jakarta Dampak Covid-19

Anies Sebut Krisis Ekonomi Mulai Terasa di Jakarta Dampak Covid-19

Megapolitan
Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Megapolitan
UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

Megapolitan
Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Megapolitan
Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Megapolitan
Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Megapolitan
Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X