Enam Mahasiswa PMII Ditangkap dalam Penggusuran Warga di Jakasampurna, Bekasi

Kompas.com - 25/07/2019, 13:47 WIB
Seorang mahasiswa Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) digelandang petugas Satpol PP Kota Bekasi karena dianggap melawan petugas yang memaksa masuk menggusur perumahan warga di Jalan Bougenville Raya RT 001 RW 011, Kamis (25/7/2019). Vitorio MantaleanSeorang mahasiswa Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) digelandang petugas Satpol PP Kota Bekasi karena dianggap melawan petugas yang memaksa masuk menggusur perumahan warga di Jalan Bougenville Raya RT 001 RW 011, Kamis (25/7/2019).

BEKASI, KOMPAS.com — Enam mahasiswa yang teridentifikasi sebagai anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) digelandang ke Polres Metro Bekasi Kota.

Peristiwa ini terjadi setelah mereka bentrok dengan satpol PP di Jalan Bougenville Raya RT 001 RW 011, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kamis (25/7/2019).

"Ada enam orang, dibawa ke Polres Metro Bekasi Kota. Bukan warga sana," kata Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Bekasi Ade Rahmat saat dihubungi Kamis pagi.

Baca juga: Warga Bentrok dengan Satpol PP yang Paksa Bongkar Perumahan di Bekasi

Ade berujar, para mahasiswa ini ditangkap lantaran melawan petugas. Salah satu dari mereka disebut melempar batu ke arah petugas satpol PP yang merangsek masuk menembus barikade mereka.

"Pakai batu ngelempar. Anak buah saya dua orang cuma kesamber batu," ujar Ade.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi Kamis pagi, adu mulut antara mahasiswa dan satpol PP tak terelakkan.

Adu mulut itu berlanjut menjadi adu fisik ketika petugas coba merangsek ke perumahan warga.

Sebelum insiden itu, salah satu mahasiswa PMII sudah menyiapkan pecahan batu di jalan dekat mereka dan membuat palang perumahan.

"Jangan dipukul! Jangan dipukul!" seru salah satu petugas satpol PP saat menggelandang salah satu mahasiswa.

"Provokator kamu ini," ujar petugas yang lain.

Baca juga: Warga Tak Berdaya, Satpol PP Selesaikan Penggusuran Perumahan di Bekasi

Sebanyak 57 KK dan 74 bangunan di Jalan Bougenville Raya RT 001 RW 011, Jakasampurna, Bekasi Barat, digusur pada Kamis (25/7/2019).

Kementerian PUPR melalui Pemerintah Kota Bekasi berencana menggusur perumahan yang telah berusia lebih dari 20 tahun itu karena dianggap berdiri di atas tanah negara dan menghalangi proyek normalisasi DAS (daerah aliran sungai) Jatiluhur.

"Penertiban tersebut untuk menjaga ketertiban pengelolaan sungai agar fungsi sempadan dapat dikembalikan untuk penanganan banjir di daerah aliran sungai Jatiluhur," ujar Sekretaris Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Dzikron, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (24/7/2019).



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Megapolitan
WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

Megapolitan
Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Megapolitan
Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Megapolitan
Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Megapolitan
188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

Megapolitan
Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Megapolitan
Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Megapolitan
Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Megapolitan
Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Megapolitan
Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Megapolitan
Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Megapolitan
Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Megapolitan
Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X