Polemik Penggusuran Perumahan di Bekasi, di Antara Klaim Pemkot dan Protes Warga

Kompas.com - 26/07/2019, 08:27 WIB
Penggusuran perumahan warga di Jalan Bougenville Raya RT 001 RW 011, Jakasampurna, Bekasi Barat yang terletak di sisi DAS Jatiluhur, Kamis (25/7/2019). KOMPAS.com/VITORIO MANTALEANPenggusuran perumahan warga di Jalan Bougenville Raya RT 001 RW 011, Jakasampurna, Bekasi Barat yang terletak di sisi DAS Jatiluhur, Kamis (25/7/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Penggusuran rumah warga di Jalan Bougenville Raya RT 001 RW 011 oleh Kementerian PUPR melalui Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (25/7/2019) diwarnai kontroversi.

Selain bentrok dengan warga dan menyisakan rumah berspanduk ormas yang tak disentuh alat berat, penggusuran Kamis lalu disikapi berbeda oleh warga setempat dan Pemerintah Kota Bekasi.

Versi Pemkot Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Tata Ruang (Distaru) mengklaim langkah penggusuran perumahan warga di Jakasampurna tidak melanggar HAM dan sesuai prosedur.


"Terbitnya SP (surat peringatan) 1, 2, dan 3 sesuai perda. Tanah negara dipastikan boleh dilakukan satu kali peringatan dan dieksekusi dalam 7 hari," ujar Kepala Bidang Pengendalian Ruang Distaru Kota Bekasi, Azhari saat ditemui Kompas.com, di lokasi penggusuran, Kamis petang.

"Tiga SP dan 1 peringatan pengosongan untuk warga membongkar sendiri terbit dalam 28 hari. Dibandingkan 7 hari tadi, Pemkot Bekasi sudah optimal memberikan kebijakan," jelasnya.

Azhari menganggap, terbitnya 3 kali surat peringatan pada 12 Juni, 2 Juli, dan 9 Juli itu merupakan bagian dari sosialisasi.

Baca juga: Penggusuran Perumahan di Bekasi, Tak Mempan Diadang Warga, Tak Sentuh Rumah Berspanduk Ormas

Bentrok antara warga dan Satpol PP ketika petugas memaksa masuk ke perumahan warga pun dianggapnya bukan upaya mengesampingkan unsur HAM.

Azhari mengklaim, kesempatan relokasi ke rusunawa (rumah susun sederhana sewa) telah ia buka, tetapi tak disambut warga.

"Kita coba komunikasi terkait relokasi. Pukul 23.00 WIB kemarin malam kami siapkan 4 unit truk.  Ada surat dari pengelola rusunawa bahwa ada space yang tersedia di sana. Jam 20.00-23.00 awalnya ada warga yang bersedia (direlokasi), lalu entah ada masukan atau bagaimana, mereka tidak jadi mau direlokasi," jelas Azhari.

"Kita pastikan, kita melakukan upaya maksimal menghindari apa yang disebut pelanggaran HAM. Ketika mereka enggak mau, itu bukan kewenangan kami lagi," ia menambahkan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bekasi, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Bekasi, Tak Berpotensi Tsunami

Megapolitan
Begini Cara Pembuatan SIM Berbasis E-Drives di Satpas SIM Daan Mogot

Begini Cara Pembuatan SIM Berbasis E-Drives di Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
DPRD DKI Pangkas Jumlah Anggota TGUPP, Ini Komentar Anies

DPRD DKI Pangkas Jumlah Anggota TGUPP, Ini Komentar Anies

Megapolitan
Dua Tentara Korban Ledakan Monas Masih Dirawat di RSPAD

Dua Tentara Korban Ledakan Monas Masih Dirawat di RSPAD

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Kembalikan Gaji

Ketua DPRD DKI Minta Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Kembalikan Gaji

Megapolitan
BPOM Gerebek Gudang Berisi Ratusan Ribu Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal di Tanjung Priok

BPOM Gerebek Gudang Berisi Ratusan Ribu Obat, Kosmetik, dan Makanan Ilegal di Tanjung Priok

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 14 Pos Kesehatan

Jelang Natal dan Tahun Baru, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan 14 Pos Kesehatan

Megapolitan
Jelang Libur Akhir Tahun, KKP Bandara Soetta Waspadai Penyebaran Penyakit Menular

Jelang Libur Akhir Tahun, KKP Bandara Soetta Waspadai Penyebaran Penyakit Menular

Megapolitan
Ustaz Beben Tewas dalam Kecelakaan Saat Menghindari Jalanan Berlubang di GDC Depok

Ustaz Beben Tewas dalam Kecelakaan Saat Menghindari Jalanan Berlubang di GDC Depok

Megapolitan
Korsleting Listrik, Mobil Peugeot Terbakar di Depan Plaza Senayan

Korsleting Listrik, Mobil Peugeot Terbakar di Depan Plaza Senayan

Megapolitan
Rawannya Bangunan Retak dan Tanah Longsor di Tangsel Saat Pergantian Musim...

Rawannya Bangunan Retak dan Tanah Longsor di Tangsel Saat Pergantian Musim...

Megapolitan
Hotel Bintang Lima di Epicentrum Tunggak Pajak Rp 2,9 Miliar

Hotel Bintang Lima di Epicentrum Tunggak Pajak Rp 2,9 Miliar

Megapolitan
Begal di Bekasi Bacok Tangan Korban hingga Nyaris Putus

Begal di Bekasi Bacok Tangan Korban hingga Nyaris Putus

Megapolitan
Yuk, Main Permainan Khas Betawi di Taman Tomang Rawa Kepa!

Yuk, Main Permainan Khas Betawi di Taman Tomang Rawa Kepa!

Megapolitan
Bus Apron Terbakar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Bus Apron Terbakar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X