Festival Condet 2019, Upaya untuk Lestarikan Budaya Betawi

Kompas.com - 27/07/2019, 16:34 WIB
Batik condet yang dihadirkan di Festival Condet 2019 pada Sabtu (27/07/2019). KOMPAS.com/ VERRYANA NOVITA NINGRUMBatik condet yang dihadirkan di Festival Condet 2019 pada Sabtu (27/07/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Festival Condet 2019 kembali digelar pada akhir pekan ini, yaitu pada 27-28 Juli 2019 Jalan Raya Condet, Jakarta Timur mulai pukul 08.00-22.00 WIB.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Condet yang sudah digelar selama empat tahun ini bertujuan untuk memajukan dan memperkenalkan budaya Betawi, khususnya di wilayah Condet.

Kendati secara konsep sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Ketua Festival Condet 2019 Hafidz Setiawan mengatakan ada yang berbeda dari festival kali ini.

"Tahun ini kita punya berbagai produk dari anak-anak Condet sendiri, khususnya terutama sandal lily yang sudah hampir punah kita angkat kembali, yang membuat adalah mahasiswa UMN mereka juga orang betawi. Ada juga batik condet, dibuat oleh anak-anak sini," kata pria yang akrab disapa Iwan itu saat ditemui di Festival Condet pada Sabtu (27/07/2019).

Baca juga: Ini Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas Saat Festival Condet 2019

Selain itu, Iwan dan anak-anak muda Condet tidak ingin budaya Betawi tergerus oleh zaman. Apalagi, dengan masuknya budaya-budaya luar le Indonesia.

"Biar anak-anak muda peduli dengan budaya sendiri. Kita sekarang ini sudah campur aduk sama budaya Korea, Jepang, dan Amerika. Kami bertujuan agar anak muda peduli dengan budaya sendiri," katanya.

Festival Condet 2019 ini akan dimeriahkan dengan berbagai kesenian pertunjukan di empat panggung yang tersedia.

Selain itu, di sepanjang jalan juga terdapat 400 stand aneka makanan dan pernak-pernik dari warga Condet. Adapula, 1.000 pedagang kaki lima di sekitar itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Megapolitan
Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Megapolitan
Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Megapolitan
Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Megapolitan
Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Megapolitan
Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Megapolitan
Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Megapolitan
Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X