Motor Honda Kharisma Terbakar di Underpass Cawang

Kompas.com - 29/07/2019, 19:35 WIB
Sebuah Sepeda Motor Terbakar di Underpass Cawang, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019). Bidik Layar Instagram @jktinfoSebuah Sepeda Motor Terbakar di Underpass Cawang, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu unit sepeda motor Honda Kharisma bernomor polisi B 6558 WXK terbakar di kolong terowongan bawah tanah (underpass) Jalan D.I Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur, Senin (29/7/2019).

Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Agus mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Berawal saat pengendara motor bernama Muamar Fauzan melintas di bawah underpass, lalu motor yang dikendarainya tiba-tiba terbakar.

"Pengemudi atas nama Muamar Fauzan warga Duren Sawit. Jadi ketika melintas di bawah underpass Cawang tiba-tiba motor terbakar," kata Agus saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.

Belum diketahui kepastian penyebab motor tersebut terbakar. Hingga kini polisi masih memeriksa pemilik motor untuk memastikan penyebab motornya terbakar.

Agus menambahkan, setelah terbakar, motor hanya menyisakan kerangka.

"Belum tahu (penyebab motor terbakar) habis deh pokoknya. Kabel-kabel, jok, ban, dan bahan dari plastik ludes," ujar Agus.

Api berhasil dipadamkan oleh warga sekitar dan polisi yang berjaga di Pos Polisi Cawang.

Menurut Agus, arus lalu lintas sempat tersendat karena insiden terbakarnya motor itu.

"Motor sudah diamankan di Kantor Satlantas Polres Jakarta Timur," ujar Agus.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X