7 Fakta Seputar Pencemaran Kali Bahagia di Babelan Bekasi

Kompas.com - 30/07/2019, 05:35 WIB
Tutupan sampah memenuhi aliran Kali Busa atau Kali Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Foto diambil Senin (29/7/2019). Vitorio MantaleanTutupan sampah memenuhi aliran Kali Busa atau Kali Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Foto diambil Senin (29/7/2019).

BEKASI, KOMPAS.com – Kali Busa atau Kali Bahagia di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, menyedot perhatian warganet beberapa hari belakangan ini. Pasalnya, sampah- sampah plastik memenuhi kali hingga aliran air kali tak terlihat lagi.

Kompas.com menghimpun sejumlah fakta mengenai pencemaran di Kali Bahagia itu.

1. Beragam jenis sampah

Sampah yang menutupi dan bahkan membendung aliran Kali Bahagia didominasi jenis sampah anorganik yang diperkirakan berasal dari rumah tangga. Sebagian besar di antaranya berbahan dasar plastik, seperti mangkuk sekali pakai, botol, dan kantong kresek.

Baca juga: Kali Bahagia di Babelan Bekasi Tertutup Sampah Plastik

2. Volume sampah

Sepanjang 1,5 hingga 2 kilometer aliran Kali Bahagia diperkirakan tertutup sampah. Sampah membuat aliran kali jadi dangkal lantaran sudah menumpuk selama beberapa bulan terakhir. Bobot sampah di kali itu sekitar 400 ton.

3. Parah pada tahun ini

Warga setempat mengatakan, keadaan Kali Bahagia kian memprihatinkan sejak awal tahun ini. Tahun-tahun sebelumnya, sampah memang telah jadi pemandangan lazim di kali ini tetapi air sungai masih tampak dan sampah hanya terbendung di bendungan milik petani.

Saat sampah masih belum separah sekarang, banjir sudah jadi langganan saat musim hujan.

Warga khawatir, keadaan semakin buruk pada musim hujan tahun ini datang. Soalnya, kondisi Kali Bahagia sudah benar-benar penuh sampah.

4. Sebabkan penyakit

Selain menyebabkan banjir, joroknya aliran Kali Bahagia berimbas pada timbulnya berbagai penyakit yang diderita warga. Ketika banjir, misalnya, warga sudah jadi langganan terkena diare.

Saat musim kemarau seperti sekarang, nyamuk jadi momok.

"DBD (demam berdarah dengue) setiap tahun 3-4 orang (terkena DBD). Dugaan (penyebab) dari kali. Air got-nya nggak kering-kering. Air nggak bisa ngalir, dari situ banyak jentik nyamuk," ujar Ketua RW 021 Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Ariffudin Dachlan, kepada wartawan, Senin (29/7/2019).

Ariffudin menyebutkan, dalam pekan ini saja, sudah dua orang warganya terserang DBD.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Legalitas Revitalisasi Monas Dipertanyakan...

Saat Legalitas Revitalisasi Monas Dipertanyakan...

Megapolitan
Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Seorang Pasien RSPI Sulianti Saroso Diduga Terinfeksi Virus Corona

Megapolitan
Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Ini Keunggulan PT Bahana Prima Nusantara sehingga Menangkan Tender Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

4 Fakta Warga AS Ditangkap karena Menyelundupkan Brownies Ganja

Megapolitan
Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Tuduhan PSI dan Perlawanan Kontraktor Proyek Revitalisasi Monas

Megapolitan
Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Gang Royal, Lokalisasi Setengah Abad yang Jual Anak di Bawah Umur

Megapolitan
Bukan Asli Betawi, 'Lu', 'Gue', 'Cincong' Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Bukan Asli Betawi, "Lu", "Gue", "Cincong" Ternyata Terpengaruh Kultur Tionghoa

Megapolitan
[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

[KLARIFIKASI] Spanduk Tolak Mandikan Jenazah Pendukung Pembangunan Gereja di Serpong

Megapolitan
Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Perjalanan Agung Wicaksono Pimpin Transjakarta hingga Mengundurkan Diri

Megapolitan
Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Spanduk Bernada Ujaran Kebencian yang Berujung Jeruji Besi Bagi Ketua Goib Jaktim

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

[POPULER JABODETABEK] Izin Revitalisasi Monas Dipersoalkan | Pembantaian Etnis Tionghoa di Kali Angke

Megapolitan
Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Wihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X