Kompas.com - 31/07/2019, 11:04 WIB
Polusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPolusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia.

JAKARTA, KOMPAS.COM - Beberapa pekan terakhir, udara Jakarta menjadi sorotan lantaran mendapat predikat sebagai yang polusinya terburuk di dunia.

Data yang diberikan Air Visuals, aplikasi daring yang memetakan polusi di dunia, kualitas udara di Jakarta pada Selasa (29/7/2019) lalu tercatat 159, kategori tidak sehat dengan parameter PM2.5 konsentrasi 70,8 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI).

Dengan itu alangkah baiknya sebagai warga kita memulai dari diri sendiri untuk mengurangi polusi udara di Jakarta. Berikut ini adalah langkah-langkah kecil yang bisa membuat perubahan besar.

1. Gunakan transportasi publik

Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) merilis analisa source apportionment yang menunjukkan bahwa particulate matter (PM) 10 di DKI Jakarta paling banyak dari kendaraan bermotor, yaitu sebanyak 47 persen.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebut jumlah kendaraan bermotor yang mencapai 17 juta unit menyumbang buruknya kualitas udara di Ibu Kota.

Angka ini dapat ditekan apabila lebih banyak lagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Anies Curiga Polusi Udara Jakarta Disebabkan Kendaraan Berat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Bbanyaknya kendaraan bermotor yang mengeluarkan emisi tidak ramah lingkungan akan berujung pada udara jakarta yang buruk.

2. Tanam tanaman antipolutan

Pemprov DKI Jakarta baru-baru ini mengatakan akan membagi-bagikan tanaman lidah mertua dan tanaman lain yang bisa dimanfaatkan untuk menyerap karbondioksida (CO2).

Apabila kegiatan tanam menanam ini dilakukan secara massal, itu bisa membuat perubahan besar di kota Jakarta.

3. Jangan bakar sampah sembarangan

Data dari BPPD Jakarta berdasarkan postingannya di Instagram resmi pada Selasa (30/7/2019) menyebutkan, gas klorin yang dihasilkan pembakaran sampah dapat merusak atmosfer bumi.  Pembakaran sampah membuat debu, asap hitam, dan melepaskan karbondioksida (CO2) ke udara.

Baca juga: Walhi Sarankan Pemprov DKI Perluas Sistem Ganjil Genap Atasi Polusi Udara

4. Urban farming

Dalam rangka penghijauan dan penataan kota, masyarakat bisa membuat kebun kecil-kecilan untuk ditanami sayur-sayuran atau buah-buahan. Saat masa panen bisa bermanfaat menjadi persediaan bahan pangan.

5. Uji emisi kendaraan

Semua kendaraan turut memberikan andil dalam memperburuk udara Kota Jakarta. Pemilik kendaraan bisa membantu dalam mengurangi polusi udara Jakarta dengan melakukan uji emisi kendaraan di bengkel-bengkel yang sudah memiliki alat uji.

Dengan demikian, gas emisi yang dibuang lebih terkendali dan tidak terlalu mencemari lingkungan.

6. Gunakan masker

Dengan predikat sebagai kota dengan polusi terburuk di dunia, tidak ada alasan lagi untuk tidak menggunakan masker. Udara Jakarta yang sangat kotor tentu saja bisa membahayakan tubuh. Karena itu, ketika berada di luar ruangan disarankan untuk menggunakan masker agar udara yang dihirup bisa difilter.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Megapolitan
Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Megapolitan
KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Megapolitan
Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Megapolitan
Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Megapolitan
Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Megapolitan
Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Megapolitan
Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Megapolitan
Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Megapolitan
Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Megapolitan
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Megapolitan
Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Megapolitan
Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.