Sampah yang Diduga Impor di Burangkeng Dibuang di Luar Wilayah TPA

Kompas.com - 31/07/2019, 12:46 WIB
Timbunan sampah asing yang bercampur dengan limbah perusahaan di dekar TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi. Vitorio MantaleanTimbunan sampah asing yang bercampur dengan limbah perusahaan di dekar TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi.

BEKASI, KOMPAS.com - Ketua RT 001, RW 003 Desa Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Madih, menyebutkan, tumpukan sampah yang umumnya berupa kemasan makanan dari sejumlah negara asing di wilayahnya tidak dibuang di lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, Rabu (31/7/2019) siang, jalan menuju lahan pembuangan sampah-sampah itu terpaut sekitar 400 meter dari gunungan sampah TPA Burangkeng.

"Bukan wilayah TPA (Burangkeng). Enggak tahu juga dibilang lahan warga juga bukan, yang punya orang kota. Terus kan digali sama tol, terus katanya dikontrakin," ujar Madih di rumahnya yang terletak persis berhadapan dengan lahan pembuangan sampah impor itu, Rabu pagi.

"Dikontrakin ke yang buang sampah," kata dia.

Baca juga: Sampah Luar Negeri Ditemukan di Dekat TPA Burangkeng Bekasi

Lahan pembuangan sampah yang diduga merupakan sampah impor itu memang berbatasan langsung di samping proyek Tol Cimanggis-Cibitung. Terdapat lubang berdiameter kurang lebih 10 meter, dasarnya telah dipenuhi timbunan sampah yang tak diketahui ketebalannya.

Madih mengatakan, sampah-sampah itu mulai dibuang ke tempat itu sejak 2017 lalu. Sempat terhenti beberapa bulan, pembuangan kembali berlanjut pada 2019 dengan intensitas yang lebih jarang.

Pendapat Madih dibenarkan warga lain, F, yang merupakan tetangga Madih.

"Sempat ditutup, TPA (Burangkeng) juga enggan terima. TPA mah gah nerima, perusahaan ini (F menyebutkan nama perusahaan pembuang sampah impor itu) ibaratnya nyolong-nyolong. Enggak tentu makanya datangnya," kata F.

Tumpukan sampah-sampah itu ditemukan di antara serakan sampah plastik dan kertas di lahan dekat TPA Burangkeng itu, Rabu. Sampah-sampah  tersebut kebanyakan berupa kemasan makanan. Ada kemasan buah-buahan kering dari Selandia Baru, makanan ringan dari Kanada, dan olahan rumput laut dari Korea Selatan.

Baca juga: Pemkab Bekasi: 14 Hari TPA Burangkeng Ditutup, 11.000 Ton Sampah Menumpuk

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Serius Tangani Covid-19

Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Serius Tangani Covid-19

Megapolitan
Nilai Rapor Jadi Pertimbangan Lulus Ujian SIMAK UI

Nilai Rapor Jadi Pertimbangan Lulus Ujian SIMAK UI

Megapolitan
Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

Megapolitan
[HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

[HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

Megapolitan
Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

Megapolitan
Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

Megapolitan
Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

Megapolitan
Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

Megapolitan
PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

Megapolitan
Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

Megapolitan
Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X