TPST Bantargebang Akan Overload, Warga Jakarta Diminta Kurangi Sampah

Kompas.com - 31/07/2019, 13:30 WIB
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (23/10/2018). KOMPAS.com/ DEAN PAHREVITempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (23/10/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta warga mengurangi produksi sampah.

Tujuannya untuk memperpanjang masa pakai TPST Bantargebang yang diperkirakan tidak bisa lagi menampung sampah pada tahun 2021.

"Kita minta masyarakat dan kita mulai sosialisasikan secara masif bagaimana caranya supaya masyarakat itu mau mengurangi memproduksi sampah," ujar Kepala Unit Tempat Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (31/7/2019).

Asep mengatakan, cara yang bisa dilakukan warga di antaranya bijak menggunakan kantong plastik, membawa tumbler, membawa tempat makan, dan menggunakan tas ramah lingkungan.

Selain itu, Pemprov DKI juga meminta warga mulai sadar untuk memilah jenis sampah untuk didaur ulang.

Baca juga: Sampah Lama di TPST Bantargebang Akan Diolah Jadi Energi Pengganti Batu Bara

"Masalah sampah di Indonesia adalah sampah itu tidak dipilah, akhirnya kayak plastik-plastik yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh industri daur ulang, itu tidak bisa dimanfaatkan," kata dia.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Asep, akan memperbanyak bank sampah di Ibu Kota dan tempat pembuangan sementara (TPS) untuk reuse, reduce, dan recycle (3R) sampah.

"Kita akan memperbanyak jumlah bank sampah dan TPS 3R," ucap Asep.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memperkirakan TPST Bantargebang tidak bisa menampung sampah lagi dalam kurun waktu tiga tahun ke depan atau tahun 2021.

Baca juga: 2021, Bantargebang Diprediksi Tak Mampu Tampung Sampah Jakarta

Bantargebang akan penuh lantaran menerima 7.500 ton sampah dari Jakarta per harinya. Sementara itu, jumlah sampah yang diolah di sana tak sebanding dengan sampah yang diterima per hari.

Pemprov DKI melalui badan usahanya, PT Jakarta Propertindo, sebenarnya sudah melakukan groundbreaking pembangunan ITF Sunter untuk mengolah sampah.

Namun, ITF Sunter diperkirakan baru rampung pada 2022 dan hanya mampu mengolah 2.200 ton sampah per hari. Pemprov DKI juga rencananya akan membangun beberapa ITF lainnya di dalam.

Pemprov DKI harus berupaya memperpanjang masa pakai TPST Bantargebang sebelum ITF di dalam kota rampung dibangun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X