Ini Kriteria Anggota Paskibraka Nasional yang Akan Dipilih sebagai Pembawa Baki

Kompas.com - 31/07/2019, 16:38 WIB
Anggota Paskibraka di latih di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (PP-PON Kemepora), Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (31/7/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAAnggota Paskibraka di latih di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (PP-PON Kemepora), Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (31/7/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu formasi impian para Paskibraka adalah menjadi pembawa baki dan pengebar bendera.

Kelompok ini juga yang biasanya banyak menjadi sorotan masyarakat, terutama bagi putri Paskibraka yang bertugas membawa baki bendera pusaka.

Petugas pembawa baki dan pengibar bendera dipilih langsung oleh Koordinator Pelatih Paskibraka.

Koordinator Pelatih Paskibraka, Letkol Amar menjelaskan, waktu penentuan tidak pasti. Bisa pada malam sehari sebelumnya, bisa H-1, atau bahkan tepat hari H.

Baca juga: Melihat 68 Anggota Paskibraka Nasional 2019 Berlatih di Bawah Terik Matahari

"Bahkan pernah juga pengumuman petugas pembawa baki dan pengibar bendera pernah dilakukan 5 menit sebelum tampil," ujar Amar di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (PP-PON Kemenpora) Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (31/7/2019).

Amar mengungkap, ada penilaian khusus untuk posisi pembawa baki dan pengibar bendera itu. Sebab mereka saat hari H akan tampil di hadapan presiden.

Amar mengatakan, penilaian itu dilakukan pelatih selama Paskibraka mengikuti pelatihan. Sebab, seluruh anggota Paskibraka akan diberikan kesempatan yang sama untuk menjajal posisi itu.

Sangat dimaklumi apabila mereka sama-sama menginginkan posisi tersebut. Namun, kinerja dan kerja keras anggota Paskibraka dinilai selama latihan ini.

Baca juga: Cerita Seragam Paskibraka dari Masa ke Masa...

Selama latihan, lanjut Amar, para Paskibraka akan dinilai dari ketenangannya saat membawa bendera.

Kemudian, daya ingat dengan gerakan yang telah diajarkan pun menjadi suatu hal penting.

"Lalu penguasaan materi juga penting. Jadi jangan sampai pada saat dia naik di tangga saat hendak kibarkan bendera eh dia salah membalikkannya," ucap Amar.

Sebab menurut dia, setiap gerakan pembawa baki dan pembawa bendera itu akan diperhatikan semua peserta upacara.

"Jadi harus dengan fokus dan percaya diri. Karena semua mata pasti tertuju di dia (pembawa baki dan pembawa bendera)," tutur Amar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X