Tips dan Trik Jadi Pembawa Bendara bagi Paskibraka Nasional

Kompas.com - 01/08/2019, 07:08 WIB
Sebanyak 68 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka  (Paskibraka) Nasional terpilih dari seluruh provinsi di Indonesia berlatih di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (PP-PON Kemepora), Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (31/7/2019). KOMPAS. Com/CYNTHIA LOVASebanyak 68 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka  (Paskibraka) Nasional terpilih dari seluruh provinsi di Indonesia berlatih di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (PP-PON Kemepora), Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (31/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS. Com - Menjadi pembawa baki atau bendera merupakan idaman setiap peserta perempuan ketika menjadi calon Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) Nasional.

Para calon anggota paskibraka memiliki kesempatan yang sama untuk mencoba menjadi pembawa baki di setiap latihan.

Semua calon anggota paskibraka harus menunjukkan aksinya secara maksimal ketika ia mendapat kesempatan sebagai pembawa baki saat latihan.

Mereka mencoba mengambil hati para pelatih untuk mendapat nilai bagus dengan tampil sempurna dan anggun.


Baca juga: Letih hingga Kurang Hiburan Jadi Bagian Suka Duka Calon Paskibraka Nasional

Menjadi pembawa baki bukan suatu hal yang gampang. Pembina Paskibraka Nasional 2019, Imelda Novitasari mengatakan, para calon harus kosentrasi dan fokus untuk menjadi pembawa baki itu.

"Sebab apabila seorang paskibraka tidak fokus dan konsentrasi, bisa aja terjatuh dari tangga," kata Imelda saat ditemui, Rabu (31/7/2019).

Ia menjelaskan, agar pembawa baki tidak terjatuh dari tangga mereka harus memiliki keseimbangan.

"Jadi kan mereka membawa benderanya yang agak cukup berat dengan tegap. Nah di sini keseimbangan mereka diuji," ujar mantan Paskibraka Nasional tahun 2006 itu.

Saat pembawa baki melangkah di tangga, telapak kakinya pun harus menyentuh ujung tangga. Hal itu merupakan cara paskibraka meraba tiap anak tangga saat membawa bendera itu.

Selain itu, pembawa baki itu harus menjaga emosinya. Ketika menjadi pembawa baki mereka harus bersikap tenang.  Tiap langkah mereka dituntut untuk anggun dan berwajah senyum.

"Mereka pokoknya harus tegap, seimbang, anggun, dan harus mudah senyum," ucap Imelda.

Ia mengatakan, calon anggota paskibraka punya kesempatan sama menjadi pembawa baki. Setiap latihan, para pelatih kerap membawa buku catatan untuk mencatat perkembangan nilai calon peserta.

Baca juga: Alfaro Ikuti Jejak Ibu dan Kakek Jadi Anggota Paskibraka Nasional

Penilaian saat latihan ini akan menjadi penentuan siapa pembawa baki terpilih.

"Bahkan mendekati hari H beberapa calon anggota paskibraka harus siap jika ditunjuk jadi pembawa baki," kata Imelda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X