Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Jaringan Internasional yang Jual Kokain Ethiopia

Kompas.com - 02/08/2019, 13:25 WIB
Pengungkapan tiga tersangka jaringan narkoba internasional oleh Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat pada Jumat (2/8/2019). KOMPAS.COM/ANASTASIA AULIAPengungkapan tiga tersangka jaringan narkoba internasional oleh Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat pada Jumat (2/8/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan tiga orang tersangka pengedar narkoba jenis kokain di Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (25/5/2019). Kokain tersebut berasal dari Ethiopia.

"Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat, bahwa di sekitar Jalan Kramat Raya terdapat dua orang laki-laki yang diduga melakukan jual beli narkotika jenis kokain" ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Afendi Eka Putra dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat pada Jumat (2/8/2019).

Polisi melakukan penyamaran dan berhasil menangkap tiga tersangka berinisial P, S dan M. Dari penangkapan itu polisi mendapatkan informasi bahwa barang bukti lainnya terdapat di rumah kost tersangka S di Semarang.

Baca juga: Mahasiswi Ditangkap karena Bawa Sabu Saat Jenguk Pacarnya di Rutan Salemba

"Kami bisa mendapatkan barang bukti lainnya sejumlah kurang lebih 900 gram kokain di rumah saudara S dari keterangan para tersangka" kata Afendi.

Selama proses penyelidikan terungkap bahwa tersangka S mendapatkan kokain dari WNA kewarganegaraan Ethiopia berinisial E yang diantar melalui dua kurir di Hotel Debredamo, Kota Addis Ababa, Ethiopia pada Sabtu (18/5/2019) waktu setempat.

Tersangka S mengaku mendapatkan arahan oleh WNA berinisial E untuk menjual narkotika jenis kokain seberat 900 gram tersebut di Asia Tenggara.

Ia menyimpan barang haram tersebut di dalam lapisan aluminium foil dan berhasil lolos dari penjagaan bandara di beberapa negara. Dari perjalanan tersebut ia diupah uang sebesar 1.000 dollar Amerika.

Baca juga: Sejumlah Fakta soal Pegawai Rutan Cipinang yang Selundupkan Sabu untuk Napi

"Dari Ethiopia barang bukti tersebut diperintahkan untuk diperdagangkan di wilayah Asia Tenggara. Pertama yang didatangi adalah Thailand, lalu mampir ke Dubai, Singapura dan terakhir sampai di Jakarta" jelas Afendi.

Berdasarkan keterangan pelaku, WNA berinisial E juga memiliki jaringan di Surabaya. Namun kebetulan ternyata warga Surabaya tersebut telah di tangkap di Myanmar.

Barang bukti yang disita oleh polisi berupa narkotika jenis kokain dengan berat kurang lebih 1 kilogram dan tiga alat komunikasi.

Tersangka dikenakan Pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 132 UU RI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana mati, atau pidana penjara seumur hidup, atau pidana minimal 6 tahun paling lama 20 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sembuh dari Covid-19, Ini Tips dari Wali Kota Jakbar untuk Pasien Positif

Sembuh dari Covid-19, Ini Tips dari Wali Kota Jakbar untuk Pasien Positif

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19, Terpapar karena Menyepelekan...

Cerita Penyintas Covid-19, Terpapar karena Menyepelekan...

Megapolitan
Pria Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di Depok

Pria Ditemukan Tergeletak Tak Bernyawa di Depok

Megapolitan
Graha Wisata TMII Siap Tampung 102 Pasien Covid-19 yang Jalani Isolasi

Graha Wisata TMII Siap Tampung 102 Pasien Covid-19 yang Jalani Isolasi

Megapolitan
Seorang Pengendara Diserang Sekelompok Orang Pakai Pecahan Botol di Ciputat

Seorang Pengendara Diserang Sekelompok Orang Pakai Pecahan Botol di Ciputat

Megapolitan
Pemkot Jakbar Keruk Lumpur yang Sebabkan Banjir Tiap Hujan Deras

Pemkot Jakbar Keruk Lumpur yang Sebabkan Banjir Tiap Hujan Deras

Megapolitan
Sosialisasi Masker, Polisi dan Satpol PP Patroli Keliling Wilayah Padat Penduduk di Kuningan Barat

Sosialisasi Masker, Polisi dan Satpol PP Patroli Keliling Wilayah Padat Penduduk di Kuningan Barat

Megapolitan
Pakar UI: Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Lakukan PSBB Ketat!

Pakar UI: Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Lakukan PSBB Ketat!

Megapolitan
Ada Covid-19, Angka Kemiskinan di Tangsel Diprediksi Naik Jadi 1,8 Persen

Ada Covid-19, Angka Kemiskinan di Tangsel Diprediksi Naik Jadi 1,8 Persen

Megapolitan
Beredar Video Pria Diborgol di KRL, PT KCI Sebut Itu Copet yang Ditangkap

Beredar Video Pria Diborgol di KRL, PT KCI Sebut Itu Copet yang Ditangkap

Megapolitan
Dapur Nasi Murah Hadir di Kalibata Timur untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Dapur Nasi Murah Hadir di Kalibata Timur untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Megapolitan
Kompas Gramedia Raih Penghargaan Gedung Perkantoran Ramah Pesepeda

Kompas Gramedia Raih Penghargaan Gedung Perkantoran Ramah Pesepeda

Megapolitan
UPDATE 29 September: RSD Stadion Patriot Chandrabaga Rawat 28 Pasien Covid-19 OTG

UPDATE 29 September: RSD Stadion Patriot Chandrabaga Rawat 28 Pasien Covid-19 OTG

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Siagakan 273 Pompa Air

Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Siagakan 273 Pompa Air

Megapolitan
Diprotes PHRI, Ini Alasan Pemprov DKI Larang Restoran Layani Dine-In

Diprotes PHRI, Ini Alasan Pemprov DKI Larang Restoran Layani Dine-In

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X