Empat Kasus Kekerasan yang Pernah Dialami Anggota Paskibraka

Kompas.com - 02/08/2019, 17:40 WIB
Sejumlah calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) mengikuti latihan baris berbaris di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (9/7/2019). Paskibra yang terdiri atas pelajar terpilih dari sejumlah sekolah tersebut melakukan latihan selama sekitar satu bulan untuk persiapan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.Sejumlah calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) mengikuti latihan baris berbaris di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (9/7/2019). Paskibra yang terdiri atas pelajar terpilih dari sejumlah sekolah tersebut melakukan latihan selama sekitar satu bulan untuk persiapan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.
|

Pelecehan terjadi saat para calon anggota Paskibraka diharuskan melakukan push up dingin, yaitu push up bertumpuk tanpa busana.

Para senior juga menginstruksikan para calon putri untuk jalan cepat dengan hanya mengenakan handuk dan melakukan kekerasan fisik terhadap tiga anggota yunior.

Selain calon anggota putri, calon anggota putra juga mengalami kekerasan serupa.

Pelecehan 14 anggota Paskibraka putra dan putri

Sebanyak 14 anggota Paskibraka DKI Jakarta tahun 2010 mengalami pelecehan dan kekerasan. Pelecehan tersebut dilakukan oleh pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, pengurus Purna Paskibra Indonesia (PPI), dan tiga anggota Paskibraka senior.

Para anggota saat itu diharuskan untuk berlari dalam keadaan tanpa busana selama sepuluh detik dari kamar tidur menuju kamar mandi. 

Baca juga: Diary Merah Putih, Saksi Bisu Dugaan Penganiayaan Paskibraka Asal Tangsel

Kasus tersebut pada akhirnya terungkap setelah anggota Paskibraka putri diduga mengalami kekerasan dan pelecehan seksual dari seniornya.

Pelatih Paskibraka cabuli empat siswi

Seorang guru honorer sekaligus pelatih Paskibraka di sebuah sekolah dasar di kawasan Cengkareng melakukan kekerasan seksual terhadap empat siswi. Para siswi diajak berlatih Paskibraka lalu melakukan tes kesehatan di bawah tangga.

Namun, tes kesehatan yang sebenarnya tidak pernah dilakukan. Pelaku justru membuka rok seragam sekolah siswi dan melakukan kekerasan seksual. 

Peristiwa ini diketahui oleh salah satu guru di sekolah tersebut. Pelaku pun diancam hukuman penjara 15 tahun. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X