Guru Besar IPB: Lokasi Pengganti Bantargebang Perlu Dipersiapkan

Kompas.com - 02/08/2019, 18:21 WIB
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (23/10/2018). KOMPAS.com/ DEAN PAHREVITempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa (23/10/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi problematika sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Arief Sabdo Yuwono mengemukakan pendapatnya mengenai hal-hal penting untuk dipertimbangkan.

Arief mengingatkan, sebelum Bantargebang tidak beroperasi lagi, perlu dipastikan bahwa tempat pembuangan pengganti sudah siap.

"Lokasi baru tersebut memenuhi syarat atau tidak," ucap Arief saat dihubungi pada Jumat (2/8/2019).

Menurut Arief, meski penutupan Bantargebang bisa menjadi masalah bagi masyarakat Jakarta di kemudian hari, sebaliknya hal ini justru bisa memberi dampak positif bagi warga Bekasi.

Baca juga: Bom Waktu TPST Bantargebang di Balik Ribut Anies-Bestari-Risma soal Sampah

"Bagi orang Bekasi barangkali baik dari segi lingkungan. Tapi kalau dari segi keuangan saya tidak tahu," 

Selain itu Arief menegaskan, permasalahan utama dari sampah yang menggunung adalah perilaku.

Sampah yang menggunung, kata Arief, bisa diatasi dengan teknologi pembakaran organik atau insinerasi. Namun, hal ini bukan berarti tanpa efek negatif karena insinerasi memiliki sejumlah residu seperti abu dan emisi ke atmosfer berupa gas sisa hasil pembakaran.

Sebelum melewati fasilitas pembersihan gas, gas-gas tersebut mungkin mengandung partikulat, logam berat, dioksin, furan, sulfur dioksida, dan asam hidroklorat.

"Insinerasi plus minusnya lumayan banyak," tambahnya.

Karena itu Arief lebih berharap pada perilaku masyarakat yang sejatinya harus diubah.

"Saya kira itu bagus juga untuk memberi sarana pendidikan bagi masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya, dikabarkan sampah yang dikumpulkan ke Bantargebang dari Jakarta mencapai 7.500 ton per hari. Angka ini tidak sebanding dengan jumlah sampah yang bisa diolah.

Akibatnya, TPST Bantargebang diprediksi tak lagi dapat menampung sampah pada tahun 2021.

Baca juga: Para Pemulung Bantargebang Tak Setuju PLTSa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Babak Belur Dipukuli Preman Saat Antar Kekasih Pulang

Seorang Pria Babak Belur Dipukuli Preman Saat Antar Kekasih Pulang

Megapolitan
Nasib 12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Nasib 12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Megapolitan
Gaji PNS DKI Capai 28 Juta, Lulusan IPDN Berbondong-bondong Incar Posisi di Jakarta

Gaji PNS DKI Capai 28 Juta, Lulusan IPDN Berbondong-bondong Incar Posisi di Jakarta

Megapolitan
54 Raperda Diusulkan pada 2020, Ketua DPRD DKI Minta Dipangkas

54 Raperda Diusulkan pada 2020, Ketua DPRD DKI Minta Dipangkas

Megapolitan
228 Mobil Mewah di Jakarta Barat Tunggak Pajak

228 Mobil Mewah di Jakarta Barat Tunggak Pajak

Megapolitan
Gudang Kayu di Bekasi Ludes Dilalap Api Pembakaran Sampah

Gudang Kayu di Bekasi Ludes Dilalap Api Pembakaran Sampah

Megapolitan
Detik-detik Api Kepung SMK Yadika 6: Siswa Terjebak, Dievakuasi Pakai Gorden hingga Ring Basket

Detik-detik Api Kepung SMK Yadika 6: Siswa Terjebak, Dievakuasi Pakai Gorden hingga Ring Basket

Megapolitan
BKD Benarkan Gaji PNS Baru DKI Bisa Mencapai Rp 28 Juta

BKD Benarkan Gaji PNS Baru DKI Bisa Mencapai Rp 28 Juta

Megapolitan
Ditanya soal Penggusuran Kawasan Sunter, Anies Hanya Tersenyum Tanpa Berkomentar

Ditanya soal Penggusuran Kawasan Sunter, Anies Hanya Tersenyum Tanpa Berkomentar

Megapolitan
Kurangi Pemakaian Botol Kemasan, Keran Air Siap Minum Kini Dipasang di RSCM

Kurangi Pemakaian Botol Kemasan, Keran Air Siap Minum Kini Dipasang di RSCM

Megapolitan
Dishub DKI Awalnya Minta Jalur Sepeda di Cikini Tak Dibongkar, Tapi...

Dishub DKI Awalnya Minta Jalur Sepeda di Cikini Tak Dibongkar, Tapi...

Megapolitan
Cerita Jubir Keluarga yang Nyaris Kena Selongsong Gas Saat Jenguk 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora

Cerita Jubir Keluarga yang Nyaris Kena Selongsong Gas Saat Jenguk 6 Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora

Megapolitan
Ada Pendarahan di Otak, Siswa yang Lompat Saat Kebakaran di SMK Yadika 6 Dioperasi

Ada Pendarahan di Otak, Siswa yang Lompat Saat Kebakaran di SMK Yadika 6 Dioperasi

Megapolitan
Daftar Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede yang Dirawat di Rumah Sakit

Daftar Korban Kebakaran SMK Yadika 6 Pondok Gede yang Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Harap Anies Menemui Mereka

Korban Penggusuran Sunter Agung Harap Anies Menemui Mereka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X