Ratusan Pengemudi Taksi Online Demo di Depan Kantor Gojek

Kompas.com - 05/08/2019, 11:30 WIB
Ratusan Pengemudi Taksi Online melakukan demonstrasi di depan kantor Gojek di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019) KOMPAS.com / Walda MarisonRatusan Pengemudi Taksi Online melakukan demonstrasi di depan kantor Gojek di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan pengemudi taksi online Gocar melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Gojek di Pasar Raya Blok M, Jalan Iskandarsyah II, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Dari pantauan Kompas.com pukul 10.54 WIB, Ratusan mobil terparkir di sepanjang jalan sekitar kantor Gojek.

Para pengemudi turun ke jalan dan meneriakan aspirasinya di depan gedung.

Terpantau juga mobil bak terbuka dengan alat pengeras suara terparkir di depan gedung.

Di atas mobil terlihat beberapa orator mengutarakan aspirasinya di depan para pengemudi taksi online.

Baca juga: Paksa Masuk Kantor Gojek, Beberapa Pendemo Diamankan Polisi

Rio selaku koordinator massa mengatakan, aksi kali ini akan diikuti sekitar 2.000 pengendara taksi online.

"Sekitar 2000 orang yang akan datang. Sumatera Selatan, Padang, Lampung dan Jawa Barat," ujar Rio saat ditemui di lokasi.

Mereka menuntut beberapa hal dari pihak Gojek selaku operator. Diantaranya mengembalikan insentif yang manusiawi, perjelas status kemitraan, dan open suspen nasional.

Dia menambahkan, pihaknya tidak akan pulang sebelum adanya keputusan dari pihak Gojek atas permintaan tersebut.

"Kita kesini mau ketemu vice president atau Nadiem Makarim sendiri (CEO Gojek). Nggak akan pulang sebelum ambil keputusan," tambah dia.

Hingga saat ini aksi masih berjalan dengan tertib.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi 'Air Terjun' di Tol Becakayu

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi "Air Terjun" di Tol Becakayu

Megapolitan
Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Megapolitan
Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Megapolitan
Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X