Anies Dukung Jakarta Jadi Titik Penting Literasi Dunia lewat JILF 2019

Kompas.com - 05/08/2019, 20:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta beserta panitia acara Jakarta Internatioal Literary Festival 2019 seusai konferensi pers di Balairung, Balai Agung, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019) RYANA ARYADITA UMASUGIGubernur DKI Jakarta beserta panitia acara Jakarta Internatioal Literary Festival 2019 seusai konferensi pers di Balairung, Balai Agung, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung penyelenggaraan Jakarta International Literary Festival (JILF) 2019 yang digagas oleh Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

JILF sendiri merupakan festival sastra yang memberi kesempatan untuk lebih saling mengenal karya dan penulis yang melibatkan lebih dari 60 penulis dan pelaku sastra dari dalam dan luar negeri.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap festival ini akan menjadikan Jakarta sebagai salah satu titik penting literasi dunia.

"Festival ini bukan sekadar namanya saja yang internasional, tetapi kenyataannya memang dihadiri oleh para sastrawan dari berbagai negara. Kalau tidak salah, ada dari 24 negara akan hadir," ucap Anies dalam konferensi pers JILF 2019 di Balairung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Usai Pemadaman Listrik, Anies Klaim Transportasi hingga Pelayanan Publik Sudah Lancar

"Alhamdulillah, kita bersyukur bahwa salah satu peran penting dari sebuah kota sebagai pusat kegiatan kebudayaan bisa kita fasilitasi bersama," imbuhnya.

Ia berharap, JILF kelak bisa menjadi salah satu kegiatan kebudayaan rutin di Jakarta setiap tahunnya.

"Ini adalah sebuah festival yang sangat penting. Jadi, harapannya nanti tahun-tahun ke depan kita bisa tingkatkan lebih besar lagi. Ini kesempatan bagi kita semua untuk mengintensifkan dialog, tukar pikiran, dan tukar gagasan. Insya Allah, JILF ini akan menjadi sebuah milestone baru bagi kegiatan kebudayaan di Jakarta," kata dia.

Baca juga: Anggota DPRD Nilai Anies Terlalu Spontan Atasi Masalah Polusi Udara

Sementara itu, Direktur Festival dan Kurator JILF 2019 Yusi Avianto Pareanom menuturkan, pada tahun ini JILF mengangkat tema "Pagar" sebagai tema utama untuk mencerminkan batasan-batasan yang semakin lebur akibat arus globalisasi.

"Konsep pagar tidak selalu terkait dengan perlintasan batas-batas geografis sastra tapi juga mengandung makna perawatan dan pemeliharaan sastra lokal," ujarnya.

JILF 2019 akan berlangsung pada 20 hingga 24 Agustus 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Sebagai pembuka festival akan ada pidato dari Adania Shibli, Penulis Palestina yang akan memberikan representasi baru terhadap Palestina. Termasuk tentant kekayaan sastra hingga ruang bagi representasi akan tema-tema Palestina.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

Megapolitan
Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

Megapolitan
Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

Megapolitan
Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

Megapolitan
Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

Megapolitan
Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

Megapolitan
Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

Megapolitan
Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

Megapolitan
Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

Megapolitan
Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RSUD Tarakan

Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RSUD Tarakan

Megapolitan
Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

Megapolitan
Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

Megapolitan
PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

Megapolitan
Mencari Lokasi Isolasi OTG Covid-19 di Depok...

Mencari Lokasi Isolasi OTG Covid-19 di Depok...

Megapolitan
Kisah Tukang Galian asal Brebes, Setia Menunggu Kerja di Lebak Bulus sejak Puluhan Tahun Lalu

Kisah Tukang Galian asal Brebes, Setia Menunggu Kerja di Lebak Bulus sejak Puluhan Tahun Lalu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X