Kronologi Suami Bunuh Istri dan Bakar Anaknya di Kramat Jati

Kompas.com - 06/08/2019, 12:54 WIB
TKP kasus suami tega bunuh istri dan bakar anak di Jalan Dukuh V, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comTKP kasus suami tega bunuh istri dan bakar anak di Jalan Dukuh V, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Jumharyono tega membunuh istrinya Khoriah di tempat kediaman mereka di Jalan Dukuh V, RT 10 RW 05, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019) dini hari.

Jondayat (47), tetangga Jumharyono dan Khoriah yang tinggal di depan kontrakan pasangan suami istri itu, mengatakan, kejadian bermula pada sekitar pukul 01.00 WIB. Jondayat dan  istri terbangun dari tidur karena suara berisik Jumharyono dan Khoriah yang sedang cekcok.

"Saya niat sama istri buat lapor ke RT, belum lapor eh nenek yang tinggal di samping rumahnya itu teriak kebakaran. Warga langsung keluar dan benar ada kebakaran di dalam kontrakannya (pelaku dan korban)," kata Jondayat, Selasa.

Baca juga: Suami Tega Bunuh Istri dan Bakar Anaknya di Kramat Jati, Jakarta Timur

Jondayata menjelaskan, saat warga mengecek kontrakan tersangka pelaku, warga melihat tersangka panik. Dia keluar lewat jendela, terjatuh ke lantai, lalu pingsan.

"Dia (tersangka) kelabakan keluar jendela, terus jatuh dan pingsan. Kami fokus dobrak pintunya, terus padamin api. Yang dibakar kasur," ujar Jondayat.

Saat masuk ke dalam rumah untuk padamkan api, warga melihat jenazah Khoriah tergeletak penuh luka. Warga juga melihat anak pelaku berinisial R (5) menahan sakit karena luka bakar.

"Kami sudah lihat jenazah sama anaknya nahan sakit, tapi kami padamin dulu apinya pakai baskom airlah. Pas padam, anaknya keluar kontrakan lari nangis karena luka bakar," ujar Jondayat.

Warga kemudian melaporkan hal itu ke Polsek Kramat Jati. Polisi yang tiba langsung mengecek lokasi kejadian, mengamankan Jumharyono, serta membawa dua korban, yaitu istrinya dan anaknya (R) ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Polisi mengatakan, Khoriah tewas dibunuh Jumharyono. Pembunuhan itu diawali pertengkaran, diduga soal masalah ekonomi.

"Saat pulang ke rumah ribut, cekcok mulut masalah ekonomi, kemudian pelaku kesal dan memukuli korban dengan menggunakan batu... dan menusukan korban dengan menggunakan gunting... ," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hery Purnomo, Selasa.

Usai membunuh istrinya, Jumharyono berniat bunuh diri dengan membakar kontrakannya. Namun saat api mulai membesar, dia justru keluar dari dalam rumah. Dia kemudian diamankan warga.

Baca juga: Motif Suami Bunuh Istri di Ketapang, gara-gara Sering Disalahkan dan Dihina

Kini Jumharyono masih diperiksa polisi di Mapolsek Kramat Jati.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

[UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

Megapolitan
Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

Megapolitan
Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

Megapolitan
Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

Megapolitan
UPDATE 26 September, 332 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Masih Dirawat di RS

UPDATE 26 September, 332 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Masih Dirawat di RS

Megapolitan
Update 26 September: Bertambah 109, Kini Ada 2.466 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Update 26 September: Bertambah 109, Kini Ada 2.466 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta 26 September: 1.052 Kasus Baru, 2 Pasien Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta 26 September: 1.052 Kasus Baru, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Cuti Ikut Pilkada Tangsel 2020, Benyamin Kembalikan 3 Mobil dan Rumah Dinas

Cuti Ikut Pilkada Tangsel 2020, Benyamin Kembalikan 3 Mobil dan Rumah Dinas

Megapolitan
Satpol PP Kesulitan, Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan di Bekasi sejak PSBB

Satpol PP Kesulitan, Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan di Bekasi sejak PSBB

Megapolitan
Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Bogor hingga Malam

Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Bogor hingga Malam

Megapolitan
Rumah Dijadikan Pabrik Ekstasi, Pengedar di Tangerang Sudah Produksi Selama Satu Bulan

Rumah Dijadikan Pabrik Ekstasi, Pengedar di Tangerang Sudah Produksi Selama Satu Bulan

Megapolitan
Foto Viral Pengunjung Kafe Bekasi Berkerumun Tanpa Masker, Satpol PP Langsung Cek ke Lokasi

Foto Viral Pengunjung Kafe Bekasi Berkerumun Tanpa Masker, Satpol PP Langsung Cek ke Lokasi

Megapolitan
Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

Megapolitan
Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

Megapolitan
Sama dengan di RSD Wisma Atlet, Begini Perawatan Pasien Covid-19 yang Isolasi di Hotel

Sama dengan di RSD Wisma Atlet, Begini Perawatan Pasien Covid-19 yang Isolasi di Hotel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X