Buangan Asap Mencemari Udara, PT Mahkota Indonesia Diberi Waktu 45 Hari Memperbaiki

Kompas.com - 08/08/2019, 13:39 WIB
Pengawas Pabrik PT Mahkota Indonesia Stephen Rudiyanto di pabrik PT Mahkota Indonesia, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019) RYANA ARYADITA UMASUGIPengawas Pabrik PT Mahkota Indonesia Stephen Rudiyanto di pabrik PT Mahkota Indonesia, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Mahkota Indonesia diberi waktu 45 hari untuk memperbaiki baku mutu asap yang dibuang melalui cerobong. Buangan asap itu dianggap mencemari lingkungan.

Cerobong jenis 2 milik PT Mahkota Indonesia tersebut dianggap tidak memenuhi baku mutu untuk parameter sulfur dioksida atau SO2 oleh Dinas Lingkungan Hidup.

"Jangka waktu pelaksanaan pemenuhan sanksi dari pemerintah perbaikan sumber emisi 45 hari kalender. PT Mahkota wajib melaporkan hasil sebagaimana dimaksud kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jaktim," ucap penyidik Pegawai Negeri Sipil Dinas LH DKI Jakarta Suko Rahardjo di Pulogadung Jakarta Timur, Kamis (8/6/2019).


Baca juga: Cerobong Asap Tak Penuhi Baku Mutu, PT Mahkota Indonesia Dapat Sanksi

Suko mengatakan, jika dalam jangka waktu tersebut tak memenuhi kewajiban, PT Mahkota Indonesia akan diberi sanksi lebih berat, termasuk pencabutan izin pabrik.

"Apabila tidak melaksanakan sanksi administrasi paksaan pemerintah, akan dikenai sanksi lebih berat," kata dia.

Menanggapi hal itu, Pengawas Pabrik PT Mahkota Indonesia Stephen Rudiyanto berjanji, pihaknya akan melaksanakan dan membuat baku mutu cerobong asap lebih baik dalam waktu 45 hari.

"Akan kami laksanakan sesuai baku mutu yang berlaku. Iya bakal dipenuhi. Pokoknya dalam 45 hari akan diselesaikan," ujar Stephen.

Baca juga: Perluasan Ganjil Genap Disebut Hanya Pindahkan Sumber Polusi Udara

Stephen menyebut, pabrik yang bergerak di bidang kimia ini sudah berdiri selama 50 tahun.

Ia mengklaim, sebelumnya cerobong asap tak melanggar baku mutu dan baru kali ini saja.

"Belum pernah. Selama ini enggak pernah ngelanggar, baru pertama kali. Maka, akan kami perbaiki. Tiap tahun selalu diuji," tuturnya.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan inspeksi ke pabrik PT Mahkota Indonesia di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis.

Dalam inspeksi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dinas LH Suko Rahardjo memberikan surat sanksi administrasi paksaan kepada PT Mahkota Indonesia.

Perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia itu dianggap tidak memenuhi standar baku mutu pada cerobong asap.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Megapolitan
Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Megapolitan
Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Megapolitan
Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Megapolitan
Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Megapolitan
Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Megapolitan
Suhu Jakarta Panas, Warga Diimbau Tidak Bakar Sampah

Suhu Jakarta Panas, Warga Diimbau Tidak Bakar Sampah

Megapolitan
Tolak Prabowo Masuk Kabinet, Aktivis 98: Masih Banyak Relawan Jokowi yang Cocok Jadi Menteri

Tolak Prabowo Masuk Kabinet, Aktivis 98: Masih Banyak Relawan Jokowi yang Cocok Jadi Menteri

Megapolitan
Maju Pilkada Tangsel 2020, Siti Nur Azizah Mengaku Tak Ingin Manfaatkan Ma'ruf Amin

Maju Pilkada Tangsel 2020, Siti Nur Azizah Mengaku Tak Ingin Manfaatkan Ma'ruf Amin

Megapolitan
Gelar 7 Pertunjukan Kebudayaan, Pemprov DKI Ubah Wajah Jakarta

Gelar 7 Pertunjukan Kebudayaan, Pemprov DKI Ubah Wajah Jakarta

Megapolitan
Ceceran Semen Tumpah di Jalan Raya Gempol, Pengendara Diimbau Hati-hati

Ceceran Semen Tumpah di Jalan Raya Gempol, Pengendara Diimbau Hati-hati

Megapolitan
Sembilan Tahun Bekerja sebagai ART, ABA Kerap Disiksa Majikan dan Tak Terima Gaji

Sembilan Tahun Bekerja sebagai ART, ABA Kerap Disiksa Majikan dan Tak Terima Gaji

Megapolitan
Tiupan Angin Kencang, Atap Dapur Rumah di Mampang Roboh

Tiupan Angin Kencang, Atap Dapur Rumah di Mampang Roboh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X