Polisi Buat Sketsa Wajah dari Kerangka yang Ditemukan di Tanjung Priok

Kompas.com - 09/08/2019, 08:41 WIB
Penemuan jenazah dalam kondisi tulang belulang di sebuah lahan kosong, di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/8/2019). KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARIPenemuan jenazah dalam kondisi tulang belulang di sebuah lahan kosong, di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Budi Cahyono mengatakan, pihaknya sedang membuat sketsa wajah berdasarkan tulang belulang yang ditemukan di Jalan Yos Sudarso, dekat pintu Tol Plumpang, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (7/8/2019).

Harapannya, Kepolisian dapat mengetahui identitas kerangka tersebut.

"Iya ada DVI bantuan forensik lagi buat sketsa, kita lagi tunggu sketsa," kata Budi saat dikonfirmasi, Jumat (9/8/2019).

Baca juga: Kerangka yang Ditemukan di Tanjung Priok Diperkirakan Seorang Pria Berusia 35-45 Tahun


Saat ini pihaknya menunggu tim DVI merampungkan pembuatan sketsa dari tulang belulang yang ditemukan tersebut.

"(Sketsa) nanti kita sebarkan ke bhabinkamtibmas, warga dan media, nah apakah ada yang mengenal ini atau korban hilanglah ada yang kenal atau tidak," ucapnya.

Sebelumnya, seorang warga yang sedang mencari rumput menemukan tulang belulang di sebuah lahan kosong.

Kerangka tersebut ditemukan dalam kondisi hangus terbakar, sudah rapuh, dan tidak lengkap.

Budi mengatakan, dari hasil pemeriksaan forensik sementara diketahui bahwa tulang belulang tersebut milik jenazah laki-laki berusia 35-40 tahun.

Diperkirakan juga bahwa jenazah tersebut telah meninggal dunia lebih dari satu tahun yang lalu.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu di Cipayung

Polisi Tembak Mati Pengedar Sabu di Cipayung

Megapolitan
Anies: Oposisi Sangat Keras pada TGUPP karena Efektif Bekerja

Anies: Oposisi Sangat Keras pada TGUPP karena Efektif Bekerja

Megapolitan
Bantah Ada Bocoran Ujian di SMAN 1 Depok, Kepala Sekolah Sebut Berawal dari Ribut Siswa

Bantah Ada Bocoran Ujian di SMAN 1 Depok, Kepala Sekolah Sebut Berawal dari Ribut Siswa

Megapolitan
Pemkot Jakut Uji Coba Pembatasan Kontainer di Jalan Cilincing Raya Awal 2020

Pemkot Jakut Uji Coba Pembatasan Kontainer di Jalan Cilincing Raya Awal 2020

Megapolitan
Sakit Hati Ditegur, Pria di Ciracas Aniaya Tetangga dengan Celurit

Sakit Hati Ditegur, Pria di Ciracas Aniaya Tetangga dengan Celurit

Megapolitan
PT KAI Klaim Sudah Koordinasi dengan Dishub soal Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi

PT KAI Klaim Sudah Koordinasi dengan Dishub soal Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi

Megapolitan
Area Lay Bay Stasiun Bekasi Ditutup Selamanya

Area Lay Bay Stasiun Bekasi Ditutup Selamanya

Megapolitan
Maling Motor Terjebak Macet Dihakimi Warga hingga Tewas

Maling Motor Terjebak Macet Dihakimi Warga hingga Tewas

Megapolitan
Diduga Cemburu, Suami Bacok Istri hingga Tewas di Pamulang

Diduga Cemburu, Suami Bacok Istri hingga Tewas di Pamulang

Megapolitan
Anies Ingin Seluruh Transportasi Ramah Perempuan

Anies Ingin Seluruh Transportasi Ramah Perempuan

Megapolitan
Damkar Jaktim Evakuasi 7 Sarang Tawon Vespa dalam Sehari

Damkar Jaktim Evakuasi 7 Sarang Tawon Vespa dalam Sehari

Megapolitan
Viral Video Keributan Ormas dengan Manajemen Perusahaan di MGK Kemayoran, Ini Kata Polisi

Viral Video Keributan Ormas dengan Manajemen Perusahaan di MGK Kemayoran, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pemkot Akan Batas Jam Operasional Truk Kontainer di Jakarta Utara

Pemkot Akan Batas Jam Operasional Truk Kontainer di Jakarta Utara

Megapolitan
Unit Pajak Kendaraan Bermotor Minta Pengelola Parkir Bantu Tagih Tunggakan Pajak

Unit Pajak Kendaraan Bermotor Minta Pengelola Parkir Bantu Tagih Tunggakan Pajak

Megapolitan
Fakta Kematian Bayi 40 Hari karena Tersedak Potongan Kecil Pisang

Fakta Kematian Bayi 40 Hari karena Tersedak Potongan Kecil Pisang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X